Belanja Buku di Open Trolley Bookstore

logo_indoBerbelanja di online shop bukan pengalaman baru untukku karena aku sudah cukup sering membeli tas, CD, dan DVD, serta buku-buku secara online. Namun tidak begitu halnya dengan belanja buku impor karena aku tidak mempunyai credit card (cc) yang sering menjadi alat pembayaran utama di belanja online secara world wide.

Nah, di awal tahun 2013 ini, ada sebuah online book store yang baru saja membuka cabang di Indonesia dan membagi-bagikan voucher belanja gratis kepada BBIers secara bergiliran. Online book store tersebut bernama Open Trolley (OT). Apa itu Open Trolley? Bisa dilihat di sini.

Setelah sebulan dua bulan hanya mendengar cerita dari teman-teman BBIers yang berkesempatan mendapatkan voucher dan mulai mencoba belanja buku di OT, akhirnya di bulan April 2013 lalu aku mendapat giliran juga. Beruntung aku mendapat voucher sebesar Rp.50.000,- yang nilainya cukup lumayan untuk membeli buku baru. Soalnya ada yang hanya mendapat voucher sebesar Rp.20.000,- sehingga kurang leluasa memilih buku yang akan dibeli walaupun memang free ongkir sih untuk promo ini.

Pemesanan buku dilakukan sesuai prosedur, yang dapat dilihat di sini.

Karena belum ada incaran hendak membeli buku apa, akhirnya aku iseng mencari buku-buku karya Nicholas Sparks. Begitu muncul di hasil pencarian, koleksi buku tersebut ternyata tidak ada yang harganya di bawah atau sama dengan voucher tersebut. Harga terendah adalaha sebesar Rp. 63.000,- untuk buku Three Weeks with My Brother. Karena aku tidak terlalu mengincar buku tersebut, akhirnya pilihanku berpindah ke Safe Haven seharga Rp.91.000,- sehingga aku harus mentransfer tambahan Rp.41.000,- melalui transfer bank.

Berikut beberapa langkah pemesanan yang sempat aku abadikan setelah memilih buku yang akan dibeli:

Proses transaksi 1

Proses transaksi 1

Proses transaksi 2

Proses transaksi 2

Setelah proses pemesanan selesai, aku melakukan transfer melalui bank BCA. Kali ini aku terpaksa pinjem ATM si adek karena aku tidak punya rekening di bank tersebut. Setelahnya aku mengirim email konfirmasi ke OT sesuai petunjuk yang aku dapat saat melakukan pemesanan.

Beberapa hari tidak ada kabar dari OT, akhirnya aku putuskan untuk mengirim email kep CS- nya yang pertama kali mengirimkan voucher untukku. Tidak berapa lama keluhanku direspon dan ditelepon langsung oleh salah satu CS yang menanyakan apakah voucher itu pernah aku berikan ke orang lain dan tentu saja kujawab belum pernah aku pakai dan tidak pernah aku berikan ke orang lain karena untuk langsung menggunakannya saja aku harus berpikir berkali-kali😛

Akhirnya aku diminta untuk melakukan pemesanan ulang dan memasukkan kode voucher baru. Tentu saja aku segera melakukan pemesanan ulang agar tidak menghambat proses pembelian buku tersebut. Proses transaksi berhasil diselesaikan pada tanggal 20 Mei 2013. Itu artinya aku harus menunggu kedatangan paket buku yang kupesan sekitar seminggu dari tanggal tersebut.

Tanggal 28 Mei 2013 aku mendapat email dati OT yang memberitahukan bahwa paket telah dikirim dan diberi nomor lacak paket tersebut. 2 hari kemudian, sebuah paket terbungkus plastik bertuliskan RPX datang, dan seperti sudah diberitahukan oleh teman-teman BBIers yang pernah memesan ke OT, ukuran paketnya besar banget sampai-sampai ibuku bertanya: “Kamu pesen apalagi, Nduk?”😀

Penasaran dengan besar paket dari OT itu? Ini dia penampakannya:

Tampak depan paket

Tampak depan paket

Tampak belakang paket

Tampak belakang paket

Whoa, paketnya besar banget ya, sekitar 30×40 cm.
Sayangnya ada salah satu pojok paket yang terbuka, entah rusak atau tidak terbungkus dengan baik, yang jelas kardus di dalamnya jadi terlihat menonjol ke luar.

Salah satu pojok paket yang terbuka

Salah satu pojok paket yang terbuka

Kardus pelapis paket

Kardus pelapis paket

Inilah penampakan kardusnya yang diselotip lakban cokelat dengan kiat di keempat sisinya.

Kemasan kardus terselotip

Kemasan kardus terselotip

Perbandingan besar buku dengan kardus pelapis paket

Perbandingan besar buku dengan kardus pelapis paket

Begitu kardus tersebut dibuka, terlihatlah isinya yang hanya sebuah buku berukuran 3.30 x 10.41 x 16.76 cm, seberat 0.20 kg terbungkus rapi dalam bubble wrap, dan selembar kertas yang berisi informasi pemesanan dari OT.

Buku terbungkus buble wrap dan terdapat nomor lacak

Buku terbungkus buble wrap

Nah, itulah penampakan buku yang aku pesan yang langsung membuatku mengernyitkan dahi karena…kover buku yang aku terima berbeda dengan yang aku pesan! FYI, aku memilih buku yang kupesan karena gambarnya kovernya sepeda dengan keranjang berisi bunga yang menurutku cantik dan aku suka banget.

