Texas Destiny – Cinta Tak Bersyarat

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Texas Destiny ā€“ (Texas Trilogy #1)
Penulis: Lorraine Heath
Penerjemah: —
Tebal: 416 halaman
Penerbit: Dastan Books
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-602-926-793-8

Sinopsis:

Cacat fisik dan terluka batin akibat Perang Saudara membuat Houston Leigh lebih suka hidup menyendiri bersama kuda-kudanya daripada dengan orang-orang lain, termasuk saudara-saudaranya. Oleh karena itu, ia merasa enggan ketika diminta menjemput calon pengantin kakaknya, Dallas, di Forth Worth.

Perang Saudara juga telah merenggut keluarga dan mimpi yang dimiliki Amelia Carson. Ia berharap untuk meninggalkan semua kenangan buruk di Georgia dan memulai hidup baru sebagai istri Dallas di Texas. Akan tetapi, ia kecewa ketika mendapati bahwa yang akan menemaninya menuju rumah barunya adalah Houston, adik Dallas yang pendiam dan temperamental.

Tapi selama perjalanan yang panjang, sulit, dan kerap berbahaya, Amelia dan Houston perlahan-lahan mulai memercayai satu sama lain. Tanpa mereka sadari sebuah ikatan persahabatan mulai terjalin. Ketika mereka semakin dekat, mereka mendapati bahwa mereka saling jatuh cinta. Tapi cinta yang mereka rasakan adalah cinta yang tidak memiliki masa depan karena mereka berdua tahu bahwa Amelia adalah milik Dallas.

Akankah mereka menerima nasib yang telah digariskan? Ataukah mereka akan mengubah takdir dan memilih masa depan yang berbeda daripada yang mereka berani impikan?

Resensi:

Original Cover

Sebagian besar orang tidak suka dengan konsep mendapatkan pasangan hidup melalui kontak jodoh yang lebih mengandalkan komunikasi tertulis, terlebih lagi apabila dua orang tadi terpisahkan oleh jarak. Namun di masa lalu hal ini menjadi salah satu solusi untuk secepatnya mendapatkan pasangan hidup, terutama bagi orang-orang yang terlalu sibuk bekerja dan tinggal di daerah yang cukup terpencil. Ide itulah yang mengawali cerita berlatar belakang kerasnya kehidupan para koboi di daerah western Amerika di buku ini.

Houston, sang tokoh utama pria digambarkan jauh dari sempurna. Selain cacat fisik akibat perang, dia juga mengalami luka batin akibat didikan yang keras dari sang ayah. Kehidupannya selalu dibayang-bayangi oleh sosok sempurna sang kakak, Dallas, yang kali ini meminta Houston untuk menjemput calon istri yang belum pernah ditemuinya, Amelia. Amelia sendiri setuju untuk menikah dengan Dallas tanpa sekalipun bertemu dengan pria itu karena ingin memulai kehidupan baru dan menutup masa lalunya yang pahit.

Sejak pertemuan pertama, Houston sudah merasa terganggu dengan keberadaan Amelia, terutama dengan kerapuhan dan tampilan manis gadis tersebut. Dia khawatir Amelia tidak mampu bertahan di kehidupan peternakan kakaknya yang keras. Sementara Amelia sendiri cukup merasa takut dengan penampilan fisik Houston yang memang mengintimidasi dengan sebelah penutup mata dan kebiasaan pria itu untuk cenderung menyembunyikan diri di kegelapan agar tidak menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.

Namun seperti pepatah kuno orang Jawa; withing tresna jalaran saka kulino, walaupun pada awalnya Houston bersikukuh untuk tidak mendekati calon kakak iparnya tersebut, pada akhirnya dia luluh juga dengan pesona Amelia yang apa adanya dan kuat menghadapi segala hal buruk yang terjadi di sepanjang perjalanan menuju peternakan. Tanpa sadar kedua orang tersebut saling membuka diri untuk menceritakan impian masa depan masing-masing.

Mendekati akhir perjalanan, Houston memutuskan untuk kembali ke prinsip yang teguh dipegangnya sejak awal untuk tidak merusak cita-cita dan impian Dallas untuk menikahi Amelia sehingga perlahan tapi pasti dia mulai menjaga jarak kembali dari gadis itu. Namun apakah Amelia sependapat dengannya? Begitu pula dengan Dallas yang kemudian mengetahui akar permasalahan dari rasa tidak percaya diri dan luka batin adiknya tersebut.

Sebagian pembaca buku ini menilai sikap Houston untuk mengalah pada kakaknya dan enggan memperjuangkan cintanya pada Amelia adalah sebuah sikap pengecut dan menjadi nilai minus. Sikap Amelia yang pasrah dinikahi Dallas tanpa sekalipun menolaknya padahal dia mencintai Houston pun membuat beberapa orang kesal. Namun bagiku hal ini wajar terjadi mengingat masa lalu keduanya yang sama-sama kelam dan membuat keduanya merasa gamang dengan impian masing-masing untuk bahagia. Dan ketika pada akhirnya kebahagiaan hidup seseorang dipertaruhkan, sebuah pengorbanan pun harus dilakukan: melepaskan masa lalu yang kelam untuk meraih masa depan yang diimpikan.

Sensasi rasa untuk buku ini: 3,5/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s