Awal Ku-Melihat kembali

Dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 oktober 2012 lalu, para anggota BBI memutuskan untuk melakukan posting bareng di Selasa, 30 Oktober 2012 dengan tema sejarah blog buku masing-masing. Dibandingkan anggota BBI lainnya, blogku ini bisa dikatakan merupakan anak bawang karena belum genap berusia satu tahun. Intensitas postingnya pun bisa dikatakan ‘datnyeng’ sesuai mood me-review-ku yang suka datang dan pergi sesuka hati.

Blog buku ini merupakan blogku yang keenam setelah lima blog sebelumnya aku buat di tempat lain (friendster, livejournal, multiply, lautanindonesia, dan blogspot).  Kelima blog pendahulunya itu tidak spesifik membahas sebuah topik tertentu dan sebagian besar merupakan kompilasi curhat, cuap-cuap random tentang review film, sepakbola,  dan juga terkadang menampung berapa desain signature/siggy dan wallpaper yang kubuat saat sedang sok ngartis serta beberapa jepretan amatirku saat fotografi sempat mendominasi hari-hariku.

Tidak ada satupun dari blog tersebut membahas tentang buku padahal sejak kecil aku sudah berkubang dalam rangkaian kata dan sering melarikan diri ke dunia fiksi fantasi dan romance. Sungguh keterlaluan bukan? Nah, sejarah dibuatnya blog buku ini diawali dengan terceburnya diriku di komunitas Goodreads Indonesia (GRI) pada tahun 2009. Ada banya threat di GRI yang tidak terlalu kupedulikan keberadaannya karena saat itu aku hanya aktif merombak rak virtual yang ada saja.

Suatu ketika di sekitar awal tahun 2011, tanpa sengaja kutemukan salah satu threat tempat berkumpulnya anggota GRI dalam satu daerah. Iseng-iseng kusapa para penghuninya dan segera saja diagendakan kopdar pertama GRI cabang Solo yang saat itu diprakarsai oleh Kak Roos sebagai koordinator sementara. Pertemuan pertama itu berlanjut ke beberapa pertemuan berikutnya dan tak lama kemudian diputuskan untuk memilih Sulis sebagai koordinator pengganti Kak Roos yang harus hengkang ke ibukota.

Pada setiap pertemuan yang diadakan secara bergiliran di rumah para anggota, topik utama pasti membahas tentang buku yang sedang dibaca, buku favorit, dan seringkali celetukan-celetukan yang terkadang tidak nyambung dengan dunia perbukuan*Oops* Tidak jarang pertemuan-pertemuan itu menjadi ajang pinjam meminjam buku antar anggota yang selalu saja sudah mempersiapkan ransel untuk merampok koleksi tuan rumah.

Dari beberapa kali pertemuan itulah aku sempat mendengar tentang keberadaan Blogger Buku Indonesia (BBI) yang ternyata punya threat tersendiri di GRI. Bahkan beberapa teman GRI Solo aktif di sana, namun begitu aku belum berniat membuat blog buku dan hanya terus menerus menambah daftar timbunan di rak ‘to read‘ di GRI saja.

Suatu saat aku tidak bisa menghadiri salah satu pertemuan GRI yang diadakan pada saat Kak Roos pulang ke Solo. Teman-teman GRI Solo kemudian menyarankan padaku untuk bergabung pada pertemuan lain yang diadakan di rumah Alvina dalam waktu yang berdekatan. Tentu saja tidak kusia-siakan kesempatan tersebut dan akhirnya pada pertemuan kali itu aku kembali berkenalan dengan teman-teman baru yang ternyata sangat aktif di BBI.

Dari berbagai pembicaraan pada pertemuan itu aku sempat merasa minder karena tidak nyambung dengan obrolan mereka yang membicarakan tentang event yang baru saja mereka lakukan, yaitu Secret Santa (SS) yang sepertinya heboh sekali. Namun untunglah aku masih tetap bisa mengikuti arah pembicaraan saat membahas tentang buku-buku yang kebetulan pernah aku baca dan pernah aku tonton versi filmnya. Dari pertemuan itu pula aku menyadari betapa mash minimnya pengetahuanku tentang berbagai genre buku yang memang selama ini tidak pernah aku sentuh karena bukan genre favoritku.

Aku pun tergerak untuk membuat blog buku setelah melakukan blog walking ke beberapa blog menarik yang kutemukan pada threat khusus BBI di GRI. Terlebih lagi setelah twitter dan facebook-ku terkontaminasi update posting para member BBI yang termasuk aktif itu. Sepertinya menyenangkan sekali bisa berinteraksi aktif dengan teman-teman pencinta buku dan menikmati berbagai review mereka tentang sebuah buku sehingga akhirnya bisa saling berbagi informasi tentang update buku terbaru dan juga berburu buku lama.

