Goodnight Tweetheart

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Goodnight Tweetheart
Penulis: Teresa Medeiros
Penerjemah: Siska Yuanita
Tebal: 248 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, Desember 2011
ISBN: 978-979-22-7837-8

Sinopsis:
@PenulisButuhIde
Setelah novel debutnya menjadi buku pilihan Oprah, Abby Donovan punya utang besar: menyelesaikan buku keduanya, yang sementara ini mandek pada Bab Lima. Jadi, sebenarnya Twitter hanya mengganggu konsentrasinya.

Trending Topic: True Love

Follower ber-ID MarkBaynard—dosen sinis yang sedang cuti panjang, begitu katanya—mengajarinya banyak hal tentang Twitter, sehingga Abby tak kesulitan menyuarakan pikirannya dalam 140 karakter. Tak lama, halangan menulisnya pun berangsur-angsur sirna.

Masalahnya, benarkah Mark Baynard nyata? Ataukah kedekatan mereka hanya ilusi sekejap yang tercipta di dunia maya?

#FollowToday
Kisah ini ditulis hampir seluruhnya dalam dialog tweet dan DM. Seperti rekaman chatting dengan teman yang kita simpan untuk dibaca lagi di kemudian hari.

* Kunjungi Teresa Medeiros di teresamedeiros.com dan follow @teresamedeiros di Twitter.

Goodnight Tweetheart menyajikan kata-kata cerdas, humor kering, dan kehangatan yang lembut dalam porsi setara. Medeiros menunjukkan bahwa pada era apa pun, dengan sarana komunikasi apa pun, cinta akan menemukan jalannya.
—Lisa Kleypas, pengarang best seller New York Times

Resensi:
Ketika teknologi berkembang pesat dan memunculkan dunia baru bernama dunia maya dengan keberadaan sosial media yang beragam, yang terjadi adalah interaksi tanpa batas tempat dan waktu.

Selain facebook yang sangat populer, saat ini twitter menjadi tempat curhat, tepat pedekate, sumber berita, dan bahkan tempat perang kata-kata yang sangat interaktif. Segalanya bisa terjadi di mikroblog yang muncul sejak tahun 2009 itu, termasuk jatuh cinta dan menjalin hubungan yang berlanjut ke dunia nyata.

Ide inilah yang coba dituangkan oleh Teresa Medeiros dalam Goodnight Tweetheart ini. Judul yang ear catchy ini merupakan modifikasi goodnight sweetheart, sebuah kata yang sering terucap dari seseorang kepada kekasih hatinya, dan tweet, sebuah istilah untuk post yang kita lakukan di twitter.

 Abby_Donovan: Kalau awalnya saja kau sudah di puncak, mau kemana lagi selain turun? – p.113

Diceritakanlah seorang Abby yang sedang dalam titik terendah dalam hidunya dimana dia mengalami writers block beberapa tahun sejak debut pertamanya meledak. Saran agennya untuk membuat akun twitter agar Abby dekat dengan para penggemarnya membuahkan perkenalan wanita itu dengan seorang pria, Mark Baynard. Mark-lah yang pertama kali menyapa Abby dan mengajarkan hal-hal mendasar yang harus diperhatikan Abby sebagai seorang newbie di twitterland.

Interaksi yang terjadi di antara Abby dan Mark berjalan lancar, bahkan mulai mengarah ke hubungan romantis dimana mereka menyempatkan diri untuk berkencan virtual dengan menggunakan berbagai fasilitas yang ada di twitter. Tak disangka sejak aktif bermain twitter dan berbagi cerita dengan Mark, Abby menemukan kembali passion-nya untuk melanjutkan menulis buku kedua yang selama ini ditelantarkannya.

Abby_Donovan: Aku tidak menulis buku untuk seluruh dunia. Aku menulisnya untuk diriku sendiri. – p.143

Masalah muncul ketika Abby mulai bimbang dengan perasaanya dan mau dibawa kemana hubungan romantis virtual mereka itu. Dia hanya mengenal Mark melalui twitter, dia tidak tahu apakah Mark yang ada di dunia nyata seasyik Mark yang ada di twitterland, ataukah sangat bertolak belakang dan akan membuatnya kecewa?  Terlebih lagi Mark mulai menghilang mendadak tanpa memberi kabar kepadanya. Hal ini semakin membuat Abby kebingungan dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Ada kematian yang bermakna. Ada pula yang absurd dan sama sekali tidak memiliki arti. Sayangnya kau tidak bisa memilih kematianmu sendiri. – p.178

Saat Mark muncul kembali, dia memberi kabar mengejutkan yang membuat Abby shock. Semua yang terjalin selama ini berada di atas kebenaran yang rapuh. Namun bagaimanapun Abby harus menghadapi kenyataan yang ada dan kesempatan untuk memulai awal yang baru dalam kehidupan cintanya.

Goodnight Tweetheart sangat cocok untuk dinikmati oleh para pencinta romance modern yang ringan seperti chicklit yang satu ini. Cerita tentang hubungan romantis virtual beserta konsekuensi di baliknya ini memberi banyak pelajaran bahwa seindah-indahnya dunia virtual, tetap harus disadari bahwa kita hidup di dunia nyata yang lebih memerlukan kehati-hatian untuk menemukan hal terbaik untuk hidup kita kelak.

Kover Goodnight Tweetheart pun bisa dbilang cukup menarik dan berbeda jika dibandingkan model kover novel-novel dalam genre yang sama yang selama ini diterbitkan oleh GPU. Wanna try to read it? Well, welcome to twitterland, Tweetheart!

Sensasi rasa untuk buku ini: 3,5/5

Sekilas kata:
Aku dapat buku ini sebagai hadiah giveaway dari @putripwu dan ternyata memang bagus. Thx yaaa🙂

4 thoughts on “Goodnight Tweetheart

  1. Banyak juga ternyata quotes-nya yak??? Aku malah nggak dapet quotes-quotesnya..

    Yang bikin aku suka sama buku ini, tweet pertama setiap mereka saling sapa. Ada dimana atau yg mirip dengan itu. Bikin penasaran sama tempat-tempat yang dibilang Mark…

    Thanks Dani udah ikutan giveaway-ku..😉

    • Iya, salam perkenalan mereka dan saut2an selamat tinggal mereka yang terkait sama film/serial tv itu juga keren yak –> lupa ga ngebahas di reviewnya *tepokjidat*

      Tempat kencan virtual mereka memang bikin mupeng ke Eropa jga ya *saliva

      Makasih balik atas bukunya juga, Putri🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s