The Witches – Ratu Penyihir

6348800Detail buku:
Judul asli: The Witches
Penulis: Roald Dahl
Penerjemah: Diniarty Pandia
Ilustrator: Quentin Blake
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 240 hlm
Cetakan III, September 2004
ISBN: 979-686-631-5

Blurb:

Ini buka dongeng. Buku ini tentang para PENYIHIR SUNGGUHAN. Mereka adalah makhluk-makhluk jahat, licik, dan kejam yang jago menyamar sebagai wanita baik-baik.

Jadi bagaimana kau tahu bahwa wanita yang ada di hadapanmu — entah itu gurumu, tetanggamu atau bahkan ibumu! — penyihir atau bukan? Yah, kalau belum tahu, sebaiknya kau segera membaca buku ini, karena penyihir sangat membenci anak-anak dan menggunakan segala cara untuk menyingkirkan mereka.

Resensi:
Tokoh utama dalam buku ini adalah seorang anak laki-laki keturunan Norwegia berumur delapan tahun. Anak laki-laki ini kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan mobil saat hendak mengunjungi neneknya di Negeri Viking tersebut. Karena nenek yang dipanggilnya Grandmamma itu adalah satu-satunya keluarga yang dimilikinya, maka anak laki-laki itu berada dalam asuhan sang Nenek. Sebenarnya keduanya memutuskan untuk tinggal di Norwegia saja, namun mereka terpaksa pindah ke Inggris sesuai permintaan ayah anak tersebut dalam surat wasitanya.

“Tidak ada yang pernah melihat setan, tapi kita toh tahu dia ada.” hlm.47

Grandmamma suka bercerita, dan yang paling menarik perhatian si anak laki-laki adalah cerita tentang penyihir. Grandmamma punya banyak pengetahuan tentang penyihir dan mampu menjelaskannya secara detail kepada cucu tersayangnya itu.

“Kelihatannya kau tidak mengerti bahwa penyihir sama sekali bukan wanita. Mereka tampak seperti wanita. Mereka bicara seperti wanita. Dan mereka mampu bersikap seperti wanita. Tapi sebenarnya, mereka adalah makhluk yang berbeda seratus delapan puluh derajat. Mereka seta berwujud manusia. Itulah sebabnya mereka punya cakar, kepala botak, hidung aneh, dan amat ganjil. Semua itu harus mereka sembunyikan sebaik-baiknya dari orang lain.” hlm.33

Grandmamma menjelaskan bagaimana cara mengenali seorang penyihir kepada cucu laki-lakinya karena para penyihir sangat membeci keberadaan anak-anak. Mereka dapat mendeteksi keberadaan anak-anak dengan mudah karena anak-anak yang manis, rajin mandi, dan berbau harum itu bagi mereka berbau seperti tahi anjing.

“Anak-anak mestinya tidak pernah mandi. Itu kebiasaan yang berbahaya.” hlm. 140

Para penyihir akan menggunakan berbagai cara untuk menghilangkan makhluk yang sangat mereka benci itu dengan berbagai cara. Mulai dari memancing mereka dengan makanan favorit dan mengajaknya pergi entah kemana, sampai dengan mengubah bentuk mereka menjadi hewan. Para penyihir ada di seluruh dunia, tidak terkecuali di Inggris. Grandmamma mengatakan bahwa penyihir Inggris adalah penyihir terjahat, sehingga si anak laki-laki berharap dia tidak akan pernah berjumpa dengan mereka.

Namun kenyataan berbicara lain. Si anak laki-laki tidak hanya sekali saja bertemu dengan peyihir, namun dua kali. Untuk yang kedua ini terjadi di saat libur musim panas dimana Grandmamma harus memulihkan diri pneumonia. Petualangan kecil si anak laki-laki pun dimulai ketika tanpa sengaja dia terperangkap dalam konferensi penyihir se-Inggris yang diadakan di hotel yang sama tempatnya dan Grandmamma menginap.

Si anak laki-laki menyaksikan seluruh kebenaran yang Grandmamma ungkapkan tentang ciri-ciri para penyihir sekaligus merasakan sendiri ramuan pengubah wujud milik Ratu Penyihir. Namun tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi anak laki-laki dan Grandmamma untuk menyelamatkan anak kecil di seluruh Inggris dengan menjebak para penyihir tersebut dalam trik mereka sendiri.

Cerita anak-anak karya Roald Dahl ini sangat sederhana, penuh imajinasi, dan menghibur sekaligus agak menyeramkan dengan beberapa deskripsi detail terkait ciri-ciri fisik para penyihir. Kedekatan hubungan si anak laki-laki dan neneknya sangat terasa di sepanjang cerita dimana sang Nenek memahami perasaan dan kebutuhan sang Cucu kesayangannya tersebut.

Tidak seperti karya Dahl lainnya yang sering mendapat pujian, buku yang pertama kali diterbitkan pada 27 October 1983 ini banyak mendapat kritikan terkait unsur misogini (kebencian/diskriminasi terhadap perempuan) yang ada di dalamnya. The Witches berada dalam daftar the 100 Most Frequently Challenged Books of 1990 to 1999. Beberapa kritikus menganggap The Witches sebagai buku seksis, karena dianggap mengajarkan kepada anak laki-laki untuk menjadi pria yang membenci wanita.

Di samping sedikit kontroversi yang ditimbulkannya, buku ini tetap layak dibaca dan membawa Pembaca ke sebuah petualangan singkat melawan penyihir jahat yang ingin melenyapkan semua anak kecil di seluruh dunia. Cukup menyeramkan juga kan?

Sensasi rasa yang tertinggal: 3,5/5

Tentang penulis:
dahl
Roald Dahl (September 13, 1916-November 23, 1990) adalah novelis, penulis cerita pendek, penyair, pilot pesawat tempur, dan juga seorang penulis skenario. DahlSebagian besar karyanya adalah buku cerita anak-anak. Karya anak-anak pertamanya berjudul The Gremlins dan diterbitkan oleh Disney di tahun 1943. Karya lainnya yang terkenal adalah Charlie and the Chocolate Factory, Matilda, dan James and the Giant Peach.

Lebih banyak tentang penulis ini silakan mengunjungi http://www.roalddahl.com

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Roald_Dahl

Film adaptasi:
Witches_posterPada tahun 1990, the Witches diadaptasi menjadi sebuah film yang dibintangi Anjelica Huston dan Rowan Atkinson, disutradarai oleh Nicolas Roeg dan didistribusikan oleh Warner Bros. Dalam film ini, anak laki-laki tokoh utamanya bernama Luke Eveshim, neneknya Helga Eveshim, dan Ratu Penyihirnya Evangeline Ernst. Banyaknya perbedaan yang cukup mencolok di dalam film ini membuat Dahl menganggapnya sebagai film yang benar-benar mengerikan”.

Sekilas kata:

posting bareng BBI 2014

  • Resensi ini dibuat dalam rangka Posbar BBI Oktober 2014 untuk tema buku yang diterbitkan di Tahun Lahir
  • Children Literature

2 thoughts on “The Witches – Ratu Penyihir

  1. Pingback: My List on CLRP 2014-2017 | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s