Gone With The Wind – Lalu Bersama Angin

Gone with the Wind

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Gone With The Wind
Penulis: Margaret Mitchell
Penerjemah: Sutanty Lesmana
Tebal: 1.124 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
cetakan II, Juni 2009
ISBN: 978-979-22-0032-4

Sinopsis:

GONE WITH THE WIND terjual lebih dari 176.000 ekslempar dalam tiga minggu pertama setelah penerbitannya, dan pada tahun berikutnya–tahun 1937 — memperoleh penghargaan Pulitzer. Novel ini kemudian dibeli oleh MGM dan dibuat menjadi film yang amat populer, yang ditonton oleh lebih dari seperempat miliar orang di seluruh dunia.

GONE WITH THE WIND memenangkan sepuluh Academy Award, dan tetap menjadi flm yang memesona generasi selanjutnya.

Kisah Cinta Scarlett O’Hara dan Rhett Butler yang tak terlupakan sepanjang masa.

Resensi:
Cerita ini berlatarbelakang Perang Saudara di Amerika Serikat dengan bumbu percintaan yang cukup kental antara Scarlett O’Hara, seorang wanita Selatan yang keras kepala dan egois dengan seorang playboy cerdik, Rhett Buttler.

Sejak kecil Scarlett sudah memperlihatkan sifat dan sikap yang tidak seperti kebanyakan gadis lain, dia cenderung tomboy, egois, dan keras kepala serta manipulatif. Di usia remaja dia kmudian terobsesi kepada Ashley Wilkes yang ternyata lebih memilih menikah dengan seorang gadis yang jauh berbeda sikap darinya, Melanie. Karena sikap tak mau kalahnya, akhirnya Scarlett malah berakhir dengan menjadi saudara ipar Melanie dengan menikahi Charles, kakak melanie yang tidak berumur panjang.

Jalan hidup Scarlett harus bersinggungan dengan Rhett yang sejak awal sudah tertarik padanya namun dengan tegas dibenci Scarlett yang buta akan cintanya pada Ashley, pria lembut yang dikasihinya sejak lama.

Perang Saudara yang terjadi turut mengambil peran dalam perkembangan karakter Scarlett. Dia harus memperjuangkan Tara, tanah kelahirannya agar tidak musnah dan dia melakukan berbagai cara licik untuk mengambil keuntungan dari para pria yang dekat dengannya. Dalam usia muda Scarlett telah menikah beberapa kali namun yang benar menjadi lawan tangguhnya adalah Rhett Buttler yang sama-sama keras kepala sepertinya.

Walaupun garis besar cerita ini berupa kisah romance, namun pemikiran sang penulis tentang feminisme, persamaan hak wanita, dan kekuatan seorang wanita untuk bertahan hidup dalam situasi seberat apapun tertuang dengan baik. Sejarah Perang Saudara Amerika dengan segala intrik anti perbudakan melawan kelompok anti kulit hitam juga berhasil disajikan dengan runtut tanpa mengurangi porsi Scarlett sebagai tokoh fiksi yang diceritakan hidup di masa tersebut.

Buku setebal 1.124 halaman dalam versi Indonesia ini pantas dibaca oleh para pencinta kisah klasik dan juga romance karena kekuatan cerita dan karakter para tokohnya yang membuat para pembaca merasa gemas dan larut dalam cerita.

Sensasi rasa untuk buku ini: 4/5

Review per bagian Gone With The Wind:

  1. Part I
  2. Part II
  3. Part III
  4. Part IV
  5. Part V

4 thoughts on “Gone With The Wind – Lalu Bersama Angin

  1. Andai kisah ini tidak diceritakan lewat sudut pandang Scarlett, mungkin aku bakal lebih bisa menikmati…. Btw, thanks Dani, udah ikut read along ini yaa!🙂

    • iya, mbak, sbg tokoh utama Scarlett bener2 love to hate…tpi rasanya aq kok bakal tetep hate dia ya smpe kapapun, sbrapa kerennya dia survive sg sgala akalnya

      Makasih balik juga, mbak, akhirnya bisa kelar buku segede gaban dan hutang reviewnya yang masih ala kadarnya itu🙂

  2. Pingback: Gone With The Wind Read Along : Your Reviews & The Winner « Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s