Harry Potter and the Prisoner of Azkaban – Harry Potter dan Tawanan Azkaban

1378962

Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (Harry Potter #3)
Penulis: J.K. Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 544 halaman
Cetakan XXI, Agustus 2007
ISBN: 978-979-655-853-7

Sinopsis:

SELAMA dua belas tahun, penjara sihir Azkaban yang mengerikan mengurung tawanan berbahaya bernama Sirius Black. Black yang ditahan karena membunuh tiga belas orang dengan dengan satu kutukan, dikabarkan sebagai putra mahkota si Pangeran Kegelapan. Voldemort.

Sekarang Black berhasil kabur. Hanya ada dua petunjuk untuk memperkirakan ke mana kiranya tujuannya: Keberhasilan Harry Potter mengalahkan Voldemort berarti kejatuhan Black juga. Dan para pengawal Azkaban sering mendengar Black mengigau dalam tidurnya, “Dia di Hogwarts… dia di Hogwarts.”

Harry Potter tidak aman, bahkan sekalipun dia berada di dalam perlindungan dinding kastil sekolah sihirnya, dan dikelilingi oleh teman-temannya. Karena… mungkin saja ada pengkhianat di antara mereka!

Resensi:

“Aku tak pernah cari masalah. Masalah-lah yang biasanya menemukan aku.” hlm.100

Harry_Potter_and_the_Prisoner_of_AzkabanSetelah mengetahui bahwa kedua orang tuanya tidak meninggal karena kecelakaan dan mengalami tahun kedua yang cukup berat, di buku ketiga kali ini Harry Potter mengalami masa pemberontakan. Walaupun di ulang tahunnya kali ini dia menerima banyak hadiah dari orang-orang yang menyayanginya, namun nasib sial tidak henti menimpanya. Harry tanpa sengaja menggelembungkan dan menerbangkan Bibi Marge mengolok-oloknya dan kabur dari Privet Drive dengan Bus Ksatria sebelum akhirnya tiba di Leaky Couldron, bertemu dengan Menteri Sihir, dan akhirnya bertemu kembali dengan Hermioney, Ron, dan juga keluarga Weasley.

Di Leaky Couldron, Harry bertemu dengan Cornelius Fudge, sang Menteri Sihir di Leaky Couldron yang mengabarkan bahwa Harry bebas dari hukuman karena menggunakan sihir tidak sengaja di dunia muggle. Ternyata keterlibatan sang Meteri Sihir tersebut sangat beralasan. Sirius Black, yang diduga sebagai kaki tangan Voldermort melarikan diri dari Penjara Azkaban yang terkenal ketat dalam penjagaannya. Hal ini menyebabkan Kementerian Sihir memperketat penjagaan di Hogwarts dan menggunakan Dementor yang yang selama ini menjaga Azkaban ntuk mengawal Hogwarts Express.

4256Kedatangan Remus Lupin sebagai Guru Pertahanan Ilmu Hitam yang baru memberi kepercayaan diri lebih kepada Harry. Dia merasa menemukan guru yang bisa mengerti dirinya yang mengalami masa sulit sepanjang perjalanan ke Hogwarts karena keberadaan Dementor yang sangat mempengaruhinya.

Selain mempelajari mata pelajaran baru seperti pelajaran satwa liar yang diasuh sementara oleh Hagird yang mengenalkan Hippogriff kepada murid-murid seangkatan Harry, kehidupan sekolah Harry di Hogwarts masih saja diselingi nasib sial seperti diramalkan akan segera menghadapi kematian karena dibayangi oleh Grim, anjing hantu raksasa penjaga kuburan oleh Profesor Trelawney. Hal ini diperparah dengan berita bahwa Sirius Black telah menyusup ke Hogwarts dan membuat kekacauan di Asrama Griffyndor.

Pada salah satu pertandaingan Harry kehilangan sapu terbang yang remuk dicabik-cabik Pohon Dedalu Raksasa karena dia kehilangan konsentrasi saat pertandingan quidditch yang dijaga Dementor, dan dilarang mengikuti kunjungan ke Hogsmeade bersama Ron dan Hermione. Dalam keputusasaannya itulah si Kembar Weasley, Ron dan George memberikan sebuah peta rahasia untukya, Peta Perampok yang ditemukan si Kembar dan mereka rasa sudah saatnya diwariskan kepada sahabat baik adik mereka terebut. Dengan peta itulah Harry berhasil menjelajahi Hogwarts dan sekitarnya, termasuk bergabung ke Hogsmeade dan mengetahui kenyataan bahwa Sirius Black-lah yang menyebabkan kematian orang tuanya dan seorang teman dekat mereka.

Dalam sebuah perisitiwa yang melibatkan mesin waktu dan banyak misteri yang terjadi di sekitarnya, Harry akhirnya mengetahui sebuah rahasia yang melibatkan sekelompok murid Hogwarts di masa lalu dan dia sekali lagi harus menghadapi kenyataan bahwa guru baru yang mulai disayanginya tidaklah seperti yang dia kira.

Buku ketiga ini banyak memberikan kejutan yang saling terkait sejak di awal cerita hingga klimaks. Banyak detail diungkapkan, mulai dari peran hewan-hewan peliharaan Ron dan Hermione yeng terlihat sepele, ramalan-ramalan Profesor Trelawney, sikap misnterius Profesor Snape yang selalu mencurigakan, dan juga siapa Sirius Black dan Remus Lupin sebenarnya serta bagaimana masa lalu mempengaruhi semua kejadian di tahun ketiga Harry di Hogwarts tersebut. Sebuah twist yang keren dan mengejutkan dari seorang J.K. Rowling. Salute.

Sensasi rasa yang tertinggal: 5

Film adaptasi:
220px-Harry_Potter_and_the_Prisoner_of_Azkaban_posterl_304141_11018098Film ketiga Harry Potter lagi-lagi meraih kesuksesan walaupun posisi Chris Columbus sebagai sutradara di dua film sebelumnya digantikan oleh Alfonso Cuarón. Cuarón lebih bebas mengembangkan imajinasinya untuk mengadaptasi buku ketiga Harry Potter ke dalam film, tidak seperti Columbus yang banyak disebut hanya memindahkan adegan buku ke dalam film saja.

Sinematografi yang indah dan khas Cuarón pun terlihat di sepanjang film adaptasi tersebut. Pada salah satu adegan di film ketiga Harry Potter inilah tanpa sengaja Cuarón memberikan petunjuk tentang peran penting salah satu karakter yang akan berperan besar di akhir cerita.

Sekilas kata:
Sebagai bacaan anak-anak, Harry Potter #3 sebaiknya dibaca untuk anak berusia 12 tahun ke atas, terutama karena jalan cerita yang mulai melibatkan intrik dan kejutan serta rahasia masa lalu yang lebih rumit daripada buku kedua.

Review ini aku sertakan dalam FYE, Fantasy Reading Challenge 2013 dan What’s in a Name Challenge.

5 thoughts on “Harry Potter and the Prisoner of Azkaban – Harry Potter dan Tawanan Azkaban

  1. Pingback: What’s In a Name Reading Challenge 2013 | Melihat Kembali

  2. Pingback: Read BIG Reading Challenge | Melihat Kembali

  3. Pingback: What’s In a Name Reading Challenge 2013 – Wrap Up | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s