After the Abduction – Pertemuan Kedua

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: After the Abduction (Swanlea Spinsters, #3)
Penulis: Sabrina Jeffries
Tebal: 524 halaman
Penerbit: Dastan Books
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-602-92-6750-1

Sinopsis:

Juliet Laverick masih merindukan satu-satunya pria yang mampu membuat hatinya berdebar, yaitu Morgan Pryce, yang menculiknya dua tahun yang lalu. Dengan bantuan kakak iparnya, ia melacak jejak Morgan hingga ke Charnwood Hall. Di sana, mereka bertemu dengan Sebastian, saudara kembar Morgan.

Lord Templemore, alias Sebastian, tidak pernah menduga kalau Juliet akan mencarinya setelah dua tahun berlalu. Demi keselamatan jiwanya, Sebastian pun mengatakan kalau Morgan sudah mati. Namun, Juliet tidak memercayai Sebastian karena ia yakin kalau Sebastian-lah penculiknya. Juliet bertekad akan melakukan segala cara supaya Sebastian mengakui perbuatannya. Sebastian yang dua tahun lalu menyamar sebagai Morgan dan menculik Juliet menolak untuk mengakui perbuatannya karena akan menimbulkan bencana dan skandal bagi mereka berdua.

Meskipun Sebastian merasakan rindu yang mendalam kepada Juliet, ia masih tidak memercayai Juliet untuk bisa membuka hati dan mengungkapkan rahasianya. Trauma masa kecil akibat ditinggalkan oleh ibunya dan ditelantarkan oleh ayahnya, membuat Sebastian tidak mudah percaya pada orang lain. Sedangkan Juliet yang memang sudah jatuh cinta pada Sebastian, bertekad akan menggunakan pesonanya untuk membuat pria itu mengaku. Sanggupkah Juliet menyembuhkan luka hati Sebastian dengan ketulusan dan kemurnian cintanya? Dan apakah Sebastian mampu memercayakan rahasia terkelamnya dan mengakui perbuatannya kepada Juliet?

Resensi:
Sejak halaman pertama buku ini, para pembaca langsung dibawa ke tengah-tengah cerita. Seperti diketahui, buku ini adalah buku ketiga dari seri Swanlea Spinters dimana dari dua buku sebelumnya telah diperkenalkan tokoh Juliet, bungsu dari tiga bersaudara dimana kedua kakaknya, Rosalind dan Helena telah menemukan pujaan hati mereka.

Pada buku pertama diceritakan betapa Juliet ngotot ingin menikah dengan Griff untuk menyelamatkan keluarga mereka dari kemelaratan yang akhirnya tidak dia lakukan karena akhirnya Rosalind-lah yang menikah dengan Griff. Di buku kedua nama Juliet kembali disebut-sebut sejak awal oleh Helena yang meminta bantuan Daniel untuk menemukan adiknya yang kabur bersama seorang penyelundup. Nah, benang merah cerita di buku kedua inilah yang dikembangkan lebih lanjut dimana Juliet diceritakan mencari keberadaan ‘penculik’-nya dengan bantuan Rosalind dan Griff.

Pencarian yang dilakukan untuk mengembalikan nama baik Juliet itu membawanya kepada Sebastian yang mengaku sebagai saudara kembar sang penculik. Namun begitu Juliet sangat yakin bahwa pria itulah yang dsebenarnya menculiknya dulu. Sang pria tidak mengakuinya dengan berbagai alasan dan berusaha menghindari Juliet yang bersama Rosalind dan Griff terpaksa menginap di rumah Lord Templemore tersebut karena cuaca yang tidak menentu.

Usaha Juliet untuk meminta pengakuan dari Sebastian inilah yang akhirnya menjadi inti utama cerita di buku ketiga ini. Sekali dua kali perdebatan antara Juliet dan Sebastian yang sama-sama keras kepala dengan pendirian masing-masing terasa cukup menarik untuk disimak, namun jika terjadi berulang kali lama kelamaan terasa membosankan. Bahkan saat rasa tertarik secara fisik membuat keduanya terlibat lebih intim, Sebastian tetap tidak mau mengaku sementara Juliet juga tidak mau menyerah untuk membuat pria itu mengakui perbuatannya dulu.

Alasan Sebastian tidak mau mengaku pada Juliet ada kaitan erat dengan masa lalunya yang membuatnya tidak percaya pada cinta dan berkeinginan untuk menikah hanya karena keharusan saja. Selain itu dia ingin melindungi saudara kembarnya. Setelah segalanya terungkap pun masalah tidak berhenti begitu saja karena Juliet tidak mau menikah dengan Sebastian kalau pria itu tidak mengakui perbuatanya juga pada Griff dan keluarganya yang lain. Sebastian awalnya tidak mau namun berubah pikiran di belakang sementara Juliet malah akhirnya meminta Sebastian tidak usah mengaku saja. Nah lho? Kok labil begini ya? Alhasil setelah separuh buku lebih keduanya masih saja meperdebatkan hal yang sama, aku merasa capek dan luar biasa bosan sampai membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya*yawn*

Original Version

Bahkan keberadaan Rosalind dan Griff sebagai tokoh pemdamping pun tidak cukup menolong. Perdebatan keduanya terasa kurang cerdas walaupun isu keterlambatan mempunyai anak setelah pernikahan yang cukup lama merupakan isu yang sangat sensitif hingga saat ini, namun perilaku Griff yang pemarah dan penuh emosi membuatku sebal padanya.

Pada akhirnya setelah membaca buku ini, hanya satu kalimat untuk pasangan Sebastian-Juliet: keduanya tidak mau rugi secara fisik walaupun terus tarik ulur berkepanjangan pada satu hal yang itu-itu saja*sigh*

Kover versi Indonesia buku ketiga seri Swanlea Spinters ini cukup berbeda dari kedua buku pertamanya—buku pertama separuh tubuh seorang lady dan buku kedua visualisasi Lady Helena—namun tetap khas kover buku-buku terbitan Dastan dengan latar bangunan kastil berlangit pink cerah dan pot bunga besar di sisi kanannya. Kurasa aku bisa menganggap bahwa inilah visualisasi Templemore House. Kover buku aslinya sendiri merupakan visualisasi peristiwa penculikan Juliet oleh ‘Morgan Pryce’ berupa sepasang pria dan wanita mengendarai kereta kuda dalam suasana musim dingin yang kelabu karena dominasi warna abu-abu pada kovernya. Untuk kali ini aku lebih suka kover versi Indonesianya.

Sensasi rasa untuk buku ini: 2,5/5

Sekilas kata:
Awalnya aku heran dengan beberapa komentar negatif tentang buku ketiga ini sementara di sisi lain cukup banyak juga yang memujinya. Dan akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke kubu yang tidak menyukai buku ketiga ini. Sorry.

2 thoughts on “After the Abduction – Pertemuan Kedua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s