How to Abduct Lord Highland – Menculik Lord Highland

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: How to Abduct Lord Highland
Penulis: Karen Hawkins
Penerjemah: Winny Kristanti Asiawan
Tebal: 360 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-979-22-7922-1

Sinopsis:

Dahulu, akibat temperamen seorang kakek buyut, klan MacLean dikutuk, diberi kendali atas sesuatu yang sama temperamentalnya dengan mereka—cuaca.

Jack Kincaid, yang terpaksa menikahi seorang MacLean, pernah merasakan kutukan tersebut—basah kuyup kehujanan di tengah cuaca cerah. Itu terjadi karena ia menolak menuruti permintaan istrinya, Fiona MacLean, untuk menghentikan kebiasaannya bersenang-senang sampai larut malam.

Di satu sisi, Fiona memang ingin Jack berubah. Namun di sisi lain, ia sadar dirinyalah yang menyebabkan Jack kehilangan kemerdekaan sebagai bujangan. Sayangnya, tak ada jalan selain pernikahan untuk menghindari kemurkaan kakak-kakak Fiona setelah adik lelaki mereka diduga dibunuh oleh seorang Kincaid.

Pertengkaran Jack dan Fiona membuat cuaca tak menentu hingga pada suatu titik, Jack merasa sudah saatnya ia memenangkan hati Fiona seutuhnya

Resensi:
Ide tentang seseorang mampu mengendalikan cuaca sejalan dengan emosinya cukup membuatku tertarik untuk membaca buku bergenre historical romance ini. Ditambah dengan ide seorang wanita menculik seorang pria untuk menikahinya demi menyelesaikan perselisihan keluarganya semakin membuatku tidak sabar membacanya.

Namun semua antusiasme itu semakin lama semakin menipis setelah beberapa bab dalam buku ini terlalui.

Alurnya berjalan cepat, cenderung datar, dan tidak kutemukan chemistry membara di antara kedua tokoh utamanya, Fiona dan Jack yang diceritakan pernah punya hubungan singkat di masa lalu. Keduanya cenderung tenggelam dalam emosi masing-masing dan saat Jack menyadari perasaannya kepada Fiona, semuanya terjadi begitu saja.

Selain itu cukup banyak detail menarik yang seakan terlupa untuk dikembangkan. Unsur supranatural berupa kemampuan mengendalikan cuaca milik Fiona dan ketiga kakaknya dari klan MacLean terasa hanya sebagai bumbu saja. Tidak pernah diperlihatkan kelanjutan perseteruan hebat antara klan MacLean dan Kincaid yang disebut-sebut sebagai salah satu alasan Fiona menculik Jack untuk menikahinya. Padahal alasan Fiona untuk akhirnya memaksa Jack menikahinya tergolong cukup ‘gelap’ dan berpotensi memicu konflik lain yang lebih dalam berupa adu kekuatan fisik dan bahkan pertumpahan darah. Yang ada hanya kedatangan ketiga kakak Fiona untuk mengancam adik ipar mereka, dan beberapa kerusakan di sekitar tempat tinggal Jack karena hujan es, itu saja.

Kehadiran wanita simpanan Jack yang dangkal dan cemburuan dan kehadiran salah seorang keluarga Campbell yang bermaksud balas dendam dengan merebut Fiona dari Jack sebenarnya cukup menarik namun pengolahannya terasa sangat kurang. Kedua orang tadi bersekongkol untuk memisahkan Fiona dan Jack dengan berbagai cara yang terlalu biasa dan klise.

Kover buku ini terlihat sangat ‘photoshoped’ dengan seorang gadis di latar depan yang tidak bergaun ala Skotlandia-dengan visualisasi petirn yang terasa sia-sia karena tidak banyak unsur supranatural berperan di dalam buku ini. Versi aslinya sendiri sangat berbau Skotlandia dengan menampilkan separuh tubuh seorang wanita dengan gaun bermotif tartan warna biru. Untuk versi Thailand buku ini malah terlihat seperti kover komik dengan masih menampilkan seorang wanita model gambar manga dengan gaun bermotif sama dari versi asli buku tersebut.

Untung saja ada cukup banyak kutipan menarik yang memberi nilai lebih di buku ini.

My favorite quotation:
“Aku sering mendengar bahwa pria dan wanita berbicara dalam bahasa yang berbeda, tapi itu tidak benar. Mereka berbicara dalam bahasa yang sama, mereka hanya mendengarnya dengan telinga yang berbeda.”
-Si Tua Nora dari Loch Lomond kepada ketiga cucu perempuannya yang masih kecil pada suatu malam yang dingin

“Orang bilang sihirlah yang menyatukan alam dan manusia serta mengikat mereka sampai kalian tidak dapat membedakan satu dari yang lain. Kurasa cintalah yang menyatukan alam pada manusia, dan tak ada yang lain.”
-Si Tua Nora dari Loch Lomond kepada ketiga cucu perempuannya yang masih kecil pada suatu malam yang dingin

“Kami orang Skotlandia menyukai upacara pernikahan yang indah dan upacara pemakaman yang buruk. Terkadang sulit mengatakan mana yang indah, mana yang buruk.”
-Si Tua Nora dari Loch Lomond kepada ketiga cucu perempuannya yang masih kecil pada suatu malam yang dingin, 313

Sensasi rasa untuk buku ini: 2,5/5

Sekilas kata:
Awalnya aku membayangkan bahwa cerita ini akan lebih ‘wild’ dan berlatarbelakang alam skotlandia yang beriklim ekstrim-terkait dengan kemampuan mengendalikan cuaca klan MacLean serta pertarungan khas ala film Highlander—salah genre ini mah—namun akhirnya yang paling kuingat dari buku ini hanya satu: sepatu bot kulit Fiona yang menjadi favorit Jack😛

2 thoughts on “How to Abduct Lord Highland – Menculik Lord Highland

    • ha3, sbnernya aq doyan fiksi ap aj, tpi klo gtw ni bku ga dpt feel-nya aj😛
      nocturne tu bru ad 1 buku yg aq suka loh, the empath-nya bonnie vanak, yg laen malah ga ngeh jga😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s