Dance of Seduction – Tarian Cinta

Indonesian cover

Detail buku:
Judul asli: Dance of Seduction  (Swanlea Spinsters #4)
Penulis: Sabrina Jeffries
Penerjemah: Shanty Marhen
Tebal: 488 halaman
Penerbit: Dastan Books
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-602-9267-64-8

Sinopsis:

Lady Clara Stanbourne mendedikasikan hidupnya untuk melindungi anak-anak jalanan di London. Ia gembira ketika mendapatkan warisan dari pamannya, sehingga ia bisa mewujudkan mimpinya untuk anak-anak asuhnya. Namun, kegembiraannya tidak bertahan lama karena munculnya seorang penadah yang membuka toko di sebelah panti yang ia dirikan.

Kapten Morgan Pryce ditugaskan di Spitalfields oleh atasannya di Departemen Dalam Negeri untuk menangkap otak pelaku pencurian uang yang dijuluki Specter. Dan dengan reputasinya yang buruk, Morgan tidak dicurigai ketika menjalankan usahanya dan bergaul dengan para pelaku kriminal. Meskipun kondisi itu mengingatkan Morgan akan masa kecilnya yang tidak menyenangkan, ia tetap bersemangat memburu targetnya. Tapi Morgan tidak menduga kalau seorang wanita keras kepala yang mandiri seperti Clara akan mengancam misinya.

Kepedulian Morgan berlawanan dengan rumor tentang kejahatannya dan membuat Clara makin tertarik pada pria misterius itu. Morgan juga mampu membangkitkan sisi liar pada diri Clara. Namun Clara tahu ia tidak akan pernah menemukan cinta bersama pria seperti Morgan. Di lain pihak, sekeras apa pun Morgan berusaha menghindari Clara, ia tidak bisa menyingkirkan pesona keliaran yang tersembunyi di balik sikap santun Clara. Morgan juga sadar ia tidak bisa jatuh cinta pada Clara karena rahasia masa lalunya yang kelam. Mampukah Morgan melepaskan impiannya kembali ke laut dan menghadapi masa lalunya? Sanggupkah Clara membuat Morgan berdamai dengan masa lalu dan menyadari cinta pria itu padanya?

Resensi:
Trauma setelah membaca buku ketiga masih membayangiku saat mulai membuka halaman pertama buku keempat dari seri Swanlea spinters ini. Ternyata oh ternyata, walau berbeda kepribadian dengan Sebastian Blakely, Morgan Pryce setali tiga uang dengan saudara kembarnya itu. Lady Clara juga semakin memperkuat karakter di balik tampilan seorang Lady yang berkelas, tersimpan gairah menggelegak yang belum tersentuh.

Karakter Morgan yang cenderung menutup diri dari orang lain karena masa lalu yang kelam seperti membuat Clara yang diceritakan punya darah pemberontak dari pihak keluarga ibunya tertarik padanya. Sangat khas karakter para tokoh utama dalam buku-buku romance biasanya. Keberadaan Specter yang menjadi incaran Morgan bersama Spencer tidak terlalu kentara karena sebagian besar buku di awal hanya berkutat pada hubungan tarik ulur Clara-Morgan dan bagaimana para anak Rumah Reformasi yang cenderung bermasalah berulang kali membuat ulah. Ada sedikit kejutan di akhir cerita, namun tidak cukup untuk membuatku lebih terkesan pada buku ini daripada buku kedua.

Aku semakin menantikan buku kelima yang menceritakan tentang Spencer🙂

Sensasi rasa untuk buku ini: 3/5

Sekilas kata:
Ceritanya setipe dengan buku ketiga the Devil Series-nya Lorraine Heath, bedanya di buku ini Lady Clara-lah sang malaikat penyelamat anak-anak jalanan, buka Frannie yang mantan anak jalanan juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s