5 Syarat Satria Jawa

aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMjk2MDM3MDAxX2o4WEYzYkpRLmpwZw==Sumber: kfk.kompas.com

“Husy, Kau yang terlalu percaya pada segala yang serba Belanda. Lima syarat yang ada pada satria Jawa: wisma, wanita, turangga, kukila, dan curiga. Bisa mengingat?” Bumi Manusia. Hlm.463.

Pertanyaan Bunda kepada Minke di dalam buku Bumi Manusia memberikan sebuah pengetahuan baru padaku. Keberadaan lima syarat Ksatria Jawa itu sepertinya pernah kudengar di masa lalu, namun tidak terlalu jelas dan menempel di ingatanku sehingga ketika menemukannya lagi kuputuskan untuk menuliskannya di sini.

Jadi, apa itu wisma, wanita, turangga, kukila, dan curiga?

  1. Wisma; tanpa rumah orang tak mungkin satria. Orang hanya gelandangan. Rumah, tempat satria bertolak, tempat dia kembali. Rumah bukan sekedar alamat, dia tempat kepercayaan sesama pada yang meninggali.
  2. Wanita;  tanpa wanita satria menyalahi kodrat sebagai lelaki. Wanita adalah lambang kehidupan dan penghidupan, kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan. Dia bukan sekedar istri untuk suami. Wanita sumbu pada semua, penghidupan dan kehidupan berputas dan berasal.
  3. Turangga; kuda itu, dia alat yang dapat membawamu kemana-mana: ilmu pengetahuan, kemampuan, keterampilan kebisaan, keahlian, dan akhirnya kemajuan. Tanpa turangga takkan jauh langkahmum pendek penglihatanmu.
  4. Kukila; burung itu, lambang keindahan, kelangenan, segala yang tak punya hubungan dengan penghidupan, hanay dengan kepuasan batin pribadi. Tanpa itu orang hanya sebongkah batu tanpa semangat.
  5. Curiga; keris itu, lambang kewaspadaan, kesiagaan, keperwiraan, alat untuk mempertahankan yang empat sebelumya. Tanpa keris, yang empat akan bubar binasa bila mendapat gangguan.

Jadi para pria Jawa, sudahkah kalian memenuhi kelima hal tersebut di atas? Jika belum, seperti pesan Bunda kepada Minke:

“Kalau belum ada salah satu dari yang lima itu adakanlah. Jangan pungkiri yang lima itu. Setiap daripadanya adalah tanda-tandamu sendiri, Kau harus dengarkan leluhurmu. Kalau yang lain-lain tak dapat kau patuhi, yang lima itu sajalah genapi dengan baik, Kau dengar, Gus?” Bumi Manusia. Hlm.465.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s