Comanche Magic – Penderitaan Sang Gadis Malaikat

13450822

Indonesian cover

Detail buku:
Judul asli: Comanche Magic
Penulis: Catherine Anderson
Penerjemah: Khairi Rumantati
Tebal: 456 halaman
Penerbit: Dastan Books
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-602-9267-66-2

Sinopsis:

Franchine Graham, alias Franny, telah menjalani kehidupan yang pahit dan penuh penderitaan sejak usia tiga belas tahun. Ia terpaksa melakukan pekerjaan yang sangat dibencinya untuk menghidupi keluarganya. Dengan ibu yang buta, delapan orang adik, serta satu orang adiknya menderita cacat yang membutuhkan obat yang mahal, Franny seolah terperangkap dalam kehidupannya yang sekarang.

Sementara itu, Chase Kelly Wolf kembali ke Wolf’s Landing karena mengalami cedera saat bekerja. Kehidupan sebagai penebang kayu yang keras membuat Chase berubah menjadi pria yang sinis. Ketika Franny akan mengunjungi Indigo, Chase bersikap kasar dan dingin pada Franny, serta langsung mengusirnya dan melarang gadis itu untuk bergaul dengan Indigo. Namun, perasaan Chase langsung berubah ketika ia mengetahui latar belakang dan kisah Franny yang memilukan. Semakin lama Chase menghabiskan waktu bersama Franny, ia semakin terpikat pada kepolosan dan kelembutan gadis itu. Lagi pula, sejak awal Chase sudah terpikat dengan rambut keemasan, mata hijau, dan senyum Franny yang manis seperti malaikat. Di lain pihak, meskipun pada awalnya Franny merasa takut terhadap Chase, namun ia tidak bisa mengingkari kalau dirinya mengagumi ketampanan pria itu. Seiring dengan berlalunya waktu, Chase berusaha menyembuhkan kesedihan Franny. Namun, dengan terlalu banyak rahasia yang membayangi kehidupannya, Franny tidak bisa mengambil risiko untuk dekat dengan seseorang.

Sanggupkah Chase menyembuhkan luka hati Franny dan membuatnya percaya pada kekuatan cinta sejati? Dan apakah Franny sanggup memercayakan rahasia sekaligus hatinya kepada Chase? Akankah mereka bersatu dengan beban masa lalu yang sangat kelam yang menghantui keduanya?

Resensi:
Awalnya aku sangat bersemangat membaca kisah terakhir dari keluarga Hutner Wolf ini. Kubayangkan Chase Kelly yang wild dan pemberontak akan memberi cerita yang penuh tarik-ulur dengan pasangannya dan lebih seru daripada cerita Indigo, namun ternyata aku salah. Bukan cerita meledak-ledak yang kutemukan, namun cerita yang penuh kesengsaraan sang heroine, Franny Graham.

Penampilan bak malaikat Franny di awal pertemuannya dengan Chase sangat membekas bagi pria itu. Walau sempat berprasangka buruk saat tahu profesi Franny yang sebenarnya, namun Chase tidak bisa menjauhi sang gadis yang perilaku dan penampilan sehari-harinya selalu terlihat kontradiktif dengan profesinya tersebut.

Chase yang sempat mengunjungi keluarga yang Franny sembunyikan di kota lain selama bekerja sebagai pelacur pun menemukan bahwa di balik sebuah keluarga berkecukupan yang Franny tampilkan bersama sang ibu dan saudara-saudaranya, tersimpan sebuah masa lalu kelam yang menjadikan Franny menjadi seperti sekarang ini.

Sebuah peristiwa yang melibatkan adik lelaki Franny di kemudian hari membuat sang kakak shock dan membuat Chase menyadari menyadari bahwa bagaimanapun Franny harus berdamai dengan masa lalu untuk melangkah maju bersamanya.

Ide cerita yang diolah Catherine Anderson kali ini diilhami dari masa lalu nenek buyutnya di zaman perang kemerdekaan, dimana saat itu pandangan masyarakat amat berpengaruh dalam kehidupan sosial. Sebuah keluarga yang bersosialisasi secara rutin dan mengikuti berbagai acara di masyarakat dianggap lebih terhormat dan berderajat tinggi walaupun mengalami kesulitan untuk membiayai hidup mereka daripada sebuah keluarga yang mampu bertahan hidup dengan bekerja di bidang yang dipandang tidak pantas oleh masyarakat saat itu. Kerhomatan keluarga adalah segala. Prinsip keluarga terpandang saat itu adalah: lebih baik kelaparan dalam kemiskinan daripada merendahkan diri untuk bekerja yang mempermalukan keluarga.

Yang bagiku kurang dieksplor adalah masa lalu pemberontakan Chase dan kebenciannya kepada pelacur yang telah menipunya. Rasa percaya Chase pada Franny terlalu cepat datang dan terkesan menjadi cinta buta karena dia mau melakukan apa saja untuk gadis yang dicintainya itu. Bagaimana pun seharusnya sebagai seorang pria, Chase punya rasa cemburu yang akhirnya tidak terlalu terlihat hingga akhir cerita.

Untuk kover edisi Indonesianya aku rasa lebih baik daripada versi asli walaupun aku tidak tahu apa kaitannya setangkai bunga ungu dan kuda cokelat dengan inti cerita pada buku ini. Yang sangat menggangguku tentu saja adalah penerjemahan judul Comanche Magic menjadi Penderitaan Sang Gadis Malaikat. Kepanjangan dan terkesan ngenes. Mengapa bukan Mukjizat Comanche, Mukjizat Terakhir atau apa yang simpel dan ringkas?*digetok*

Sensasi rasa untuk buku ini: 3,5/5

Sekilas kata:
Walau tidak sampai nangis-nangis waktu membacanya, namun baru kali ini aku nyesek baca romance karena nasib yang amat sangat buruk dari sang heroine-nya. Sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s