Only With Your Love – Hanya Cintamu

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Only With Your Love – (Vallerands #2)
Penulis: Lisa Kleypas
Penerjemah: Endang Sulistyowati
Tebal: 484 halaman
Penerbit: Dastan Books
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-602-926–791-4

Sinopsis:

Celia Vallerand yang baru menikah dengan Philippe berlayar bersama suaminya menuju ke New Orleans untuk bertemu dengan keluarga Philippe. Namun, di tengah perjalanan, kapal mereka diserang oleh perompak yang kemudian merampas dan menghancurkan kapal itu beserta semua awak kapalnya. Tubuh Philippe dibuang ke laut dan Celia ditawan oleh Legare, kapten perompak yang kejam.

Kapten Griffin, yang terkenal dengan kekejamannya dan satu-satunya pria yang bisa menandingi Legare, tidak pernah menduga kalau pertemuannya dengan Celia akan mengubah jalan hidupnya. Setelah mengetahui kalau Celia masih keluarga Vallerand, Griffin bersedia membayar tebusan yang tidak sedikit, bahkan rela berduel demi menyelamatkan nyawa Celia. Namun, meskipun Griffin sudah berjanji untuk mengantarnya ke rumah Vallerand, Celia masih merasa dalam bahaya karena ia tidak bisa melepaskan diri dari jeratan pesona Griffin.

Walaupun masih berduka karena kehilangan suaminya, Celia tidak bisa menyangkal kalau diam-diam dirinya sering memikirkan Griffin. Sementara itu, Griffin juga tidak bisa mengerti kenapa Celia bisa membangkitkan hasrat dan kehangatan hatinya yang sudah lama hilang. Namun, Griffin tahu kalau mereka tidak bisa bersatu karena masa lalunya akan membahayakan nyawa Celia.

Siapakah sebenarnya Griffin, dan kenapa ia bersedia berkorban begitu besar untuk Celia? Apakah hubungan Griffin dengan keluarga Vallerand? Dan apakah Celia akan mengikuti kata hatinya untuk memperjuangkan cintanya pada Griffin?

Resensi:
Sejak awal cerita aku sudah menduga siapa sosok Griffin sebenarnya, bahkan sebelum perompakan itu terjadi. Mudah saja untuk menebaknya bagi para pembaca seri Vallerand pertama, Only in Your Arms karena memang kedua buku ini saling terkait. Kematian Phillipe di awal cerita membuatku mengernyitkan dahi, secepat itukah tokoh ini meninggal? Apakah memang hanya untuk pengantar kisah cinta Celia-Griffin saja? Namun kukesampingkan saja pemikiran tersebut karena memang sesuai sinopsis di atas, cerita di buku ini terfokus pada kisah kedua orang yang terjebak dalam permainan takdir tersebut.

Permainan takdir seperti apa yang mengikat Celia-Griffin? Well, Griffin yang sejak pertama merasa tertarik pada Celia berhasil memaksa gadis itu untuk memenuhi seluruh keinginannya dengan jaminan perlindungan dari keluarga Phillipe. Setelah bertemua keluarga besar Vallerand, Celia-Griffin bukannya berdamai namun malah sering berseteru seiring dengan semakin besarnya rasa ketertarikan di antara mereka berdua. Bahkan saat Griffin terluka, Celia-lah yang merawatnya dengan telaten secara diam-diam. Ketika pada akhirnya mereka berdua nyaris meraih kebahagiaan, kenyataan masa lalu harus mereka hadapi berdua.

Sosok Griffin yang bengal dan berkharisma mampu menarik perhatian para pembaca, namun tidak demikian dengan sosok Celia yang dinilai malu-malu mau tapi mengingkari perasaannya kepada Griffin. Aku sendiri sempat merasakan hal yang sama, kesal kepada Celia yang mudah tergoda dan Griffin yang bertindak di luar batas sementara dirinya mengetahui kebenaran tentang kelaurga Vallerand.

Sebuah twist yang disajikan di pertengahan cerita untuk memperlihatkan bahwa sebenarnya sosok Phillipe tidak sesempurna yang dikira oleh keluarganya sempat membuatku geram. Kenapa harus dengan cara itu? Kesan pertama tentang Phillipe di awal cerita seakan hikang begitu saja terkait dengan sikapnya tersebut. Bagiku ini dibuat untuk menyelamatkan karakter Griffin di hadapan Celia dan keluarganya, padahal sebenarnya hal itu tidak perlu dilakukan.

Walaupun banyak yang lebih menyukai buku pertama seri ini, namun sejujurnya aku lebih menyukai buku kedua ini. Konfliknya tidak melulu tentag hubungan kedua tokoh utama namun juga tentang efek masa-masa pemberontakan Griffin semasa menjadi perompak yang akhirnya ikut menentukan alur menuju akhir cerita ini.

Sensasi rasa untuk buku ini: 3,5/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s