Weedflower – Bunga Liar

Indonesian Cover

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Weedflower
Penulis: Cynthia Kadohata
Penerjemah: Lanny Murtihardjana
Tebal: 272 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
cetakan I, Oktober 2008
ISBN: 978-979-22-4088-7

Sinopsis:

http://www.goodreads.com/book/show/6293838-weedflower

Resensi:

Ia pernah mendengar seorang pendeta Buddha berkata bahwa bukanlah cara orang Buddha untuk berdoa memohon sesuatu yang khusus untuk diri sendiri. Tapi memang itulah  caraku, pikir Sumiko. Ia lalu mengulang-ulang doa itu di dalam hati, Kumohon, selamatkanlah mereka. hlm.74.

Itulah sepenggal pemikiran Sumiko, seorang gadis Jepang yang menjadi tokoh utama dalam buku ini ketika harus berpisah dengan orang-orang yang dicintainya karena perang. Walaupun 100% berdarah Jepang, namun Sumiko lahir dan besar di Amerika sebagai generasi ketiga keluarganya yang bermigrasi dari Jepang beberapa tahun sebelumnya.

224392Sepeninggal kedua orang tuanya yang tewas karena kecelakaan mobil, Sumiko dan adiknya, Tak-Tak tinggal bersama Paman dan Bibinya, kedua sepupunya, Ichiro dan Bull, serta Jiichan, sang Kakek yang merupakan generasi pertama yang datang ke Amerika Serikat.

Sejak awal diceritakan bahwa Sumiko sangat dekat dengan keluarganya yang mengandalkan perkebunan bunga sebagai mata pencaharian mereka. Sumiko sendiri punya kelebihan; pandai merawat tanaman dan mampu memilih kuncup yang nantinya akan mekar menjadi bunga berkualitas bagus. Sumiko pun memilih sendiri bunga yang akan diberikannya kepada salah seorang teman sekelas yang berulang tahun serta menyiapkan sebuah hadiah mewah.

Namun ketika mendatangi pesta ulang tahun tersebut, Sumiko harus menghadapi bahwa kenyataan tidak seindah yang dia harapkan. Konflik politik antara Amerika Serikat dan Jepang memanas dan akhirnya perang pun pecah setelah Jepang menyerang Hawaii dan sekaligus menjungkirbalikkan kehidupan damai Sumiko beserta kaum Jepang di lingkungan tempat tinggal Sumiko.

Simbol-simbol berbau Jepang terpaksa dihancurkan dan dihilangkan sementara orang-orang yang dicurigai akan melakukan pemberontakan dijemput paksa oleh pemerintah, dipisahkan dari keluarga mereka masing-masing, termasuk paman dan Jiichan.

Sumiko pun terpaksa mengungsi bersama adik, bibi dan kedua sepupunya ke San Carlos. Tempat pengungsiannya yang berupa gelanggang pacuan kuda sangat tidak manusiawi sebelum akhirnya dipindahkan kembali ke Poston, Arizona yang sangat panas.

7498675Di kamp pengungsian terakhir itulah Sumiko bisa bercocok tanam di kebun Mr. Moto yang terobsesi menjadikan kebunnya meraih juara pertama dalam lomba antar sektor. Di tempat itu pula Sumiko bertemu dengan Frank, seorang pemuda Indian Mojave yang sejak awal memandang sebelah mata kepadanya dan menganggap bahwa orang-orang Jepang pendatang itu telah merebut tanah mereka. Meskipun banyak prasangka yang timbul antara warga keturunan Jepang dan penduduk asli Indian, namun lambat laun sebagian dari mereka berinteraksi dengan baik dan mulai memahami bahwa mereka berdua adalah korban dari peperangan yang telah melanda Amerika.

Ketika Bibi memutuskan untuk pindah ke tempat lain yang lebih baik, Sumiko dihadapkan pilihan akan masa depannya. Apakah dia harus tinggal agar selalu bisa merawat kebun bunga bersama Mr. Moto seperti yang selama ini dilakukannya dan tetap berteman dengan Frank, atau ikut bersama Bibinya dan tidak pernah kembali ke tempat yang beberapa waktu terakhir itu dia anggap sebagai rumah.

Cerita berlatar belakang perang dari sudut pandang anak-anak dan remaja selalu memberikan kesan mendalam untukku. Demikian pula cerita dalam buku ini dimana dari sudut pandang Sumiko kita dapat mengetahui kondisi para imigran Jepang di Amerika pada masa Perang Dunia II. Berbagai istilah berbau Jepang diselipkan di sini, memperkuat akar budaya Sumiko yang tidak hilang walaupun tinggal di tanah orang. Pemikiran khas seorang anak berusia dua belas tahun cukup terasa di sini walaupun kondisi saat itu menuntuk Sumiko untuk bersikap lebih dewasa daripada usianya tersebut. Namun demikian, sisa-sisa kepolosan Sumiko dan kecintaannya kepada tanaman bunga masih tetap terlihat di sepanjang cerita, memberikan kesan tersendiri untuk si bunga liar itu.

Akhir cerita yang cenderung menggantung memberikan alternatif ending bagi para pembacanya, membuatku penasaran dengan kelanjutan cerita Sumiko yang mulai beranjak remaja.

Sensasi rasa seusai baca: 3,5/5

Tentang Penulis:

source: goldsea.com

source: goldsea.com

Cynthia Kadohata adalah seorang penulis Amerika keturunan Jepang yang terkenal dengan tulisannya tentang wanita-wanita keturunan Asia-Amerika. Kadohata menghabiskan masa kecilnya di Selatan, yang menginspirasi karya-karya pertamanya. Novel anak-anak pertamanya, Kira-Kira, memenangkan penghargaan Newberry di tahun 2005 sementara novel dewasa pertamanya meraih New York Times Notable Book of the Year.

Lebih lengkap tentang Kadohata, silakan lihat di sini

Sekilas kata:

  • Resensi ini dibuat dalam rangka Posting Bareng BBI dengan tema historical fiction dan aku sertakan dalam Finding New Author.

5 thoughts on “Weedflower – Bunga Liar

  1. Pingback: New Authors Reading Challenge 2013 | Melihat Kembali

  2. Pingback: New Authors Reading Challenge 2013 – Wrap Up | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s