The Devil In Black Jeans

17184127Detail buku:
Penulis: aliaZalea
Editor: Eka Pudjawati
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 352 hlm
Cetakan I, Januari 2013
ISBN: 978-979-22-9188-9

Sinopsis:

Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.

Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.

Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.

Resensi:
Buku ini menceritakan tentang bagaimana seorang Johan Brawijaya, drummer tampan yang diidolakan oleh para wanita se-Indonesia raya, dipaksa jatuh bertekuk lutut kepada Dara. Siapakah Dara? Dia adalah Personal Assitant (PA) Blu, adik tiri Jo yang juga seorang penyanyi opera yang tengah naik daun. Lalu bagaimana mungkin hal itu terjadi? Sejak awal diceritakan bahwa tanpa sebab yang jelas Jo sudah merasa antipati terhadap Dara, demikian pula gadis itu yang langsung tidak menyukai sikap arogan pria tersebut. Terlebih lagi karena ulah anjing peliharaan Jo yang membuat Dara merasa kehilangan kredibilitasnya sejak pertemuan pertama mereka.

Menurutku konflik cinta segitiga antara Jo-Dara-Panji kurang porsinya untuk diceritakan dalam buku ini. Bahkan saat aku mengira akan terjadi perkelahian memperebutkan Dara-yang memang akan terkesan klise namun bisa menjadi konflik-, ternyata hal itu juga tidak terjadi. Sebegitu cueknya kah Panji terhadap Dara yang sangat diharapkannya menjadi istri yang ideal untuknya? Padahal Panji sangat menentang keinginan Dara untuk bekerja walaupun akhirnya memberi sedikit kelonggaran. Mengapa Panji tidak mengawasi Dara dengan lebih ketat ketika di pertengahan cerita dia mendapati Jo melakukan pendekatan kepada calon istrinya tersebut? Padahal kupikir Panji akan menjadi tipe pria posesif yang akhirnya akan membuat Dara jengah dengan sendirinya

Karakter Dara yang merasa panik melihat teman-teman dekatnya berkeluarga dan membuatnya nekat mempertahankan Panji yang dinilainya tipe yang bertanggungjawab cukup bisa dimaklumi. Pandangan masyarakat Indonesia pada umumnya tentang gadis cukup umur yang belum menikah memang cenderung membuat seseorang bertindak tergesa-gesa, semandiri apapun gadis tersebut. Hal inilah yang dihadapi Dara sehingga dia lebih memilih mencari kestabilan ketimbang perasaan tidak menentu yang dirasakannya setelah bertemu dengan Jo.

Jo yang sejak awal kuperkirakan akan bertingkah selayaknya bad boy/iblis ternyata hanya menunjukkan sikap arogan dan pengatur terhadap kehidupan Blu. Suatu sikap yang cenderung wajar untuk seorang kakak laki-laki kepada adik perempuan yang disayanginya. Dia cenderung mementingkan kepentingan sang Adik sehingga sampai akhir buku aku heran kenapa Jo digambarkan sebagai Iblis dalam balutan jins hitam seperti judul buku ini. Mungkin gambaran inilah yang tersimpan dalam memory perjumpaan Dara pertama kali dengannya sehingga ketika di kemudian hari Jo tidak selalu berpakaian serba hitam pun Dara masih menganggapnya The Devil In Black Jeans. Entahlah.

Satu hal yang membuatku heran, entah kenapa hingga akhir buku ini selesai kubaca, aku tidak menemukan chemistry sama sekali dari Jo-Dara. Aneh bukan? Memang keduanya beberapa kali terlibat adu mulut dan berinteraksi dalam percakapan normal terkait dengan kepentingan Blu, namun rasanya interaksi tersebut tidak berjalan alami. Di sisi lain walaupun diceritakan bahwa Blu menjadi dekat dengan Dara, tetap saja aku masih merasakan ada yang hilang dalam penceritaan hubungan tersebut. Mungkin penggunaan bahasa formal saya sebagai kata ganti aku ikut mempengaruhi penilaianku sehingga merasa kurang nyaman sepanjang membaca buku ini. Atau hal ini terjadi karena aku terlalu sering membaca buku terjemahan? Hmmm, I don’t think so.

Mungkin The Devil In Black Jeans akan menjadi favorit dan koleksi wajib para metropoplovers, namun ternyata tidak untukku🙂

Sensasi rasa seusai baca: 3/5

Sekilas kata:

  • The Devil In Black Jeans merupakan karya aliaZalea pertama yang kubaca dan ternyata kurang bisa membuatku tertarik untuk mencoba membaca karyanya yang lain. Apalagi pemilik buku yang kupinjam ini sempat mengatakan bahwa The Devil in Black Jeans ini terhitung lebih baik dari buku-buku terdahulu penulis tersebut.
  • Buku ini aku sertakan dalam Finding New Author RC yang diadakan oleh Ren

2 thoughts on “The Devil In Black Jeans

  1. Pingback: New Authors Reading Challenge 2013 | Melihat Kembali

  2. Pingback: New Authors Reading Challenge 2013 – Wrap Up | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s