To Marry an Heiress – Menikahi Sang Pewaris

17730038
Indonesian Cover

Detail buku:
Judul asli: To Marry an Heiress (Daughters of Fortune #2)
Penulis: Lorraine Heath
Penyunting: Sylfentri
Penerbit: Dastan books
Tebal: 424 hlm
Cetakan I, 2013
ISBN: 978-60-22470328

Sinopsis:

Devon Sheridan, seorang earl tampan dari London yang jatuh miskin, berniat menikahi seorang wanita kaya untuk menyelamatkan kondisi keuangan keluarganya. Devon akhirnya menjatuhkan pilihan pada seorang wanita Amerika bernama Georgina Pierce yang akan mewarisi kekayaan berlimpah dari ayahnya yang hampir meninggal.

Kontrak pernikahan pun dibuat antara Devon dan Mr. Pierce, ayah Georgina. Negosiasi tentang syarat-syarat pernikahan berhasil disepakati sehingga Devon yang berstatus duda itu akhirnya menikahi Georgina Pierce yang masih perawan.

Tak berapa lama kemudian Mr. Pierce meninggal. Devon mengira rencananya mendapatkan kekayaan dari warisan istrinya akan segera terwujud, tapi ternyata sesuatu yang sangat buruk terjadi. Masalah kematian istri pertamanya pun membuat pernikahannya dengan Georgina berjalan rumit. Apakah pernikahan mereka terus berlanjut atau hancur berantakan? Bagaimana nasib dua anak Devon dari pernikahan sebelumnya yang mulai menyukai ibu tiri mereka? Devon kini diharuskan memilih antara cinta, harta, keluarga, dan harga dirinya sebagai seorang bangsawan…

Resensi:

871847
Original cover

Tidak seperti buku Lorraine Heath lainnya, buku kedua dalam seri Daughters of Fortune ini entah kenapa tidak membuatku terkesan sama sekali. Karakter Devon memang masih seperti pakem tokoh hero dalam novel Lorraine Heath lainnya, tidak sempurna dan menyimpan rahasia/kelemahan yang membuatnya terlihat lebih manusiawi. Namun hal tersebut tidak cukup untuk membuatku menempatkannya dalam hisrom favorit.

10548804Separuh pertama buku ini berjalan dengan alur yang cepat dan padat. Pertemuan Devon dengan Pierce, calon istri yang diincarnya karena harta warisan dari ayahnya terjadi dalam waktu singkat. Tidak ada proses rayu merayu dan tarik ulur seperti cerita hisrom lainnya. Devon bertemu dengan ayah Pierce, menyetujui persyaratan yang diajukan ayah sang Gadis, menemui Pierce di pesta dansa, dan melamarnya beberapa hari kemudian serta menikahinya dalam hitungan hari saja.

Walaupun sejak awal Pierce sudah merasa tertarik kepada Devon, namun gadis itu mengubur perasaannya dalam-dalam karena dia yakin suaminya itu tidak mencintainya. Devon hanya memenuhi permintaan ayah Pierce dengan harapan mendapatkan warisan gadis itu untuk mengembalikan lagi kejayaan keluarganya. Namun sangat disayangkan, kenyataan yang harus dihadapi Devon ternyata jauh lebih buruk dan membuatnya merasa tertipu.

Pierce sendiri merasa bersalah terhadap suaminya tersebut, namun ketika dia mengetahui sebuah rahasia yang disembunyikan Devon, dia bertekad untuk membesarkan hati suaminya tersebut untuk menerima keadaan mereka yang sebenarnya.

Di pertengahan cerita, alurnya terasa lambat dan hambar tanpa adanya konflik yang cukup berarti selain rahasia Devon yang disimpan pria itu rapat-rapat. Ketika konflik terjadi di separuh akhir cerita itu muncul, kesannya seperti dipaksakan dan terlalu singkat saja penyelesaiannya.

Sepertinya aku sudah mulai jenuh dengan hisrom karya Lorraine Heath yang diterjemahkan Dastan akhir-akhir ini. Butuh rehat sejenak dari masa lalu untuk kembali ke masa depan🙂

Sensasi rasa yang tertinggal: 3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s