The Choice – Pilihan

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: The Choice
Penulis: Nicholas Sparks
Penerjemah: Barokah Ruziati
Tebal: 384 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, 2011
ISBN: 978-979-22-6623-8

Sinopsis:

Travis Parker memiliki segalanya: pekerjaan bagus, teman-teman yang setia, rumah nyaman di sebuah kota kecil di Carolina Utara. Dia menjalani kehidupannya dengan santai—berperahu, berenang, barbekyu bersama teman-teman karibnya—dan dia merasa tidak membutuhkan kekasih… sampai Gabby Holland pindah ke sebelah rumahnya.

Meski Travis berusaha bersikap ramah, Gabby kelihatan kesal padanya sejak awal, karena suatu sebab. Namun akhirnya kegigihan Travis membuahkan hasil, dan membawa mereka ke awal perjalanan yang akhirnya tak bisa ditebak.

Resensi:
Sebuah buku dari Nicholas Sparks? Tentu saja yang tersaji adalah sebuah kisah cinta tentang kehilangan dan penemuan kembali serta akhir yang seringkali membuat para pembaca emosi. Namun apakah itu berlaku juga untuk buku ini?

Cerita dalam buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah awal kisah pertemuan Travis dan Gabby dan proses pendekatan keduanya, sedangkan bagian kedua adalah bagaimana sebuah tragedi yang berawal dari sebuah keteledoran bisa berbuah maut dan membawa kesedihan di kemudian hari.

Karakter Travis di buku bisa dikatakan cukup sempurna; seorang dokter hewan yang berasal dari keluarga baik-baik, dekat dengan keluarga dan teman-temannya, dan juga penyayang anjing. Namun sifat keras kepalanya dalam melakukan pendekatan kepada Gabby walaupun sudah tahu wanita itu mempunyai seorang kekasih cukup membuatku jengkel dan berpikir, kenapa dia mengambil kesempatan dalam kesempitan sih?

Sementara itu Gabby sendiri bisa dikatakan lemah; sejak kecil bertentangan dengan ibunya, tidak berani mengambil resiko, dan cepat berprasangka kepada orang lain. Pada beberapa dialog terkesan bahwa Gabby adalah wanita yang ‘dangkal’ dan tidak bisa bersikap tegas serta melakukan short affair dengan seorang pria yang baru dikenalnya selama beberap hari? Definitely not my heroine type.

Beberapa hal lain yang cukup menggangguku dalam buku ini adalah ada banyak deskripsi terlalu detail tentang hal kecil yang sebenarnya tanpa dijelaskan pun semua orang juga tahu seperti cara memasang helm saat Gabby diajari naik motor oleh Travis. Sementara itu konflik Gabby dengan kedua orang tuanya tidak tergali cukup dalam karena kita hanya tahu dari cerita Gabby kepada Travis saja, bahkan saat Gabby mengalami musibah pun orang tuanya hanya diceritakan sekilas saja tanpa dimunculkan. Demikian pula dengan keberadaan Kevin yang terkesan sebagai tempelan saja karena dia tidak pernah dimunculkan secara nyata untuk menambah konflik yang hadir semakin seru.

Di bagian kedua buku ini lebih banyak berisi dekripsi perasaan Travis yang galau dan ketakutan akan kehilangan Gabby serta bagaimana dia akan mengasuh kedua anak mereka tanpa Gabby. Benar-benar bagian yang Travis banget pokoknya, melebihi deskripsi di bagian pertama. Banyak pembaca lain yang mengatakan ending buku ini terlalu ‘fairy tale’ karena sebenarnya tidak secepat itu ‘keajaiban’ terjadi. Namun apa mau dikata, adalah hak seorang penulis untuk menentukan ending cerita yang ditulisnya, apakah bahagia atau menyedihkan. Kita sebagai pembaca hanya bisa menikmati dan memprotes sesuatu yang kita rasa tidak tepat😛

Untung saja Nicholas Sparks masih menyelipkan deskripsi indah tentang Carolina Utara yang menjadi setting cerita. Dia lagi-lagi memasukkan ciri khasnya yang menjadikan hal sederhana seperti memandangi bintang-bintang di kelamnya langit malam menjadi lebih berkesan—mengingatkanku pada adegan memandangi bintang di A Walk to Remember.

Kover versi Indonesia untuk buku ini aku rasa pas—sebuah rumah khas Amerika dengan kebun bunga di depannya, menggambarkan setting dimana Travis dan Gabby sering berinteraksi, di rumah mereka yang bertetangga. I love it. Kover untuk beberapa edisi lain pun bagus-bagus, bahkan ada yang mengingatkanku dengan poster film🙂

Over all, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, buku ini cukup cocok dipilih sebagai bacaan ringan saja. Aku sendiri akan selalu menantikan diterbitkannya buku romance karya Nicholas Sparks karena membutuhkan sesuatu yang mellow untuk aku nikmati sekali waktu.

Sensasi rasa untuk buku ini: 2,5/5

Sekilas kata:
Buku kedua yang kuselesaikan di tahun 2012 ini sebenarnya sudah aku baca sejak pertengahan tahun 2011 kemarin, namun entah kenapa aku mendadak kehilangan feel untuk melanjutkannya. Mungkin karena inti ceritanya cukup bertentangan dengan hati nuraniku dan beberapa deskripsi tak perlu ditulis terlalu detail😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s