Bad Boys Do – Pria Penggoda

17729749

Indonesian cover

Detail buku:
Judul asli: Bad Boys Do (Donovan Brothers Brewery #1)
Penulis: Victoria Dahl
Penerjemah: Shandy Tan
Editor: Rini Nurul Badariah
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 480 hlm
Cetakan I, April 2013
ISBN: 978-979-22-9402-6

Sinopsis:

Olivia Bishop sama sekali tidak asyik. Begitu kata mantan suaminya. Dan itulah kesan yang diberikan model rambut dan kacamatanya. Ia pun bertekad membangun kembali hidupnya. Olivia akan menghabiskan waktu bersama teman-teman perempuannya dan tidak menyia-nyiakannya hanya untuk seorang pria. Tapi ketika pertemuan dengan klub buku menggiringnya ke sebuah bar pembuatan bir, wanita cantik berambut gelap ini sadar bahwa bahaya—dalam bentuk Jamie Donovan yang seksi—mungkin terlalu menggoda untuk diabaikan.

Jamie sebenarnya tak pernah bermaksud berkelakuan badung. Ia akui, kilat liar di mata hijaunya yang jail telah memesona banyak wanita. Tapi kini waktunya bersikap dewasa. Ia bahkan siap menjalani hubungan serius. Masalahnya, bagaimana itu bisa terjadi kalau Olivia, satu-satunya wanita paling tepat yang pernah ditemuinya, sudah menganggapnya tidak layak?

Resensi:

Original cover

Original cover

Sejak kemunculan Jamie di buku pertama, aku sudah cukup penasaran untuk mengetahui siapakah yang beruntung mendapatkan bad boy keluarga Donovan ini. Biasanya sih diceritakan bahwa wanita yang berhasil menaklukkannya adalah wanita yang kuat dan seringnya bertolak belakang sifatnya dari bad boy tersebut. Namun benarkah demikian?

Adalah Olivia Bishop, seorang dosen yang berpisah dengan mantan suaminya karena sang Suami berselingkuh. Ketergantungan Olivia di masa lalu kepada suaminya membuatnya merasa tertekan, terutama setelah kegagalan perkawinannya tersebut. Olivia yang selama ini merasa dituntut untuk tampil sempurna dalam segala hal oleh kedua orang tuanya akhirnya memutuskan untuk mengambil sebuah langkah besar: dia tidak ingin punya hubungan yang penuh komitmen jangka panjang. Olivia ingin bersenang-senang tanpa beban perasaan bersalah dan akhirnya nekat menjalin hubungan dengan Jamie yang notabene adalah mahasiswa kelas musim panasnya.

Pertama kali berjumpa dengan Jamie, Olivia mengakui dengan sepenuh hati bahwa sosok pria muda yang menjadi pelayan bar dalam balutan kilt itu sangat menarik. Namun dia tidak menyangka bahwa Jamie tertarik untuk menjalin hubungan tanpa status dengannya. Ketika hubungan mereka mulai beranjak serius, Olivia harus menghadapi masalah dari kampus tempatnya mengajar dan juga gangguan dari mantan suaminya yang tidak rela dia menjalin hubungan dengan seseorang yang lebih muda

Di buku kedua ini aku mulai merasa bahwa kebiasaan Tessa, adik Jamie menuliskan status via twitter untuk mempromosikan kedai bir mereka terlalu berlebihan. Kenapa? Karena akibat dari setiap tweet yang ditulis Tessa, Jamie harus melakukan apa saja yang di-tweet-kan adiknya tersebut, termasuk memakai kilt dan juga bermesraan dengan para pengunjung yang diiming-imingi diskon besar.

Walalupun terlihat slengean, bandel, dan juga tidak bertanggungjawab, ternyata Jamie diam-diam menyimpan rahasia besar terkait kecelakaan yang menimpan kedua orang tua kakak beradik Donovan. Rahasia inilah yang dia simpan rapat-rapat dan rela mendapat cap kambing hitam keluarga dari Eric, sang Kakak yang selalu tampil sempurna dan bertanggungjawab penuh terhadap bisnis bir keluarga Donovan sejak kedua orang tua mereka meninggal.

Ketika Jamie ingin memberikan ide pengembangan kedai bir keluarga Donovan, Eric tidak menggubrisnya dan membuatnya putus asa. Olivia setia mendampingi Jamie dalam mengembangkan ide tersebut sekaligus memberi wanita itu jawaban atas segala pertanyaan tentang tujuan hidupnya selama ini. Bahkan ketika hubungan keduanya merenggang, Olivialah yang membuka mata Eric atas potensi adiknya itu.

Sepanas apa hubungan Jamie dan Olivia? Well, melihat banyaknya adegan hawt yang bertebaran di buku pertama, bisa dipastikan buku kedua ini sama hawtnya :”)

Oh ya, aku sendiri tidak sabar ingin membaca buku ketiga yang menceritakan tentang Eric, sang kakak yang selalu tampil sempurna. Benarkah dia sesempurna itu? Banyak petunjuk bertebaran di sepanjang kisah di buku kedua ini yang pastinya akan kita dapatkan jawabannya di buku ketiga.

Sensasi rasa yang tertinggal: 3/5

2 thoughts on “Bad Boys Do – Pria Penggoda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s