Pleasures of a Notorious Gentleman – Kenangan yang Hilang

Detail buku:
Judul asli: Pleasures of a Notorious Gentleman (London’s Greatest Lover #2)
Penulis: Lorraine Heath
Penerjemah: Junika Rajagukguk
Penyunting: Jantje
Tebal: 468 halaman
Penerbit: Dastan Books
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-602-9267-90-7

Sinopsis:
Mercy Dawson ingin melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupnya. Jadi ia memutuskan untuk pergi ke Crimea dan merawat para prajurit yang terluka di sana. Namun, semua rencananya berubah ketika ia melihat Stephen Lyons untuk pertama kalinya.

Sebelum perang, Stephen Lyons adalah playboy paling terkenal di London. Tidak ada wanita yang sanggup bertahan terhadap rayuannya. Namun, perang telah mengubahnya. Stephen terluka parah dan kehilangan ingatannya akan dua tahun terakhir kehidupannya di medan perang. Sehingga ketika Mercy tiba di rumah Stephen dan mengaku kalau bayi yang dibawanya adalah putra Stephen, Stephen sangat terkejut. Tentu saja Stephen harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu dengan menikahi Mercy. Meskipun kehilangan ingatannya, Stephen masih ingat kalau dirinya yang dulu tidak mau terikat dalam pernikahan. Namun, ketika melihat kebaikan dan kasih sayang Mercy terhadap putranya, Stephen menyadari kalau Mercy berbeda dari wanita lain. Sementara itu, Mercy yang pada awalnya menduga kalau Stephen sudah tewas di medan perang, merasa bahagia setelah melihat laki-laki itu masih hidup. Namun, di dalam hatinya Mercy merasa ketakutan rahasia masa lalunya dan asal usul putranya akan terbongkar.

Apakah sebenarnya rahasia yang disembunyikan Mercy? Apakah yang akan dilakukan Stephen setelah ia mengetahui kebohongan Mercy? Akankah mereka bersatu di atas dusta yang mengancam kebahagiaan mereka?

Resensi:

“Aku ingin mengetahui semuanya, setiap detik yang kuhabiskan bersamamu yang tidak bisa lagi kuingat.”- Stephen Lyons, p.456

Jujur saja aku masih sebal dengan Mercy karena dia menyimpan kebohongan tentang status John yang sebenarnya sampai begitu lama, hingga lewat pertengahan cerita, dia masih kekeuh menyimpannya. Pertemuan Mercy dengan Sarah, ibu kandung John secara tidak sengaja akhirnya melegakanku. Akhirnya ada konflik lain yang bisa membuat cerita ini tidak berjalan datar saja. Namun hal ini sekaligus membuatku was-was akan sikap Stephen, terlebih karena dia selama ini kehilangan ingatan masa dua tahun peperangan di Crimea yang mempertemukan mereka dulu.

Wajar saja jika reaksi pertama Stephen adalah merasa dikhianati dengan kebohongan Mercy, apalagi pria ini perlahan menemukan tujuan hidupnya, membentuk keluarga. Wajar pula jika dia akhirnya lebih mempercayai perkataan Sarah yang telah lebih dulu dikenalnya dan berjanji akan membantu Stephen mendapatkan kembali ingatannya. Namun sekali lagi kebohongan tidak bisa bertahan selamanya. Stephen akhirnya mengetahui segalanya termasuk alasan besar Mercy tidak ingin Stephen mengingat pertemuan mereka.

Setelah kebenaran terkuak, Stephen meminta Mercy kembali padanya karena dia telah memberi sebuah alasan besar bagi pria itu untuk berubah, memiliki keluarga sendiri.

Sensasi rasa untuk buku ini: 3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s