Kover buku yang kupesan

Kover buku yang kupesan

Sedangkan yang buku yang kuterima adalah novel dengan kover versi filmnya yang khas poster film-film Nicholas Sparks: foto close up sepasang kekasih yang berdiri berdekatan dan saling berhadapan. Kali ini tentu saja yang ditampilkan adalah aktor Josh Duhamel dan Julianne Hough sebagai pemeran utama versi filmnya. Jujur, aku lebih suka kover yang kupilih karena lebih keren😥

Kover Safe Haven yang kudapat

Kover Safe Haven yang kuterima

Oh iya, bukunya kuterima dalam kondisi tidak tersegel. Aku kurang tahu apakah buku impor tidak tersegel, namun hal ini cukup membuatku cukup terganggu karena bisa saja selama pengiriman buku itu tanpa sengaja basah karena paket yang kuterima terbuka di bagian ujungnya.

Saat itu aku ingin protes ke OT karena kover buku yang kupesan berbeda dengan yang kuterima. Namun karena khawatir dengan proses retur dan hal lainnya yang memakan waktu, aku putuskan untuk tidak melakukan protes dan menganggap ini sebagai pembelajaran untuk lebih cermat dalam melakukan transaksi online di kemudian hari.

Mungkin kesalahan ini terjadi saat pemesanan ulang yang kulakukan, namun aku tidak bisa mengeceknya lagi karena yang terekam di website hanya order history yang tidak menyebutkan jenis/ISBN barang yang dikirimkan. ISBN buku hanya disebutkan di email yang dikirimkan saat barang sudah diambil kurir, sehingga sepertinya memang sudah terlambat untuk memprotes ya😛

order histroy

track2
data ISBN baru tercantum dalam email pemberitahuan pengiriman

PENILAIAN:
Positif:

  1. Tampilan website dan konten di dalamnya lengkap, memudahkan pencarian informasi dan juga koleksi buku yang diinginkan.
  2. CS responsif dan segera menindaklanjuti keluhan mengenai transaksi yang terhambat.
  3. Pembayaran dapat melalui transfer via ATM sehingga tidak harus mempunyai cc untuk melakukan transaksi pemesanan.
  4. Free ongkir untuk program promo voucher.
  5. Jarak waktu antara pengiriman dan diterimanya paket terhitung cepat dan record transaksi bisa di-track sehingga tidak khawatir paketnya hilang di jalan. (FYI, walalupun paketnya bertuliskan RPX, namun ternyata paketku dikirim melalui JNE sesuai informasi yang kudapatkan melalui email)track

Negatif:

  1. Harga buku di OT cenderung lebih mahal daripada online book store dari luar negeri sekalipun, sehingga tentu saja akan menyebabkan konsumen yang semula berminat untuk  melakukan transaksi mencari alternatif online book store lainnya yang lebih murah.
  2. Pembayaran melalui transfer hanya baru bisa dilakukan melalui BCA sehingga cukup menyulitkan karena bank tersebut tidak tergabung dalam jaringan ATM Bersama yang terkoneksi dengan bank lain.
  3. Ukuran paket yang terlalu berlebihan selain memakan tempat juga tidak ramah lingkungan karena meninggalkan banyak sampah untuk sebuah buku yang berukuran kecil.
  4. Ongkos kirim yang dipukul rata baik untuk pemesanan satu buku ataupun banyak buku dapat menyebabkan kerugian bagi pihak pemesan satu buku saja. Untunglah kali ini aku mendapatkan promo free ongkir😀
  5. Kekeliruan jenis buku yang dikirim dapat diminimalkan apabila dalam status pemesanan awal juga diberikan informasi ISBN buku, sehingga tidak akan tertukar. Walaupun memang saat pengiriman paket mencantumkan ISBN buku, namun informasi tersebut terlambat untuk diketahui konsumen.

SARAN

  1. Ada baiknya harga yang ditawarkan tidak terlampau berbeda jauh dengan harga dari online book store lain yang telah menerapkan free ongkir untuk pengiriman ke Indonesia. Apalagi jika OT menawarkan diskon pada beberapa item buku yang ditawaran, pasti konsumen akan lebih tertarik bertransaksi di sini.
  2. Menambah alternatif transfer antar bank sehingga yang tidak punya rekening BCA juga lebih mudah melakukan transaksi. Bukankah prinsip OT adalah untuk memudahkan para pelanggannya?🙂
  3. Walaupun perkembangan proses transaksi telah diinformasikan melalui email, namun menurutku lebih baik hal tersebut dilakukan melalui websitenya langsung agar mudah di-track. Proses transasksi yang diawali dari dari pemesanan, konfirmasi transfer, dan juga pemberitahuan status pengiriman agar dilengkapi dengan gambar barang yang dipesan sehingga meminimalkan kekeliruan pengiriman barang. Aku sering bertransaksi di yes24 dan merasa puas dengan keteraturan sistem yang mereka terapkan, mungkin OT bisa mengadopsi sistem mereka?🙂
  4. Ada baiknya packaging buku dilakukan dengan lebih cermat, menyesuaikan ukuran buku yang dikirim sehingga tidak boros dan lebih hemat dalam pemaketan. Lagi-lagi aku menjadikan yes24 sebagai contoh karena walaupun mereka menggunakan bubble wrap, namun paket mereka ringkas, menyesuaikan ukuran barang yang dikirim.

KESIMPULAN
Apakah aku akan membeli buku lagi melalui OT di kemudian hari? Hmm, dari beberapa hal negatif yang aku temukan, untuk saat ini aku belum berpikir untuk melakukannya lagi🙂

Terima kasih Open Trolley yang telah memberikan kesempatan untuk berbelanja menggunakan voucher dan free ongkir untukku. Semoga berbagai saran di atas dapat menjadikan Open Trolley lebih baik lagi. Ingin mencoba belanja buku impor di Open Trolley? Silakan mampir ke http://opentrolley.co.id/🙂