Mendekap Rasa

18337746Detail buku:
Judul asli: Mendekap Rasa
Penulis: Aditia Yudis, Ifnur Hikmah
Penyunting: Yulliya Febria
Proofreader: Widyawati Oktavia & Moh. Rido
Penerbit: Bukune
Tebal: 394 hlm
Cetakan I, 2013
ISBN: 978-602-220-091-8

Sinopsis:
https://www.goodreads.com/book/show/18337746-mendekap-rasa

Resensi:

“Cinta itu belajar, Cha. Kamu belajar mencintai dia apa adanya, begitu juga sebaliknya.” hlm.359

Nasihat mama kepada Carissa-biasa dianggil Icha-ini seakan menjadi pesan yang ingin disampaikan oleh kedua orang penulis kepada pembaca buku ini. Karena di sepanjang kisah dalam buku ini, kedua tokoh utamanya dipaksa menghadapi konflik yang memaksa mereka menjadi lebih dewasa dalam menjalin hubungan.

Adalah Icha, seorang fashion designer ternama yang tengah mengalami kegalauan setelah bertemu kembali dengan seorang mantan pacarnya, Narendra, yang kini telah menikah dengan seorang wanita yang menurutnya sangat jauh bandingannya dari dirinya. Wanita yang sangat sederhana, baik dalam penampilan maupun tindakan yang dianggap Icha bukan levelnya. Ya, Icha adalah seorang wanita modern yang mandiri, ber-ego tinggi, dan juga tidak pernah mau kalah. Terdengar sebagai karakter antagonis ya? Memang, karakter Icha sejak awal cerita memang cenderung menyebalkan dan mau menang sendiri.

Nah, apakah Icha berniat merebut Narendra kembali dari istrinya, Nares? Oh, tidak. Namun dari Narendra-lah Icha berkenalan dengan Michael, atasan sekaligus sahabat Narendra di kantor konsultan arsitektur. Sikap Michael yang ramah dan easy going mampu mencairkan hati Icha. Sejak awal berkenalan dan kemudian menjadi dekat, baik Icha maupun Michael sama-sama menganggap bahwa hubungan mereka hanya untuk sekadar bersenang-senang saja, namun semuanya tidak berjalan seperti yang mereka harapkan.

Pada suatu titik, baik Icha maupun Michael mulai merasa nyaman satu sama lain sehingga ketika segalanya menjadi serius, berbagai kejutan dari masa lalu Michael muncul dan membuat Icha harus menerima kenyataan bahwa ego-nya terkalahkan oleh rasa cinta yang perlahan hadir di antara dirinya dan Michael.

Michael sendiri digambarkan sebagai pria yang masih terjebak dengan masa lalu yang tidak terselesaikan. Bahkan berulang kali keputusan yang dia ambil selalu terkait dengan ‘hantu’ dari masa lalu tersebut. Sebuah sikap yang cukup plin-plan menurutku, karena banyak tindakan yang tidak seharusnya dia lakukan sebagai seorang anak yang dibesarkan oleh single mother dan tidak mengenal ayahnya.

Karakter di sekitar Icha dan Michael seperti Narendra, Nares, dan teman-teman sekantor Michael sepertinya tidak rela ketika Michael hendak serius menjalin hubungan dengan Icha. Semua mempertanyakan hantu masa lalu Michael yang pria itu sendiri tidak tahu kemana perginya. Hal ini cukup menggangguku sejak awal bahkan sampai di akhir cerita. 

Baiklah, cara Icha untuk mencoba meraih hati Michael memang ceroboh, terkesan kekanakan, dan kurang bertanggung jawab-walaupun katakternya menurutku bisa dibuat lebih bitchy lagi. Namun sekali lagi berbagai tindakan Michael dalam usahanya membahagiakan Icha yang-Gosh!-lagi-lagi tak lepas dari kenangan masa lalu semakin membuatku muak dan ingin segera mengakhiri buku ini.

Akhir cerita dalam buku ini masih menyisakan berbagai pertanyaan di benakku terutama karena kegalauan di hati kedua tokoh utama masih ada dan tidak serta merta mengubah perasaan masng-masing walalupun semua tindakan yang dianggap benar dan pantas sudah dilakukan keduanya.

“Rumah ini nggak akan lengkap tanpa kehadiranmu di dalamnya.” hlm.387

Dari segi penulisan, kolaborasi kedua penulis ini cukup berhasil membuat alur cerita yang nyaman dibaca, walaupun ada beberapa detail yang cukup menggangguku seperti penyebutan berbagai merk barang terkenal berulang-ulang kali di paragraf awal bab pertama, dan cerita bahwa para tokohnya pernah berlibur ke luar negeri berulang kali dan ada salah satu adegan yang memang mengambil tempat di luar negeri hanya untuk memunculkan hantu masa lalu Michael.

Bagiku yang jarang membaca romance Indonesia hal ini merupakan sebuah pengalaman baru karena ternyata memang semua hal tersebut menurut seorang teman penggemar romance Indonesa memang sering ditemui dalam novel-novel ber-genre sama seperti buku ini. Katanya ada novel  lain yang lebih parah dalam menyebutkan berbagai merk ternama dan menggunakan banyak dialog dalam bahasa Inggris.

Oh iya, satu hal lagi, jujur, aku tidak menemukan chemistry antara Icha dan Michael, entah mengapa hal ini selalu terjadi padaku setiap membaca cerita buatan orang negeri sendiri *tutup muka*

Untuk penggemar romance Indonesia, buku ini bisa menjadi salah satu alternatif bacaan ringan yang tidak membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan-yang berarti dua jam untukku.

Sensasi rasa yang tertinggal: 3/5

4 thoughts on “Mendekap Rasa

  1. Pingback: New Authors Reading Challenge 2013 | Melihat Kembali

  2. Pingback: New Authors Reading Challenge 2013 – Wrap Up | Melihat Kembali

  3. well…saya ttp kagum dengan carissa yang gigih menunggu hati mike. dan tentunya kagum dgn mike sendiri yang sll berusaha utk membahagiakan icha. krn itulah cinta sebenarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s