Scenes of Passion – Kesempatan yang Kedua

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Scenes of Passion
Penulis: Suzanne Brockmann
Penerjemah: Friskana Elizabeth Febione
Tebal: 272 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-979-22-7892-7

Sinopsis:

Aman, tanpa kejutan, dan… membosankan, begitulah hidup Maggie Stanton. Pada usia 29 ia tinggal di rumah orangtuanya, menjalani pekerjaan yang tidak sesuai dengan minatnya, dan berkencan dengan lelaki yang tidak ia cintai. Namun semua berubah ketika ia bertemu lagi dengan Matthew Stone, sahabatnya saat SMA. Matt yang bertahun-tahun menghilang tanpa kabar, kini pulang untuk mengurus bisnis yang diwariskan ayahnya. Meski sempat tak mengenali Matt, Maggie sungguh kagum dengan perubahan drastis pria itu. Matt bukan lagi pemuda berandalan yang dulu Maggie kenal, melainkan pria dewasa yang bertanggung jawab.

Kekaguman serupa juga dirasakan Matt, yang memang sejak lama menyukai Maggie saat mereka sering berpasangan dalam pertunjukan teater. Ketika Matt memberikan penawaran tak terduga, Maggie pun menempuh risiko untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Namun selalu ada kerikil pada setiap langkah. Saat letup-letup cinta mereka berkembang, muncul kesalahpahaman. Akankah keduanya sanggup melewati hal itu?

Resensi:
Datar, tanpa kejutan, membosankan, dan…banyak hal terasa dibuat-buat. Seperti itulah kesan yang tertinggal setelah menyelesaikan buku karya Suzanne Brockmann yang selama ini dikenal dengan serial NAVY SEAL ini.

Jangan tertipu dengan kover versi Indonesia buku ini. Tidak akan ditemukan deskripsi Matt yang mendekati visualisasi pria di kover buku sedikit pun. Deskripsi Matt yang berambut panjang dan disebut sebagai pria hutan idaman Maggie cukup menggangguku sepanjang cerita. Terkesan terlalu ’80-’90 an sekali-masa di saat rambut panjang untuk seorang pria menjadi tren kala itu, and reminds me of Tarzan! Suer, sepanjang cerita ini aku jadi membayangkan pemeran Tarzan series di RCTI dulu yang cakep sih, but definitely he’s not my type*nggak ada yang nanya*

Original Version

Untuk kover asli malah terkesan sebagai buku misteri karena berupa siluet di dalam sebuah rumah, membuat kita penasaran dengan sosok-sosok di dalam rumah tersebut.

Karakter Maggie diceritakan cenderung pasif, penurut, dan dan tidak percaya diri padahal dia sebenarnya sangat berbakat sebagai seorang aktris namun terlalu takut memperjuangkan mimpinya tersebut dan lebih mengalah pada keinginan kedua orangtuanya untuk menjadi pengacara.

Kembalinya Matt, a high school bad boy yang sudah ‘tobat’ karena sebuah peristiwa di masa selepas sekolah ke dalam kehidupan Maggie membuat semuanya berubah. Maggie menerima tawaran membantu Matt dan memberontak kepada orangtuanya dengan mengikuti audisi pementasan drama dan keluar dari pekerjaannya.

Berbagai konflik yang muncul kemudian terasa ‘biasa’ dan kurang dalam, seperti terpergoknya tunangan Maggie sedang dalam posisi mencurigakan dengan adiknya—Val, kepergian Maggie untuk pindah ke rumah Matt dan membohongi kedua orangtuanya bahwa mereka berdua sudah menikah—untuk apa coba?, dan kehadiran sutradara pementasan yang mendadak menaruh minat kepada Maggie. Selain itu saat Matt pergi untuk menghadapi keputusan yang menentukan masa depannya bersama Maggie, wanita itu malah menemukan berkas yang membuatnya mendadak ragu akan ketulusan Matt. Bukannya membicarakan kecurigaan tersebut dengan baik-baik, keduanya malah bertengkar dan mengalami fase tarik-ulur khas romance harlequin.

Akhirnya bisa ditebak, mendadak Maggie mau memaafkan ‘kebohongan’ Matt. Kemarahan sahabat Maggie, mantan kekasih Matt—yang telah berbahagia menikah dengan orang lain di luar negeri—terasa terlalu dibesar-besarkan untuk dijadikan konflik dan diselesaikan begitu saja di bagian akhir cerita.

Chemistry antara kedua tokoh utama sangat minim, terutama dari Maggie. Sejak awal hanya diceritakan bahwa Matt sudah menyukai Maggie saat mereka menjadi partner dalam drama sekolah, saat dia masih berstatus sebagai kekasih sahabat Maggie, sudah begitu saja. Perasaan Maggie ke Matt? Sangat kurang terlihat hingga berakhirnya cerita.

Sensasi rasa untuk buku ini: 2,5/5

Sekilas kata:
A non NAVY SEAL book series from Suzanne Brockmann? I give it a try and it failed😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s