The Tale of Despereaux – Kisah Despereaux

re_buku_picture_79184Detail buku:
Judul asli: The Tale of Despereaux
Penulis: Kate DiCamillo
Ilustrator: Timothy Basil Ering
Penerjemah: Diniarty Pandia
Tebal: 275 hlm
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Edisi: Cetakan kedua, Maret 2005
ISBN: 978-979-221-184-9

Sinopsis:
https://www.goodreads.com/book/show/1516451.The_Tale_of_Despereaux

Resensi:

Cinta adalah sesuatu yang kuat, indah, dan konyol, mampu memindahkan gunung. Dan gulungan benang. hlm.228

Dahulu kala. Dahulu kala adalah kata-kata pembuka yang jamak kita temukan saat membaca sebuah buku dongeng. Kedua kata tersebut seakan menjadi mantra ajaib sebuah dongeng pengantar tidur bagi anak-anak yang dibacakan oleh orang tua mereka. Kedua kata ajaib ini pulalah yang membawa sang Tokoh Utama dalam buku ini dalam sebuah petualangan yang tidak biasa bagi seekor tikus kastil. Ya, benar, tokoh utama kita kali ini adalah seekor tikus kastil dengan nama yang dalam bahasa Perancis berarti kekecewaan, Despereaux.

Despereaux adalah seekor tikus kastil yang sejak lahir sudah terlihat berbeda dibandingkan dengan tikus-tikus kastil pada umumnya. Tubuhnya sangat kecil, bertelinga lebar, dan dia membuka mata ketika melihat pantulan cahaya matahari di cermin oval milik ibunya sesaat sesudah kelahirannya.

Saudara-saudara Despereaux pun menyerah untuk mengajarinya bertingkah laku layaknya tikus pada umumnya karena selain Despereaux sendiri tidak suka, tikus tokoh utama kita ini mempunyai rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Dia sering keluyuran di ruangan-ruangan kastil, merasa mendengar suara yang semanis madu, melamun memandangi cahaya yang mengalir melalui jendela kaca patri, dan bahkan dia sering ke perpustakaan untuk membaca cerita di dalam buku daripada menggerogotinya sampai habis seperti yang sering dilakukan oleh para tikus.

Kisah yang berulang kali dibaca Despereaux adalah kisah tentang seorang putri dan ksatria yang menyelamatkannya. Kisah inilah yang terpatri dalam ingatan tikus kecil ini ketika akhirnya dia menemukan sumber suara semanis madu yang sering didengarnya. Dia jatuh cinta kepada sang Putri yang bernama Pea.

Tak ada kata penghiburan dalam “selamat tinggal”. Selamat tinggal adalah kata-kata yang dalam bahasa apa pun, penuh penderitaan. Itu kata-kata yang tak menjanjikan apa-apa. hlm.69.

Ketika saudara lelakinya memergoki si Adik Bungsu melakukan tindakan terlarang bagi bangsa tikus, Despereaux harus menghadapi hukuman dari Dewan Tikus. Sebuah hukuman yang sangat mengerikan bagi para tikus kastil: diasingkan dengan dibuang ke bawah tanah dan dihadapkan pada para tikus got yang ganas.

Ada hati yang tidak pernah sembuh setelah hancur. Atau kalaupun sembuh, hati itumenyembuhkan diri dnegan cara yang aneh dan tak wajar, sekan diperbaiki tukang yang asal-asalan. hlm.121.

Cerita ini tentu tidak seru tanpa kehadiran tokoh antagonis yang juga sering muncul dongeng-dongeng pengantar tidur. Tokoh tersebut tidak lain adalah Roscuro, seekor tikus got yang diam-diam terobsesi pada cahaya setelah Gregory, sang sipir penjara bawah tanah tanpa sengaja mengenalkan cahaya tersebut kepadanya. Pemikiran Roscuro banyak dipengaruhi oleh pandangan negatif Botticelli Remorso, temannya sesama tikus got yang sangat tua. Roscuro mengalami peristiwa pahit setelah berusaha meraih cahaya yang diinginkannya sehingga terjadi peristiwa yang melibatkan sang Putri yang membuat hatinya terluka sangat dalam dan ingin membalas dendam.

Dengan bantuan tanpa sengaja dari Meggary Sow, seorang anak perempuan yang karena berbagai perisitiwa akhirnya terdampar ke dalam istana tempat tinggal Raja dan sang Putri, Roscuro berusaha membalas dendam. Meggary Sow yang sedari kecil selalu mendapat jawaban mengecewakan atas segala keinginannya pun diam-diam mendambakan sesuatu sehingga akhirnya mau membantu Roscuro.

Ketika orang-orang berkuasa jadi tak berdaya, ketika mereka terpaksa jadi manusia biasa, kelemahan mereka mengerikan. hlm.215.

