Dear John

8308958

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Dear John
Penulis: Nicholas Sparks
Penerjemah: Barokah Ruziati
Tebal: 392 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, 2010
ISBN: 978-979-22-5847-9

Sinopsis:

“Dear John” demikian surat itu dimulai. Dan dari dua kata itu, ada hati yang patah dan dua anak manusia yang hidupnya berubah selamanya.

John Tyree, pemuda pemberontak yang memilih menjadi tentara karena tidak punya tujuan hidup… sampai dia bertemu Savannah Lynn Curtis. Hubungan yang awalnya hanya percintaan musim panas berubah menjadi cinta abadi, membuat Savannah rela menunggu John menyelesaikan penugasannya yang berjanji akan pulang dan menikahinya. Tapi tak satu pun menyangka akan terjadi peristiwa 9/11 di New York yang mengubah dunia dan cinta mereka. Pada saat itu, sebagai tentara, John harus memilih antara cintanya pada kekasih atau negaranya. ketika akhirnya pulang ke kampung halaman, John harus menghadapi kenyataan pahit dan menyadari bahwa cinta ternyata bisa mengubah manusia dengan cara yang tak pernah bisa dia bayangkan sebelumnya.

Resensi:
Konsep patah hati-penemuan kembali cinta sejati-perpisahan kembali digunakan oleh Nicholas Sparks dalam bukunya berlatar belakang percintaan musim panas ini. Namun kali ini Nicholas Sparks meramunya dengan formula yang sedikit berbeda.

Bukan luka cinta masa lalu yang menghantui seorang John Tyree, namun cintanya pada Savannah di masa kini-lah yang menjadi cinta sejati sekaligus penyebab patah hatinya di kemudian hari.

Yang selalu membuat iri dalam setiap novel romance karya Nicholas Sparks adalah betapa dalamnya cinta sang tokoh pria kepada sang wanita, dan bagaimana hal yang sederhana seperti memandang bulan dari dua tempat yang berbeda pada waktu yang sama bisa menjadi sebuah gagasan romantis untuk sepasang kekasih.

Perjuangan John untuk mengakhiri masa tugasnya di Angkatan Darat demi mewujudkan mimpinya bersama Savannah harus berkali-kali gagal karena berbagai alasan yang pada akhirnya menyebabkan perpisahan keduanya.

Nilai lebih buku ini adalah hubungan John dan ayahnya yang sejak awal diceritakan tidak harmonis, dimana sang ayah lebih mementingkan koleksi koinnya daripada berbagi rasa dengan John yang sudah kehilangan kasih sayang ibu sejak kecil. Vonis tak langsung Savannah bahwa ayah John menderita sindrom asperger sempat membuat John marah. Namun hal itu ternyata membukakan matanya dan bisa lebih membuatnya memahami sang ayah hingga hari-hari terakhirnya.

Akhir kisah Nicholas Sparks kali ini seperti biasa membuat para pembacanya merasa kesal karena cenderung tidak seperti yang diinginkan. Namun bagiku, setiap novel Nicholas Sparks memberi alternatif lain dari happy ending.

Untuk novel ini, konsep mencintai tidak harus memiliki diterapkan oleh Nicholas Sparks dimana happy ending itu terwujud dalam bantuan yang John berikan diam-diam untuk melihat kebahagiaan Savannah bersama orang lain yang menurutnya lebih berhak dan lebih membutuhkan kekasihnya itu.

Suasana pantai berombak putih dengan pasir oranye dan langit biru cerah dalam kover versi Indonesia buku yang sederhana, sepi, namun menentramkan ini mampu memvisualisasikan suasana musim panas yang menjadi moment pertemuan John dan Savannah. Love it.

My favorite quotation:

“Aku tahu memang tidak secepat e-mail, tapi itu yang aku suka dari surat. Aku suka kejutan menemukan sepucuk surat di kotak suratku dankegelisahan yang kurasakan saat bersiap-siap membukanya. Aku suka karena surat bisa dibawa-bawa untuk kubaca di waktu luang, dan aku bisa bersandar di pohon dan merasakan embusan angin di wajahku saat melihat kata-katamu di atas kertas. Aku senang membayangkan dirimu saat menulisnya; baju yang kaupakai, keadaan di sekelilingmu, caramu memgang bolpoin. Aku tahu ini klise dan mungkin tidak benar, tapi aku selalu membayangkan kau duduk di dalam tenda menghadap meja darurat, dengan lampu minyak menyala di sampingmu sementara angin bertiup di luar. Itu jauh lebih romantis daripada membaca sesuatu di mesin yang juga kaugunakan untuk mengunduh musik atau riset makalah.”

-Savannah, 207

Sensasi rasa untuk buku ini: 3,5/5

Sekilas kata:
Buku ini sudah dituangkan dalam film yang dibintangi Channing Tatum dan Amanda Seyfried. Walaupun endingnya berbeda dan filmnya tidak sefenomenal The Notebook dan A Walk to Remember, namun Dear John punya original soundtrack yang pas dan cocok dengan seleraku, terutama lagu Little House yang dinyanyikan sendiri oleh Amanda Seyfried.

FYI, ada sebuah istilah “Dear John Letter”  dimana seorang wanita mengirimkan surat kepada kekasih prianya untuk memutuskan hubungan, biasanya karena sang wanita menemukan pria lain. Sedangkan surat putus untuk seorang wanita biasanya disebut “Dear Jane Letter”.

Terdapat pula lagu berjudul A Dear John Letter yang dipopulerkan oleh Skeeter Davis yang tentu saja menceritakan tentang perpisahan😦

8 thoughts on “Dear John

    • Aku tahunya waktu iseng gugling nyari info ttg film Dear John thun lalu🙂
      Btw, apapun novelnya Nick Sparks mah aq slalu baca *romance-tearjerking-alertmodeon*

  1. Pingback: Name In A Book Challenge 2012 « Melihat Kembali

  2. Pingback: [Wrap Up Post] Name In A Book Challenge 2012 | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s