A Kiss at Midnight – Kecupan Tengah Malam

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: A Kiss at Midnight (Fairy Tales, #1)
Penulis: Eloisa James
Tebal: 464 halaman
Penerbit: Dastan Books
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-602-926-782-2

Sinopsis:

Katherine Daltry adalah cucu seorang earl, tapi sejak kematian ayahnya, ia dipaksa tinggal di loteng dan diperlakukan seperti pelayan. Bahkan di usianya yang sudah dua puluh tiga tahun, Kate belum pernah sekali pun mengikuti Season. Tapi nasib Kate mendadak berubah ketika ia diperintahkan ibu tirinya untuk menyamar menjadi Victoria, adiknya tirinya, dan menghadiri pesta yang diadakan keluarga calon suami adiknya itu.

Prince Gabriel terpaksa tinggal di Kastil Pomeroy karena sang kakak, Grand Duke of Malburg, memutuskan mengusir semua orang yang tidak disukainya. Karena itulah, Gabriel harus menikah dengan seorang putri yang telah dipilihkan kakaknya agar bisa menghidupi mereka semua, padahal ia lebih suka terlibat penggalian arkeologi di Kartago. Jadi, ia pun mengadakan pesta untuk menyambut kedatangan calon istrinya—seorang putri Rusia kaya raya—yang akan menjadi juru selamat dengan warisan yang berlimpah. Namun, saat ia bertemu Kate semua rencananya yang sudah tersusun dengan baik terancam gagal.

Setelah berhasil mengetahui identitas Kate yang sebenarnya, Gabriel malah semakin berani menggoda Kate. Bersama dengan Kate membuat Gabriel merasa bisa melupakan statusnya dan menjadi dirinya sendiri. Kate pun tak bisa memendam ketertarikannya terhadap pesona sang pangeran yang begitu memikat. Akan tetapi, Kate tahu bahwa ia hanya menipu dirinya sendiri karena bermain cinta dengan pria yang akan menikahi wanita lain. Akankah Gabriel mengejar cintanya dan mengabaikan tanggung jawabnya? Haruskah Kate melupakan cintanya dan berharap hatinya tidak ikut hancur saat ia harus meninggalkan sang pangeran?

Resensi:
Sekilas membaca sinopsis yang terlintas di benakku adalah ide cerita ala Cinderella yang di akhir cerita akan mendapatkan kebahagiaan. Kurang cocok dengan judulnya yang membuatku lebih memilih cerita Puteri Tidur sebagai ide dasar🙂

Memang garis besar cerita mengambil ide Cinderella, namun karakter Kate sama sekali tidak tertindas walau memang sejak awal dia diceritakan tidka bisa lagi menikmati kemewahan seperti saat ayahnya masih hidup. Kate lebih mandiri, pekerja keras, dan bisa bebas menikmati udara luar, tidak seperti Cinderella yang dipingit. Bagian lain yang berbeda tentu saja jumlah saudara tiri yang dimiliki Kate, dia hanya punya satu, Victoria, yang mana dia gantikan keberadaannya karena mengalami luka cukup parah pada bagian wajahnya.

Cukup menggelikan bagaimana Kate harus menyamar sebagai Victoria padahal keduanya sama sekali tidak mirip. Bahkan Kate harus menggunakan wig beraneka warna untuk mengelabui orang-orang di sekitarnya serta menggunakan lilin sebagai penyumpal dada. Wah, memang benar-benar bodoh orang-orang waktu itu ya? :O

Interaksi antara Gabriel dan Kate sebenarnya cukup terjalin dengan baik dan chemistry keduanya juga terasa. Namun ketika nafsu mengalahkan segalanya dan Kate menyerah setelah sebelumnya bersikeras mempertahankan satu-satunya kehormatan yang dia miliki, rasa sukaku kepada pasangan ini perlahan memudar.

Portugese Cover

Original Cover

Terlebih lagi sejak awal Gabriel ngotot untuk lebih memilih menikahi puteri kerajaan lain demi politik negara daripada mengejar cintanya kepada Kate. Sungguh menyakitkan bagi calon istrinya tersebut. Namun memang mungkin demikian adanya pada masa lalu dimana banyak terjadi pernikahan politik tanpa cinta yang akhirnya menyebabkan para pria memiliki banyak wanita simpanan secara terbuka. Ck ck ck.

Untung saja diceritakan sekilas bagaimana sang calon istri menyadari kenyataan yang ada sehingga memilih mundur. Hal yang bagus karena tidak perlu diperpanjang lagi akhir cerita tersebut.

Banyak versi kover dari buku ini. Untuk versi Indonesia seperti biasa khas Dastan yang menampilkan warna-warna cerah dan kontras dengan visualisasi Kate di tengahnya. Kover original dan versi Portugis menjadi favoritku🙂

Sensasi rasa untuk buku ini: 2,5/5

Sekilas kata:
Untuk pengambilan ide dasar dongeng Cinderella, aku lebih memilih karya Julia Quinn,  An Offer From a Gentleman (Bridgerton Series #3). Walaupun Quinn mengambil ide yang sama namun bisa mengembangkannya dengan bagus, penuh humor, dan tidak memaksa meninggalkan sepatu kaca untuk menjadikannya semirip mungkin dengan dongeng tersebut.

Cukup berikan seorang ibu tiri dan dua saudara tiri jahat yang dihukum di akhir cerita setelah melakukan berbagai kejahilan pada diri sang tokoh wanita. Peran utama pria dan wanita dikembangkan dengan cukup berkarakter sehingga lebih menarik dan sempat mengalami masa-masa love and hate sebelum akhirnya bahagia selamanya. Walalupun terkesan klise namun terasa lebih menghibur daripada memberi banyak tokoh seperti yang dilakukan Eloisa James ini.

4 thoughts on “A Kiss at Midnight – Kecupan Tengah Malam

  1. whoa mbak yu, mbakku juga udah baca ini dan katanya juga ga begitu suka, terlalu mengada2 latar belakangnya hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s