Love, Come to Me – Datanglah Cinta

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Love, Come to Me
Penulis: Lisa Kleypas
Penerjemah: Endang Sulistyowati
Penyunting: Sylfentri
Tebal: 504 halaman
Penerbit: Dastan Books
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-602-247-010-6

Sinopsis:

Lucinda Caldwell alias Lucy tidak pernah menduga kalau peristiwa terperosoknya ia di sungai musim dingin akan membuatnya bertemu dengan laki-laki yang mengubah jalan hidupnya. Seumur hidupnya, Lucy sudah puas terhadap pertunangannya dengan Daniel yang tenang, terkendali, sangat menjunjung kesopanan tapi sombong itu. Namun, setiap Lucy menyinggung soal pernikahan, Daniel selalu menundanya sehingga membuat Lucy gelisah.

Heath Rayne, pendatang misterius di kota kelahiran Lucy, sudah terpikat pada Lucy setelah melihat gadis itu untuk pertama kalinya. Namun, masa lalu Heath yang terkait dengan perseteruan antara orang-orang Utara dan Selatan membuat penduduk kota itu diam-diam curiga dan waspada terhadap Heath. Sementara itu, sejak bertemu dengan Heath, Lucy merasakan dunianya jungkir balik karena sikap Heath yang suka menggodanya, yang jauh berbeda dengan Daniel yang pasif. Diam-diam, Lucy selalu menanti-nantikan pertemuannya dengan Heath.

Apakah yang akan dilakukan Heath untuk memenangkan hati Lucy? Dan apakah yang akan dilakukan Daniel setelah mengetahui isi hati Lucy? Bagaimanakah Heath membuat dirinya bisa bersatu dengan gadis impiannya itu?

Resensi:
Kesan pertama seusai membaca buku ini adalah, wow, buku ini ditulis Lisa Kleypas pada awal usianya yang keduapuluh? Well, karya di awal karirnya buku ini termasuk bagus, terutama dengan ide Orang Utara vs Orang Selatan dan perkembangan dunia penerbita di masa perang Amerika tersebut yang menjadi pondasi utama buku ini.

Sosok Heath sebagai bad boy dari selatan yang berusaha mendapatkan gadis impiannya, Lucy, seorang gadis dari utara yang penuh sopan santun dan sudah memiliki tunangan, awalnya kurang membuatku tertarik. Untuk informasi saja, aku kurang suka jika salah satu tokoh utama sudah menjalin hubungan dengan orang lain saat akhirnya menyadari bahwa orang tersebut bukan kekasih hati yang ditunggunya selama ini. Selain itu Heath jatuh cinta pada Lucy sejak awal dia melihatnya menyeberang jalan dan langsung memimpikan membangun masa depan bersama gadis tersebut. Romantis atau membuat ngeri? Well, tergantung eksekusinya.

Sikap Heath yang tegas, pekerja keras, dan berdedikasi tinggi pada impiannya menjadi seorang wartawan dan menjalankan bisnis penerbitan dengan gigih mampu mengubah pandangank tersebut. Heath pun teramat sabar menghadapi Lucy yang cenderung menuntut lebih padanya setelah impian gadis itu untuk menikah dengan seorang yang terpandang dengan masa depan terjamin membuatku kagum.

“Kau kuat untukku saat aku membutuhkanmu. Biarkan aku menjadi kuat untukmu sekarang. Katakan padaku kenapa kau takut, dan aku akan mengatakan padamu kenapa kau tidak punya alasan untuk takut.” p.446

Perubahan karakter Lucy yang semula polos, agak manja, namun berapi-api dan menyimpan banyak sekali energi untuk berdebat dengan Heath menjadi Lucy yang mampu mendampingi suaminya, berani mengungkapkan pendapat, dan menjadi kekuatan untuk Heath membuatku salut. Heath dan Lucy benar-benar saling melengkapi dan pengertian satu sama lain. Bahkan ketika seseorang dari masa lalu Heath datang dan sempat mengguncang rumah tangganya dengan Lucy, mereka berdua mampu menyelesaikannya dengan penuh tekad kuat dan komitmen untuk melangkah ke depan.

“mudah untuk mencintai seseorang di saat-saat yang membahagiakan, saat semuanya baik-baik saja dan tidak ada masalah apa pun… tapi cinta sejati…apa yang kupikir kita miliki… cinta sejati selalu ada saat kau benar-benar membutuhkannya, dan saat segalanya terasa begitu…mengerikan…”

Awalnya aku mengira bahwa buku setebal 504 halaman ini hanya melulu menyajikan konflik hubungan Heath-Lucy saja, namun ternyata aku salah. Konflik yang muncul selepas perang saudara di Amerika yang masih kental dengan rasisme dan pembedaan asal-usul seseorang dan perjuangan Heath untuk eksis di dunia penerbitan cukup mendominasi buku ini sejak pertengahan hingga akhir cerita yang memberi nilai lebih untuk buku ini.

Sensasi rasa untuk buku ini: 4/5

One thought on “Love, Come to Me – Datanglah Cinta

  1. Pingback: Historical Fiction Challenge | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s