Seduction in Death – Rayuan dalam Kematian

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Seduction in Death
Penulis: J.D. Robb
Penerjemah: Hardi Prasetyo
Tebal: 520 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-979-22-7915-3

Sinopsis:
Buku ke-13 seri Dalam Kematian.

Pria lajang berkelana di dunia maya mencari pasangan, berkenalan dengan wanita, berhubungan via surat elektronik, sebelum akhirnya memutuskan untuk bertemu langsung. Saat makan malam romantis itu, mereka bercengkerama sambil minum anggur, berbincang dengan mesra. Namun beberapa jam kemudian sang wanita ditemukan tewas. Penyebabnya: overdosis narkotika langka senilai seperempat juta dolar.

Melihat lilin menyala, alunan musik, kelopak mawar tersebar di ranjang, serta botol sampanye dan dua gelas bekas pakai, Letnan Eve Dallas menyimpulkan si pelaku memang berniat merayu korban, namun pembunuhan tidak termasuk dalam rencananya. Menghadapi hal semacam itu, hanya ada dua kemungkinan yang bisa terjadi: bersembunyi karena takut dan merasa bersalah, atau malah berkelana lagi di dunia maya, mencari serta merayu korban berikutnya…

Resensi:

Sebagai buku ke-13 dari In Death Series, sebenarnya aku mengharapkan sesuatu yang lebih misterius dan lebih berkesan dark dan gloomy. Namun hal itu tidak kutemukan di buku ini. Seperti biasa duo Eve-Peabody plus ikut campurnya MacNab dan Roarke dalam kasus, serta keterlibatan Summerset, Maya, Nadia, Feeney, dan Mavis sebagai pelengkap menjadi sajian utama buku ini. Bayang-bayang masa lalu Eve tentang pelecehan yang dilakukan sang ayah kembali menjadikan sang letnan terbawa perasaan dalam penanganan kasus ini. Terlebih saat menyadari para korban hanay dijadikan sebuah permainan oleh tersangka yang kali ini sudah diungkapkan sejak awal.

Ide tentang kejahatan dunia maya dengan menampilkan citra kekasih sempurna untuk menarik mangsa memang sejalan dengan perkembangan teknologi dan kejadian di dunia nyata. Keterlibatan narkoba mahal sebagai alat bantu kejahatan mengungkapkan kisah masa lalu yang membuat miris. Sejauh mana teknologi akan berguna bagi kita dan akhirnya malah akan mengendalikan kehidupan manusia di masa depan karena sudah tidak ada lagi tata nilai yang mengatur hidup manusia. Segala masalah seakan terselesaikan dengan uang dan teknologi.

Berbagai istilah dunia cyber yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia malah membuatku berpikir dua kali sambil mengira-ngira apa artinya. Jujur aku lebih akrab dengan chat room daripada ruang bual, donwload dan upload daripada mengunduh dan mengunggah, juga dengan istilah surel yang artinya…er, surat elektronik a.k.a e-mail?😄

Well, sebagai fans In Death series, sebaiknya tidak melewatkan buku ke-13 ini sambil menanti buku ke-14 selesai diterjemahkan dan diterbitkan penerbit lokal😀

Sensasi rasa untuk buku ini: 3/5

My favorite quotation:

Namun tiap manusia membunuh hal yang dicintainya, Satu demi satu biarkanlah hal ini terdengar, Beberapa melakukannya dengan ekspresi pahit, Beberapa dengan ucapan memuji.

Pengecut melakukannya dengan ciuman, Pria pemberani dengan pedang!

-Oscar Wilde

Sekilas kata:

Yang selalu kunantikan sejak kehadiran MacNab sebagai pengagum She-body adalah interaksi mereka berdua yang khas, panas, penuh humor, dan tak tertebak. Hubungan keduanya yang mendingin di seri sehelumnya akhirnya menemukan jalan keluarnya di buku ketigabelas ini. Untuk para pencinta Roarke…, well, selamt menjatuhkan cinta lagi keapda pria sempurna suami Eve ini yang tentu saja too good to be true *sigh*

11 thoughts on “Seduction in Death – Rayuan dalam Kematian

  1. belum baca…. :((

    apapun cerita pembunuhannya, aku lebih tertarik ke cerita antar tokohnya… Roarke dan Eve serta McNab dan Peabody…. karena hubungan mereka terus berkembang di setiap serinya jadi seru ngikutinnya….

  2. hoaaaa.. kenapa harus ga punya duit disaat seperti ini? *sigh* well, bener banget deh. aku lebih nungguin cerita macnab ama she-body dibandingin roarke sejak aku baca buku yang… mana ya? arghh.. otakku lagi bebal. meskipun roarke, tetep the most favorable man in the world. hahaha

      • haahhh… aku sudah dapet bayangin roarke di anggota boyband favorit aku. itupun dengan tambahan kalo dia harus blaster korea-eropa yang mempunyai warna mata biru. edward cullen aja menurutku masih jauh dibawah roarke. gyaaa… *cakartembok*

      • yaiyalah…scara Roarke tu masih hidup smntara Edcull uda RIP *hmpfh* <–dikeplak fans
        Roarke itu udah pasti too perfect to be true tpi tetup qta suka, hahaha

      • hahaha. ecull udah rip ya? aku baru tahu. *cengo* iya. dan si eve sangat beruntung sekali mendapatkan roarke. aku mau.. aku mau… oh, ya. nama kamu siapa? kayaknya kita cocok nih.😀

      • yeah, dani. haha. i have a lot of friend that named dani. kkk. dani aja nih? ga perlu pake mba atau kakak? betul banget. eve.. kalo aku punya roarke udah aku sekep mulu di kamar dah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s