The Touch of Fire – Sentuhan Api

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: The Touch of Fire
Penulis: Linda Howard
Penerjemah: Farah Astrid Effendi
Tebal: 480 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-979-22-7960-3

Sinopsis:

Wilayah Arizona, 1871. Dituduh melakukan pembunuhan membuat Rafe McCay hidup dalam pelarian selama bertahun-tahun. Baginya, hidup berarti membunuh atau dibunuh orang-orang yang mengejarnya. Namun ketika Rafe terluka parah dan membutuhkan pertolongan dokter, ia tak menyangka akan disembuhkan oleh Annie Parker, dokter wanita di Silver Mesa, dengan sentuhan tangannya yang ajaib. Karena tak ingin jejaknya terlacak sekaligus masih membutuhkan perawatan, Rafe menculik Annie, membawa sang dokter hidup dalam pelarian.

Tak ada yang dapat Annie lakukan selain memastikan sang pelarian pulih dan menepati janji akan memulangkannya ke Silver Mesa. Akan tetapi, seiring waktu ia justru tak ingin berpisah dengan Rafe – tidak setelah ia berhasil membuka hati dan berusaha memahami pria itu. Meski benci mengakui bahwa ia mencintai Rafe, Annie bertekad melindungi dan membersihkan nama pria itu…

Resensi:
Seorang dokter wanita diculik seorang tersangka pembunuh lalu keduanya jatuh cinta. Happy end. Well, inti ceritanya sesederhana itu, namun pada proses pengembangan cerita hasilnya tidak secepat itu. Kisah perang saudara di Amerika Serikat yang melibatkan Utara-Selatan menjadi salah satu inti cerita di buku ini.

Pada bab awal diceritakan usaha Rafe untuk menyembunyikan diri dari seorang pemburu buronan namun setelah bertemu Annie alurnya menjadi lambat. Sang pemburu tidak muncul-muncul dan cerita hanya berkutat pada kegiatan Rafe dan Annie di pondok tempat mereka bersemunyi.

Yang membuatku heran, betapa daya tahan tubuh Rafe sangat hebat, setelah berhari-hari penuh luka yang berpotensi infeksi dia masih mampu bertahan tanpa cacat tubuh sama sekali akibat luka tersebut.

Annie, sang dokter cenderung penurut dan tidak ada usaha untuk melarikan diri waktu awal-awal diculik, mungkin karena kondisi fisik Rafe yang membutuhkan perhatian ekstra yang membuatnya mengurungkan niatny untuk kabur ya.

Rasa tertarik keduanya sudah terlihat sejak awal cerita. Lagi-lagi hal ini cukup menggangguku karena terkesan tidak ada acara tarik-ulur dulu😛

Yang aku tidak suka dari Rafe adalah dia memaksakan kehendak kepada Annie! Bahkan walaupun dia tahu status Annie, namun dia tetap memaksanya. Tidak hanya sekali, namun berkali-kali dan Annie manut-manut saja sampai akhirnya mereka menikah pun…*sigh*

Kekuatan penyembuh Annie sewaktu di perkemahan apache rasanya mendadak saja dimunculkan idenya. Walaupun memang sejak awal Rafe merasakan perbedaan dari sentuhan Annie, namun dari penceritaannya hal itu terjadi karena rasa tertariknya pada Annie, bukan karena kekuatan penyembuh tersebut. Selain itu tidak ada cerita lain tentang kekuatan penyembuh Annie baik sebelum dia diculik Rafe ataupun setelahnya.

Kemunculan seorang tokoh di pertengahan cerita yang sejalan dengan mendadak terbukanya masa lalu mengapa Rafe yang dituduh membunuh membuat cerita terasa dipaksakan. Apalagi saat akhirnya tokoh tersebut ternyata berperan cukup besar hingga akhir cerita. Mengapa bukan tokoh pemburu Rafe yang sejak awal muncul saja yang mengalami perubahan karakter setelah mengetahui kebenaran yang ada.

Usai membaca buku ini aku hanya bisa menghela nafas karena kurang puas dengan karya Linda Howard yang satu ini. Tidak ada yang berkesan kali ini, bahkan tidak untuk porsi romance-nya sekalipun.

Sensasi rasa untuk buku ini: 2,5/5

Sekilas kata:
*sigh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s