The Hunger Games

200px-hunger_games

Cover

Detail buku:
Judul asli: The Hunger Games
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Tebal: 408 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan II, 2009
ISBN: 978-979-22-5075-6

Sinopsis:

Dua puluh empat peserta.

Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah : membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol

Resensi:
Masa depan yang suram dan berada di bawah kepemimpinan otoriter menjadi latar belakang kisah fiksi fantasi ini. Sebuah negara-Panem-dengan belasan distrik penyokong sebuah pusat kota-Capitol-yang menjual mimpi merupakan penggambaran kebanyakan kondisi negara-negara besar di dunia saat ini dimana sebuah kota besar yang berkembang pesat berbanding terbalik dengan kondisi kota-kota kecil di sekitarnya.

Kondisi masa depan yang bobrok tersebut dibalut dengan kombinasi tema perang+reality show yang menjual “kebohongan” untuk memuaskan para penonton televisi berhasil ditampilkan dengan baik oleh sang penulis, Suzanne Collins.

Karakter utama dalam buku ini adalah Katniss, seorang remaja yatim belasan tahun yang sangat membenci keberadaan the Hunger Games. Sikap sinis, penuh curiga, dan keras namun terkadang ragu-ragu dalam diri gadis ini muncul karena keterpaksaan tumbuh dalam lingkungan yang keras dan mematikan. Untuk bertahan hidup setelah kematian ayahnya, Katniss harus berburu dan melakukan transaksi di pasar gelap bersama Gale, teman sekaligus mentornya dalam berburu.

Katniss mengajukan diri sebagai pengganti sang adik sebagai wakil dari distrik 12 dan akhirnya berpasangan dengan Peeta Mellark, seorang pemuda seumur Katniss yang menurut orangtuanya sendiri tidak akan dapat bertahan sampai the Hunger Games selesai. Namun begitu keduanya mampu mencuri perhatian para penikmat acara the Hunger Games atas bantuan mentor dan para pendamping mereka, terutama setelah Peeta mengungkapkan perasaannya kepada Katniss di hadapan publik yang membuat Katniss marah besar karena di sisi lain dia diam-diam menyukai Gale.

Bumbu romance antara Katniss dan Peeta yang “tercipta” dalam Hunger Games memberi warna tersendiri karena pada dasarnya Peeta memang menyukai Katniss sejak dulu sementara gadis itu menganggapnya tak lebih hanya sebagai anak yang memberinya roti. Namun dari perbuatan kecil itulah akhirnya keduanya terhubung dan membuat Katniss tetap merasa berhutang karena tanpa roti pemberian Peeta dia dan keluarganya tidak akan mampu bertahan hidup.

Keberadaan para peserta yang lebih kuat dan terlatih dari distrik lain yang melakukan berbagai cara untuk memenangkan the Hunger Games membuat Katniss harus memutar otak agar selamat dan bisa kembali ke distriknya. Taktik apapun dicoba Katniss agar dirinya mampu bertahan sampai akhir permainan.

Katniss berusaha mematuhi wejangan Haymitch, sang mentor, namun perasaan berhutang kebaikan kepada Peeta-lah yang nantinya turut mempengaruhi Katniss dalam mengambil setiap keputusan saat berlaga dalam the hunger Games dan bahkan mempengaruhi hasil akhir permainan mematikan tersebut.

Kover buku bergenre fiksi-fantasi-distopia ini aku rasa cocok, gelap, suram yang menggambarkan kondisi sebenarnya negara Panem dan hanya menampilkan gambar pin mockingjay pemberian Madge kepada Katnissyang berwarna emas, kontras dengan latar belakang, dimana pin tersebut nantinya menjadi benang merah hingga ke buku terakhir. Sayang sekali pemilihan warna hijau untuk tulisan di punggung buku tidak cocok dengan warna hitam sehingga tulisan yang ada tidak terbaca tanpa bantuan cahaya yang cukup terang.

Deskripsi cerita dari sudut pandang orang pertama yang mendominasi keseluruhan cerita mungkin cukup mengganggu bagi pmbaca yang tidak suka berbaris-baris deskripsi tanpa dialog secuil pun. Namun ternyata hal itu tidak terlalu menggangguku yang biasanya cenderung menyukai buku dengan sudut pandang orang ketiga dan banyak dialog.

Walaupun the Hunger Games terkesan suram, gelap, dan berat karena menceritakan tentang permainan pembantaian, namun buku ini pantas untuk dinikmati mulai dari young-adult hingga dewasa, terutama untuk para penggemar fiksi fantasi.

My favorite quotation:

“Orang baik memiliki cara untuk menyelinap masuk ke dalam diriku dan membusuk di sana.” p.59

Sensasi rasa untuk buku ini: 4/5

Sekilas kata:
Aku memilih untuk menonton terlebih dahulu film the hunger Games sebelum membaca bukunya kupinjam dari seorang teman. Hal ini aku lakukan karena feel untuk membacanya tidak datang-datang. Namun begitu ternyata aku puas dengan keduanya, baik buku maupun filmnya walaupun tetap saja ada yang esensi yang terasa hilang di versi filmnya, terutama pendekatan masa lalu Katniss-Peeta🙂

Secara fisik pemeran Katniss, Jenifer Lawrence tidak cukup kurus untuk memvisualisasikan kelaparan yang melanda Distrik 12. Josh Hutcherson sebagai Peeta? Err, cocok sih, tapi badannya kurang proporsional untuk bersanding dengan Jenifer Lawrence yang cukup tinggi walaupun memang dalam buku disebutkan Peeta tingginya sedang-sedang saja🙂

3 thoughts on “The Hunger Games

  1. mwahahha. jadi pemeran utama ceweknya kurang ‘langsing’ ya Mbak? hohohhh.. kalo aku belum nonton. dan memang nggak terlalu suka versi film dari sebuah buku sih. tapi kayaknya seru deh kalo nonton filmnya juga, apalagi adegan waktu..pertarungan.. *dududu

    • iya..kurang “merana”. tapi memang sepertinya JLawrence berpawakan agak berisi jadi ya sudah maksimal kurus kali ya itu😛 untung saja aktingnya cukup bagus untuk menghidupkan sosok Katniss. Kita tunggu saja film selanjutnya, apakah chemistry Jen+Josh bisa semakin terbangun atau tidak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s