Tango

Indonesian cover

Indonesian cover

Detail buku:
Judul asli: Tango
Penulis: Goo Hye Sun
Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas
Penerbit: Ufuk Fiction
Tebal: 309 hal
Cetakan I, Juli 2012
ISBN: 978-602-183-498-5

Sinopsis:
Nama lelaki itu Kang Jong Woon.
Selama dua tahun ini, artinya bagiku adalah pacar, teman, dan keluarga. Dia adalah lelaki muda dan tampan. Hari ini dia singgah di rumahku lagi. Ia terus memegang-megang barang-barang di tempatku, seakan sedang memastikan keberadaannya.
Jong Woon maju dua atau tiga langkah melewati depan kulkas yang berwarna putih sambil berteriak, “Step!” Jong Woon terus berjalan berputar-putar tanpa henti seperti sedang menari, tingkahnya itu seakan mengisyaratkan bahwa ia sedang meminta diperhatikan. Lalu, ia melompat ke tempatnya semula seperti seorang anak kecil. Akhirnya, aku bertanya kepadanya lebih dulu karena dia terus berputar.
“Sedang apa?”
“Aku sedang menarikan tarian yang sangat romantis,” jawab Jong Woon.
“Tarian apa itu?”
“Tango…”

Resensi:
Awal aku tertarik untuk membaca buku ini tentu saja adalah rasa penasaran. Ya, aku penasaran dengan karya pertama Goo Hye Sun yang notabene adalah seorang aktris Korama. Apakah dia menulis hanya karena aji mumpung saja atau memang dia berbakat? Pertanyaan itulah yang selalu membayangiku hingga akhirnya aku mendapat kesempatan untuk membaca buku ini.

Hanya satu kata yang bisa kuucapkan setelah membaca Tango: capek. Mengambil sudut pandang orang pertama, para pembaca diajak ikut merasakan kegalauan yang dialami Yun, sang tokoh wanita setelah berpisah dengan sang kekasih, Jong Woon.

Sejak awal aku membaca buku ini sudah sangat terasa bahwa Yun itu orangnya pesimistis, kurang percaya diri, dan merasa tidak bisa memahami perasaan Jong Woon yang dianggapnya berbeda selera dengannya. Pengulangan deskripsi rasa tidak sukanya terhadap rokok dan kopi yang digemari sang kekasih pun nyaris mendominasi separuh awal buku ini. Rasanya hampir separuh buku sendiri Yun tidak bisa move on dari sosok Jong Woon yang di kemudian hari diketahuinya telah menemukan tambatan hati yang lain.

Ketika akhirnya Yun mampu melupakan Jong woon, hadirlah dua orang pria dalam hidupnya dimana salah satu di antaranya mampu menggerakkan hatinya. Namun apakah memang Yun berjodoh dengan pria tersebut? Ataukah itu hanya permainan takdir belaka? Yun pun harus menemukan jawabannya sendiri.

Kehadiran para tokoh pendamping seperti Hee Dae yang disebutkan gay serta Eun Yi, seorang teman yang disebut-sebut memberikan pekerjaan penerjemahan pada Yun, cukup memberi ‘aroma’ lain selain kegalauan Yun pada buku ini. Namun keberadaan mereka juga kurang terasa chemistry-nya dengan Yun. Sekali lagi ini mungkin karena Yun terkesan dingin dan tertutup.

Salah satu hal menarik pada Tango adalah keberadaan berbagai ilustrasi karya Hye Sun yang menghiasi hampir seluruh halaman buku ini. Sungguh ilustrasi yang indah berupa goresan halus dan meliuk-liuk yang sepertinya menjadi ciri khas goresan tangan Goo Hye Sun.

Lalu apa hubungannya Tango dengan cerita dalam buku ini? Disebut-sebut bahwa dalam menarikan tango perlu langkah yang seirama dan tidak boleh menginjak kaki pasangan masing-masing. Yang terjadi pada hubungan Yun dan Jong Woon adalah tidak adanya keselarasan gerak sehingga akhirnya mereka saling menginjak kaki masing-masing hingga luka parah dan akhirnya berhenti menarikan tango tersebut, alias putus hubungan.

Mengapa buku ini menjadi best seller? Well, mungkin mereka memang menyukai gaya penulisan Goo Hye Sun yang cenderung bergaya narasi dan deskripsi penuh filosofi, sementara aku sendiri sudah kecapekan di tengah-tengah buku sehingga menerapkan gaya baca cepat untuk menyelesaikannya.

Sensasi rasa seusai baca: 2/5

Tentang penulis:

Goo Hye Sun adalah seorang aktris Korea Selatan yang paling dikenal dengan perannya sebagai Geum Jan Di, kekasih Goo Jyun Pyo dalam Boys Before Flowers (versi Korea serial Hana Yori Dango dan Meteor Garden) yang sempat booming di tahun 2007. Selain berakting, gadis ini juga mengembangkan bakat lain seperti melukis, menyanyi, menulis naskah, dan juga menyutradarai beberapa film pendek dan feature film.

4 thoughts on “Tango

  1. So you don’t like it?
    Aku heran bgt kenapa buku ini bisa bestseller. Katanya karena bagus..
    tapi melihat reviewmu kok kesannya dangkal ya bukunya

  2. Err, tergantung selera juga sih ya, tapi aq nggak nyaman sama sekali membaca buku ini, rasanya si Yun ini merana sekali. Dan untuk move on saja butuh separuh buku lebih untuk kemudian…well, berada di antara dua pilihan yang akhirnya…*baca sendiri😀

  3. Pingback: New Authors Reading Challenge 2013 | Melihat Kembali

  4. Pingback: New Authors Reading Challenge 2013 – Wrap Up | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s