Scene on Three #2

scene-on-threeHalo, halo, Happy Friday the 13th semuanya😀
Baiklah, setelah absen beberapa kali sejak SoT #1 di bulan Agustus kemarin, inilah saatnya aku membagi memorable moment/scene/description that captured my mind from books I’ve read. Penasaran dengan SoT #2-ku kali ini?

Awalnya pemandangan dari sini kelihatan lumayan bagus. Ada taman tepat di bawah jendela Bruno. Lumayan besar juga, penuh bunga yang ditanam dalam deretan rapi di tanah. Seseorang pasti merawat bunga-bunga tersebut dengan hati-hati, seakan tahu menanam bunga di tempat seperti ini penting untuk dilakukan, seperti meletakkan lilin kecil di sudut kastil besar, di daerah terpencil berkabut pada malam gelap musim dingin.

Setelah bunga-bunga itu ada trotoar dengan bangku kayu di atasnya. Gretel membayangkan duduk di situ bermandikan matahari, membaca buku, Ada papan nama tertempel di sandaran bangku, tpai dari jarak ini Gretel tidak bisa membaca tulisannya. Tempat duduknya meghadap ke rumah ini-yang biasanya, akan dianggap aneh, tapi sekarang Gretel tahu kenapa.

Sekitar enam meter dari taman bunga dan bangku papan nama itu, segala sesuatu tampak berbeda. Ada pagar kawat besar selebar rumah ini, kemudian memanjang di kedua sisinya, memanjang jauh sampai tak terlihat. Pagar itu sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari rumah tempat mereka berdiri ini, lalu ada tiang-tiang kayu besar, seperti tiang telegraf, di sepanjang kawat itu, menyangganya. Di bagian atas pagar terdapat gulungan besar kawat duri, terjalin membentuk spiral, membuat Gretel tiba-tiba merasa nyeri melihat duri-duri tajam di setiap  bagian kawat itu.

Dalam halaman berpagar itu sama sekali tak ada rumput; bahkan sama sekali tak ada tumbuh-tumbuhan sejauh mata memandang. Tanahnya berpasir, dan yang bisa dilihat Gretel hanya pondok-pondok rendah serta bangunan besar berbentuk kotak yang berjejer di sekitar satu atau dua cerobong asap di kejauhan….

the_boy_in_the_striped_pyjamas_wallpaper_1Walaupun penggalan deskripsi di atas diceritakan dari sudut pandang Gretel, kakak perempuan Burno, namun aku rasa kesan pertama tentang keberadaan pagar kawat pembatas itulah yang akhirnya memacu bocah laki-laki itu untuk mencari tahu rahasia apa yang ada di balik pagar itu. Sebuah awal dari petualangan dengan akhir tidak terduga untuk Bruno dalam the Boy in the Striped Pyjamas.

Ingin bergabung sambil menceritakan deskripsi menarik dari sebuah buku ke teman-teman?

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

5 thoughts on “Scene on Three #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s