Portrait in Death – Potret dalam Kematian

16147371

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Portrait in Death (In Death Series #16)
Penulis: J.D. Robb
Penerjemah: Farah Astrid Effendi
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 584 hal
Cetakan I, 2012
ISBN: 978-979-22-9039-4

Sinopsis:

Buku ke-16 seri Dalam Kematian

Seorang reporter menerima pesan misterius berisi foto-foto wanita muda yang kelihatannya diambil fotografer profesional. Tidak ada yang aneh dari foto-foto itu, jika itu kumpulan foto wanita yang baru memulai karier sebagai model. Hanya saja wanita dalam foto itu bukan model. Dan foto-foto ini diambil setelah wanita itu dibunuh.

Eve Dallas pun kini berpacu dengan waktu demi menangkap sang pembunuh sebelum lebih banyak korban berjatuhan. Demi memburu si pembunuh yang membidik korban lewat lensa kamera.

Menggunakan nama pena J.D. Robb, Nora Roberts menghadirkan serial baru dengan nuansa roman-misteri yang mengisahkan perjalanan karier dan cinta Letnan Eve Dallas.

Resensi:
268604Fotografi kematian menjadi tema utama seri keenambelas In Death Series ini dimana satu-satunya petunjuk kasus adalah foto para korban yang telah meninggal yang pertama kali ke Nadine Frost, jurnalis yang menjadi ‘musuh’ sekaligus ‘jalur khusus’ Eve di media massa.

Para korban yang telah meninggal diatur sedemikian rupa sesuai pose yang diinginkan sang pelaku, dipotret dengan menggunakan teknik fotografi yang cukup mumpuni, dan dikirim ke Nadine untuk diekspos ke media. Nadine segera menghubungi Eve yang langsung mencari informasi dan menemukan korban pertama di bak sampah.

13763853Usaha Eve untuk mengungkap kasus yang kembali memakan korban ini mempertemukannya dengan seorang fotografer handal yang memiliki keterkaitan dengan para korban dimana semua korban tersebut pernah dipotret olehnya. Penyelidikan pun melebar ke orang-orang di sekitar para korban yang diperkirakan terkait dengan pembunuhan yang, mulai dari para pengajar di universitas, rekan sekerja, dan juga teman-teman serta kenalan para korban.

Setelah melakukan penyelidikan dengan banyak bantuan dari DDE dan menggali informasi serta sisi psikologis sang pembunuh, Eve menemukan titik terang. Eve pun harus kembali mengorbankan salah seorang rekan kerja yang disayanginya untuk memancing sang pembunuh yang sebenarnya untuk beraksi dan menampakkan diri.

9106Cerita yang disajikan kali ini tidak terlalu menarik untukku, terutama saat pengungkapan siapa pelaku sebenarnya yang menurutku kurang ‘nendang’. Hanya saja aku salut pada Trueheart yang sangat berdedikasi dengan pekerjaannya walalupun harus kembali berhadapan dengan maut.

Untunglah ada cerita lain yang dimunculkan untuk mengungkap masa lalu Roarke yang selama ini selalu menganggap kedua orang tuanya adalah orang jahat. Penelusuran masa lalu itu berujung dengan sebuah kejutan yang tentu saja nantinya akan mengubah persepsi Roarke tentang keluarganya.

7438588Hubungan Eve dengan orang-orang di sekitarnya semakin berkembang, termasuk hubungan benci-cinta-nya dengan Sommerset yang kali ini harus mengalami kesialan. Hubungan Peabody dengan MacNab tentu saja semakin baik terutama setelah pada buku sebelumnya MacNab mengalami musibah.

Buku ini merupakan bacaan wajib untuk para fans J.D. Robb terlepas dari kurang gregetnya kasus utama yang ditangani Eve.

Sekilas rasa seusai baca: 3/5

One thought on “Portrait in Death – Potret dalam Kematian

  1. Pingback: A Reading Challenge on Mystery | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s