Diamond in the Rough – Berlian Terpendam

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Diamond in the Rough (The Men of Medicine Ridge series)
Penulis: Diana Palmer
Penerjemah: Ariyantri E. Tarman
Tebal: 232 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-979-22-8533-8

Sinopsis:

Sassy Peale berjuang keras menghidupi keluarganya, tapi tetap saja penghasilannya di toko pakan ternak tak pernah cukup. Belum lagi ia harus menghadapi pelecehan yang dilakukan atasan tempatnya bekerja. Lalu datanglah John Callister, pria yang dikira Sassy hanya koboi mandor peternakan setempat namun, entah bagaimana, selalu bisa membantu Sassy.

Ternyata John bukan sekadar mandor peternakan. Ia anggota keluarga terpandang di Montana! Dan ketika Sassy mengetahui identitas John yang sebenarnya, gadis muda itu yakin jutawan tersebut hanya mempermainkannya. John harus meyakinkan Sassy bahwa dirinya tetaplah pria yang dikenal Sassy sejak awal mereka bertemu.

Resensi:
Seorang pria berpendirian teguh yang langsung berkomitmen untuk menikah dengan sang tokoh wanita dengan jarak usia cukup jauh dalam cerita karya Diana Palmer? Hmm, aku tidak ingat pernah menemukannya sebelum John Callister di buku ini. Memang pada awalnya pria ini hanya menganggap Sassy sebagai sosok rapuh seorang wanita yang ditimpa kemalangan: ditinggalkan ayahnya sejak kecil, punya seorang ibu yang menderita kanker dan seorang adik angkat yang masih kecil, dan terakhir mengalami pelecahan seksual yang dilakukan oleh atasannya. Namun John menyadari bahwa Sassy tidak serapuh kelihatannya dan mulai tertarik padanya yang berjuang keras menghidupi keluarganya. Keduanya menjadi dekat dan John nyaris melewati batas

John tahu bahwa jarak usia mereka yang terpaut cukup jauh menjadi salah satu hambatan untuk mendekati Sassy sehingga dia memilih untuk menjauhi gadis itu. Namun saat melihat kedekatan Sassy dengan seorang pria yang jarak usianya tidak jauh beda dengan gadis itu, John merasa terganggu. Setelah berpikir ulang dan belajar dari sejarah hubungan kakaknya dan kakak iparnya yang juga punya perbedaan usia yang cukup jauh, John mulai mendekati Sassy kembali dan membantu menyelamatkan ibu gadis itu dari kematian.

Sassy merasa ragu dengan lamaran John, terutama setelah mengetahui latar belakang pria tersebut yang diketahuinya dari pengacara terkait kasus pelecehan oleh atasannya sebelumnya. Namun John berhasil meyakinkan gadis itu dan berusaha mendekatkannya dengan sang kakak ipar yang diam-diam dijadikan panutan oleh John. Tanpa hanyak halangan lebih lanjut keduanya pun menikah dan bahagia selamanya😀

Nilai lebih dari cerita ini hanyalah perbedaan karakter John yang tidak hit and run-nekat mendekati si gadis polos, merenggut kehormatannya, dan melarikan diri-seperti tokoh-tokoh pria lainnya di buku karya Diana Palmer. John tidak seperti itu, dia tidak terlalu keras kepala, masih berpikir logis tentang risiko mendekati Sassy, dan masih mau membantu gadis tersebut secara diam-diam.

Untuk karakter Sassy sendiri masih setipe dengan tokoh wanita karya Diana Palmer lainnya yang selalu polos, tanpa pengalaman, sangat tidak beruntung, dirundung malang, dan berasal dari keluarga serba kekurangan. Untung saja Sassy masih punya prinsip dan mau bekerja keras untuk akhirnya meraih kebahagiaannya sendiri.

Well, setiap membaca karya-karya Diana Palmer, bisa dipastikan yang ditemukan adalah cinderella complex syndrom yang melulu seperti itu dengan akhir yang tentu saja bahagia. Untunglah karyanya kali ini masih bisa membuatku tidak menyesal membacanya seperti terakhir kali kemarin.

Sensasi rasa untuk buku ini: 3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s