The Beach House – Rumah Pantai

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: The Beach House
Penulis: James Patterson & Peter de Jonge
Penerjemah: B. Sendra Tanuwijaya
Tebal: 416halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, 2009
ISBN: 978-979-22-5049-7

Sinopsis:

Jack Mullen pulang dan mendapati adiknya, Peter, tewas tenggelam di dekat East Hampton. Mengenal adiknya dengan baik dan banyaknya kejanggalan pada mayat korban membuat Jack yakin kematian Peter bukanlah karena kecelakaan. Dia pasti dibunuh.

Sebagai mahasiswa hukum di New York, Jack berkeras menyingkap misteri kematian Peter melalui sistem hukum Amerika Serikat. Tapi lawannya ternyata salah satu orang terkaya yang bisa menghalalkan segala cara untuk menghancurkannya. Polisi yang sudah disuap, pengacara licik, dan saksi yang bisa dibeli membuat Jack tidak lagi bisa memercayai sistem pengadilan yang ternyata sudah amat korup.

Bersama sahabat-sahabatnya, Jack memutuskan untuk membalas dendam atas kematian adiknya dengan cara mereka sendiri. Apalagi ketika mereka menyadari bahwa hukum dan keadilan hanya berpihak pada mereka yang kaya dan berkuasa.

Resensi:
Buku ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

  1. Prolog; Peter Rabbit (3 bab)
  2. Bagian Satu; Karyawan Magang (bab 1-16)
  3. Bagian Dua; Investigasi Pembunuhan (bab 17-37)
  4. Bagian Tiga; Sidang Penyidikan (bab 38-63)
  5. Bagian Empat; Lulusan (bab 64-72)
  6. Bagian Lima; Kebenaran bab 73-110)
  7. Epilog (bab 111-113).

Jangan kaget dengan jumlah bab yang ada dan membandingkannya dengan tebal buku yang hanya 416 halaman saja. Banyak bab dalam buku ini hanya terdiri dari dua-tiga halaman saja karena terkadang terdapat pergantian sudut pandang pencerita dari satu bab ke bab lainnnya sehingga agar tidak membingungkan pembaca, hal itu dilakukan oleh kedua orang penulis buku ini.

Tema yang diangkat oleh buku ini seperti halnya novel suspense lainnya: pembunuhan misterius. Siapa pembunuh Peter? Apa alasan pembunuhan tersebut? Dan bagaimana sang tokoh utama, Jackson Mullen yang tak lain adalah kakak kandung korban dan sekaligus mahasiswa hukum mengungkap misteri dibalik terbunuhnya sang adik.

Walaupun sejak awal kita sudah diarahkan untuk mengetahui siapa sang tersangka pembunuh Peter, namun pada akhirnya tetap ada beberapa kejutan yang membuatku berseru WOW?! Terutama alasan utama pembunuhan Peter dan rahasia apa yang disimpan rapat-rapat oleh sang tersangka dan orang-orang kelas atas yang terlibat di dalamnya.

Petunjuk tentang alasan terbunuhnya Peter baru mulai terungkap separuh buku terakhir sehingga sedari awal bab pertama aku geregetan dengan sepak terjang semaunya para tokoh antagonis yang mengintimidasi teman-teman dekat keluarga Mullen dan juga beberapa orang baik lainnya yang membantu penyelidikan pembunuhan sang anak muda yang dicintai banyak orang itu.

Bumbu kisah cinta antara Jack dengan Dana dan Pauline memberi secuplik kisah romance yang membantu sang tokoh utama tetap waras dan mampu menghadapi dunia nyata setelah kehilangan adik dan ayahnya dalam waktu bersamaan sehingga keluarga Mullen yang tersisa hanyalah Jack sendiri dan Mack, kakenya yang sudah berumur delapan puluh tahun.

Keberadaan kasus Mudman yang ditangani Jack sebagai kasus pro bono di firma hukum tempatnya magang saat kuliah menurutku akan lebih bernilai ‘sesuatu’ kalau terhubung tidak langsung dengan tersangka pembunuh Peter. Namun hal itu tidak mengurangi rasa puas yang kurasakan usai membaca buku ini.

Kover versi Indonesia buku ini tergolong cantik. Dominasi warna biru tua dengan visualisasi rumah model mediterania yang disirami cahaya lampu mampu menampilkan suasana temaram menjelang malam yang hangat sekaligus dingin karena di kegelapan di sekitar rumah pantai itulah sebuah misteri tersimpan untuk diungkapkan.

My favorite quotation:

“Sistem sialan itu pelacur tua yang pandai, Jack. Aku khawatir kita hanya berhasil memicu kemarahannya.”
-Maclin Mulen, 153.

“Penjara ini dan pemerintahku sudah merampas tahun-tahun terbaik dalam hidupku. Pagi ini mereka mengambil apa yang tersisa dariku. Mereka melakukan pembunuhan. Semoga Tuhan mengampuni jiwa mereka.”
-Mudman, 246.

Sensasi rasa untuk buku ini: 3,5/5

Sekilas kata:
Buku non romance pertama yang kuselesaikan di tahun 2012 ini—ada buku lain sih tapi aku tergoda untuk membaca ini hingga selesai. Buku ini aku pinjam sejak Jumat (13/1) tapi baru dibaca Senin pagi (16/1) sehingga molorlah sehari untuk dikembalikan di persewaan😀

Salah satu alasanku membaca buku ini adalah keberadaan James Patterson sebagai salah satu penulisnya selain Peter de Jonge, yang telah menjadi tandem menulis Patterson untuk dua buku lainnya (Miracle on the 17th Green: A Novel about Life, Love, Family, Miracles … and Golf dan The Beach Road). James Patterson telah menelurkan sekitar 286 buku dari berbagai genre; suspens, fantasi, dan juga romance. Sebuah hal yang tidak biasa karena beberapa penulis lain biasanya fokus pada salah satu genre saja. Salut untuknya.

8 thoughts on “The Beach House – Rumah Pantai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s