Selain itu aku menyadari bahwa selama ini ternyata aku tidak pernah mendokumentasikan buku apa saja yang pernah aku baca selain hanya menaruhnya dalam rak virtual di GRI. Memang buku-buku yang selama ini aku lahapi sebagian besar adalah manga, fantasi, dan buku romance yang memang paling mudah ditemukan di rental buku langgananku sehingga koleksi bukuku terbilang sedikit dibandingkan para kutu buku lain. Aku juga termasuk orang yang membeli buku karena menyukai buku tersebut dan seringkali sudah membacanya terlebih dahulu dari renta langganan atau teman, bukan karena sekedar tertarik karena sinopsis ataupun kovernya. Hal inilah yang menjadi kendala terbesarku saat ada kewajiban membawa buku untuk ‘swap’ karena hampir semua koleksi bukuku kubeli karena suka dan jarang yang aku tidak suka. *curcol* Namun tidak mengapa, aku merasa tertantang untuk paling tidak membuat review setiap buku yang aku baca setiap bulannya.

Akhirnya di awal tahun 2012, tepatnya pada tanggal 4 Januari 2012, aku resmi membuka halaman pertama blog bukuku ini. Sebagian besar review yang kubuat bergenre romance, terutama historical romance yang memang nyaris menjadi santapanku beberapa kali setiap bulan. Namun aku juga masih menyelipkan beberapa review buku fiksi lainnya yang beberapa di antaranya kulakukan karena mengikuti challenge dan proyek baca bareng teman-teman BBI lainnya.

Pada awalnya aku rajin untuk selalu membuat review setiap buku-buku yang kubaca dalam satu bulan, namun lama kelamaan aku kembali keasyikan banyak membaca dan lupa membuat review di bulan yang sama saat aku membaca buku tersebut. Alhasil hutang membuat review pun berbanding lurus dengan jumlah hutang baca tumpukan buku, hu hu hu. Keikutsertaanku dalam beberapa challenge dan proyek baca bareng yang harus direview pun ternyata cukup membuatku jumpalitan membagi waktu antara pekerjaan, membaca, mereview, dan juga melakukan hobiku yang lain, terutama menonton serial dan film yang juga kutimbun DVD/file download-nya. Memang untuk mendisiplinkan diri itu susah sekali ya… *sigh*

Walaupun memang tidak bisa rutin setiap minggu dan masih terkesan moody, namun setidaknya setiap bulan aku cukup aktif memposting beberapa review buku yang sudah selesai aku baca. Ke depannya aku harap diriku mampu untuk lebih mendisiplinkan diri untuk segera membuat review setelah selesai membaca satu buku agar review yang aku tulis masih terasa feel-nya dan tidak terlupakan dan menjadi timbunan hutang review di kemudian hari yang tentunya akan bersaing dengan jumlah timbunan yang aku miliki.

Last but not least, semoga ke depannya BBI semakin berkembang menjadi komunitas yang aktif dan turut serta dalam meningkatkan minat baca generasi muda Indonesia yang semakin menurun dan cenderung kalah bersaing dengan keberadaan gadget canggih yang menyita waktu baca yang sangat berharga itu. Selamat Hari Blogger Nasional, Teman-teman. Keep reading, reviewing, and also blogging everytime and everywhere!

21 thoughts on “Awal Ku-Melihat kembali

  1. hahah emang susah sih mbagi waktu baca.. apalagi kalau kita ada kerjaan dan ada hobi lain kaya nonton DVD.. tetep semangat ya mba dan posting bareng BBI kadang bisa bikin kita baca buku diluar genre

  2. Blogku juga baru mau setahun bulan depan kok Dan😀 (eh ini tinggal berapa hari lagi yak)
    Semoga semua resolusi bloggingnya terkabul😀

  3. Blog keenam O___o ternyata member BBI banyak yang udah lama malang melintang di dunia blog ya.. aku sendiri dulu pernah ngeblog via friendster juga, dan tiap nulis nggak bisa rajin update, baru rajin ketika punya blog buku ini😀

  4. hhhmm..kalau historical romance, porsi sejarahnya sebesar drama romancenya ngga? dari dulu penasaran. Tapi nggak pernah punya kesempatan untuk baca genre ini.hehe

    • err, porsi historisnya dikit banget sih, mbk, krna ini romance yg ambil setting di masa lalu jadi prosi romancenya lebih kental
      tpi terkadang ad beberapa novel hisrom yg memasukkan beberapa detail historis dan beberapa tata krama, etika, dan budaya yg berkembang di zaman setting romance itu🙂
      utk saat ini sepertinya sdang trend genre hisrom dg setting western life di Amrik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s