The Wind in the Willows

8194264

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: The Wind in the Willows
Penulis: Kenneth Grahame
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Ilustrator: Ella Elviana
Tebal: 134 halaman
Penerbit: Mahda Books
cetakan I, 2010
ISBN: 978-979-73-326-40

Blurb:

Terjual lebih dari 100 juta kopi, dan telah dicetak lebih dari 250 edisi dalam berbagai versi, The Wind in the Willows—pertama kali terbit tahun 1908—merupakan buku fabel terbaik sepanjang masa. Karya Kenneth Grahame ini tidak hanya bercerita mengenai petualangan seru, tetapi juga nilai-nilai persahabatan.

***
Kisah tentang persahabatan antara Tikus Tanah yang polos, Tikus Air yang sangat mencintai sungai, Luak yang bijaksana, serta Katak yang ceroboh. Di tepi sungai yang indah dan hutan belantara yang angker, kisah mereka terjalin dengan indah dan mendebarkan.

Resensi:
49943Sebagai salah satu cerita fabel, buku ini menceritakan tentang dunia hewan dimana masing-masing tokoh menggambarkan sifat dan perilaku layaknya manusia. Cerita ini diawali dengan pertemuan Moly, seekorTikus Tanah yang selama ini menghabiskan waktu di rumahnya di bawah tanah dengan Ratty, Tikus Air yang senang berpetualang di sebuah tepi sungai. Dari Tikus Air itulah sang Tikus Tanah mendapatkan banyak informasi tentang dunia luar yang selama ini tidak dia ketahui.

Tikus Tanah yang sempat penasaran dengan keberadaan Tuan Luak yang misterius, mendapat kesempatan bertemu dengan Luak tersebut. Sebenarnya pada hari bersalju itu, Tikus Tanah dan Tikus Air tersesat dan tanpa sengaja menemukan tempat tinggal Luak Tua. Tidak mereka menyangka bahwa Luak Tua yang misterius itu ternyata sangat ramah, bijaksana, dan suka menjamu para tamu yang datang ke rumahnya.

12987187Selain bertemu dengan Luak Tua, Tikus Tanah dan Tikus Air terpaksa harus terlibat dengan Katak yang tinggal di Puri Katak. Sang Katak memiliki sifat sombong dan suka berganti-ganti minat dalam waktu yang sangat cepat, mulai dari tergila-gila dengan perahu, kereta gipsi, dan pada akhirnya dia tertarik dengan sebuah mobil balap mengilap yang dipanggilnya Tut-tut. Kegilaan Katak pada mobil balap itulah yang akhirnya membawa kesialan baginya. Karena nafsu yang sangat besar untuk memiliki mobil balap tersebut, Sang Katak akhirnya nekat mencurinya dan aksinya itu terpaksa harus berakhir di penjara.

Di dalam penjara ternyata Katak tidak terlalu menyesali perbuatannya. Bahkan dia berhasil meloloskan diri dengan bantuan dari puteri sipir pejara. Sekeluarnya dia dari penjara, Katak mendapati bahwa Puri Kataknya telah dikuasai oleh musuh. Hal ini tentu saja membuatnya kesal dan atas bantuan teman-temannya, Tikus Tanah, Tikus Air, dan Luak Tua beserta teman-temannya yang lain, Katak berhasil mendapatkan Purinya kembali.

2113897Banyak pelajaran dapat kita ambil dari setiap cerita yang ada di dalam buku ini. Kita diajarkan agar tidak terlalu cepat berubah pikiran, bersikap sombong, dan mengandalkan uang agar tidak cepat tertimpa sial seperti yang Katak alami. Selain itu keberadaan para sahabat baik di sekitar kita pasti memberi perubahan dan pengaruh positif dengan nasihat-nasihat yang tak henti-hatinya mereka sampaikan kepada kita.

Kita juga mendapat pelajaran dari Tikus Tanah yang polos bahwa sekecil apapun rumah kita, tempat itu tetaplah rumah yang nyaman dan ngangeni setelah beberapa waktu dia tinggal di rumah Tikus Air yang besar dan terus hanya memikirkan petualangan semata.

Entah mengapa aku membutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikan buku setebal 134 halaman ini. Mungkin gaya penceritaannya yang kurang pas untukku. Ilustrasi yag ada di dalam buku versi Indonesianya bagiku kurang menarik dan terkesan seperti sketsa yang tidak jadi. Namun begitu buku ini tetap pantas dinikmati, terutama oleh para penggemar cerita fabel dan dongeng masa kecil.

Sensasi rasa untuk buku ini: 3/5

2 thoughts on “The Wind in the Willows

  1. aku suka bagian saat Tikus Tanah gak sengaja menemukan rumahnya lagi…. rasanya bikin kangen rumah di kampung halaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s