Roscuro tidak menyadari bahwa peristiwa yang membuatnya sakit hati itu sekaligus merupakan peristiwa menyedihkan bagi sang Raja dan puterinya tersebut. Bahkan karena peristiwa itu, Raja mengeluarkan kebijakan konyol tak masuk akal yang membuat seluruh penghuni istana dan penduduk kerajaannya tidak bisa menikmati semangkuk sup hangat!

Di tengah upaya balas dendam itulah Despereaux berusaha mewujudkan impiannya dan menjadi tokoh utama dalam kisah dongengnya sendiri. Namun apakah cerita ini berakhir bahagia seperti dongeng pada umumnya?

Disajikan dalam bentuk fabel yang terbagi menjadi 4 buku (Lahirnya si Tikus, Vhiaroscuro, Buset! Kisah Miggery Sow, dan Dalam Cahaya Lagi), cerita tentang seekor tikus kastil yang unik yang berusaha meraih mimpinya yang seakan tidak mungkin, karya Kate DiCamillo ini membawa banyak pesan moral dan nasehat untuk anak-anak. Semua itu diselipkannya dengan cerdas di dalam alur cerita tanpa kesan terlalu menggurui. Penulisannya sengaja dibuat seperti dongeng interaktif yang seakan melibatkan pembaca sebagai bagian dari cerita dengan sering menyapa anak-anak sebagai target pembaca utama buku ini.

DiCamillo piawai menyajikan cerita tentang dua ekor tikus yang sama-sama punya mimpi, sama-sama dihempaskan oleh peristiwa traumatis, dan sama-sama diperlakukan dengan tidak semestinya hanya karena perbedaan sifat dan sikap yang mereka miliki, namun keduanya memilih jalan yang berbeda sebelum akhirnya bersinggungan di akhir cerita. Memang keduanya tidak berasa dari jenis yang sama, Despereaux adalah seekor tikus kastil, dan Roscuro adalah seekor tikus got sehingga mau tidak mau hal itu ikut membentuk pribadi mereka di kemudian hari.

Mungkin jika Despereaux adalah tikus got dan Roscuro adalah tikus kastil, ketika akhirnya mereka memilih jalan yang kontras, jalan ceritanya akan lebih dramatis. Namun demikian menurutku hal ini hal ini tidak terlalu banyak berpengaruh di dalam jalan cerita secara umum karena pesan moralnya tetap tersampaikan dengan baik.

Buku ini cocok dibacakan oleh para orang tua sebagai dongeng sebelum tidur karena cerita pada setiap babnya cenderung pendek dan tidak dibuat terlalu menggantung sehingga dapat dibacakan sedikitnya satu bab setiap malam. Ketika para orang tua mengakhiri cerita tentang si Tikus yang bermimpi menjadi ksatria bagi sang Putri, anak-anak mereka akan mendapatkan satu cahaya baru dalam hidupnya.

Sensasi rasa yang tertinggal: 4/5

Tentang Penulis:
Katrina Elizabeth DiCamillo atau yang lebih dikenal sebagai Kate DiCamillo adalah seorang penulis Amerika kelahiran tahun 1964 yang sering mengambil setting dlhertzel_1390832362_kateunia binatang atau dunia manusia yang melibatkan binatang sebagai sumber ceritanya. The Tale of Despereaux adalah buku pertama DiCamillo yang mendapat penghargaan Newberry pada tahun 2004. Buku keduanya yang meraih penghargaan yang sama adalah Flora and Ulysses pada tahun 2014 ini. Sementara di tahun 2000, Because of Winn-Dixie karyanya masuk di dalam daftar Newberry honor.
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Kate_DiCamillo

Film adaptasi:
220px-TaledesperauxSebuah film animasi dengan judul berdasarkan buku ini telah dibuat pada tahun 2008 dengan judul yang sama. Film yang disutradari oleh Sam Fell and Robert Stevenhagen dan dinarasi oleh aktris Sigourney Weaver ini merupakan film adaptasi bebas sehingga segalanya tidak terlalu mirip dengan buku. Namun begitu, inti sari cerita tetap tersampaikan pada film ber-tagline small mouse, big dream ini. Para pengisi suara film animasi ini adalah para aktor dan aktris terkenal seperti Matthew Broderick, Dustin Hoffman, dan juga Emma Watson.
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/The_Tale_of_Despereaux_(film)

Sekilas kata:

posting bareng BBI 2014Resensi ini dibuat dalam rangka:

3 thoughts on “The Tale of Despereaux – Kisah Despereaux

  1. Eh,, pas baca tikus yang tidak seperti tikus, aku malah keinget sama Rattatoulie yang di Prancis🙂
    Etapi kayaknya bukunya keren ya, jadi pengen baca🙂

  2. Pingback: My List on CLRP 2014-2017 | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s