Remember When

Bumt_O-CYAAML4u Detail buku:
Judul asli: Remember When
Penulis: Winna Efendi
Editor: Samira, Gita Romadhona
Proofreader: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 252 hlm
Cetakan XII, 2014
ISBN: 9797804879 (ISBN13: 9789797804879)

Sinopsis:
https://www.goodreads.com/book/show/10810798-remember-when?from_search=true

Resensi:

“Kita jadi takut merasakan bahagia karena kalau terlalu bahagia, suatu saat semua itu bisa hilang dan menjadikan kita hampa.” Freya. hlm.84.

Kisah cinta dari masa SMA selalu menjadi tema yang tidak pernah basi untuk diangkat ke dalam sebuah novel. Seperti halnya buku yang menceritakan kisah cinta Freya, Moses, Gia, dan juga Adrian ini. Keempat remaja ini menjalin persahabatan dan cinta setelah takdir menggariskannya demikian. Moses-Adrian adalah sahabat sejak kecil dan masing-masing naksir Freya dan Gia yang kebetulan juga bersahabat. Setelah sebuah taruhan yang dicetuskan Adrian, keduanya nekat nembak kedua gadis idaman mereka itu mereka berdua diterima.

Hubungan mereka berempat terlihat sempurna, bukan? Moses dan Freya adalah pasangan dengan kepandaian di atas rata-rata dengan gaya pacaran yang sangat santun. Sementara itu Adrian dan Gia seperti layaknya tokoh ideal di setiap film remaja romantis, pebasket populer dan gadis cantik yang masing-masing menjadi idaman cewek dan cowok di sekolah.

Namun ternyata hidup tidak sesederhana dan seideal gambaran yang awalnya mereka impikan. Pada satu titik perjalanan cinta mereka, salah dua dari mereka mulai merasakan perubahan dalam perasaan mereka. Walaupun masing-masing tidak mau merusak persahabatan namun perasaan tidak bisa dibohongi. Meskipun harus merubah visual ideal yang telah ada, cinta itu lebih nyata dari yang mereka kira. Dan keempat remaja SMA itu menjalani pendewasaan dalam hal cinta ketika seragam abu-abu kesayangan harus mereka lepaskan.

10810798

Kover versi non-film

Perkembangan karakter para tokoh utama buku ini masing-masing tergambar dengan jelas.  Para pembaca mengetahui semua pikiran para tokohnya karena penulis menggunakan sudut pandangan orang pertama yang bergantian antara Freya, Moses, Gia, Adrian, dan juga Erik, teman karib Freya yang beberapa kali dimunculkan untuk memberikan pandangan di luar empat sahabat tadi.

Well, jujur aku tidak bisa membenci salah satu dari keempat tokoh yang ada karena mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun ada satu hal yang cukup menggangguku, yaitu saat salah satu tokoh kehilangan orang yang sangat dia cintai yang akhirnya mendekatkannya dengan orang yang juga pernah mengalami hal yang sama. Dari sini keduanya seperti mempunyai ikatan dan semakin menyadari bahwa mereka saling suka. Rasanya egois sekali ketika pasangan kita berusaha mendekat dan menghibur kita di saat kita terpuruk namun kita merasa dia tidak seratus persen bisa memahami kita karena dia tidak mengalami hal yang sama dengan kita.

Memang aku lebih mengharapkan pasangan ideal yang sejak awal ditampilkan penulis karena pada dasarnya aku bukan pencinta kisah cinta segitiga. Namun seperti halnya yang terjadi di dalam buku ini, kenyataan seringkali menyakitkan untuk orang-orang yang ditinggalkan karena perasaan yang ada telah berubah dan kenangan yang ada tidak akan pernah hilang.

Yang mungkin terasa klise adalah penggunaan bandara sebagai setting untuk ending dari kisah di buku ini. Sepengetahuanku sudah cukup banyak buku dan film yang menggunakan bandara sebagai tempat pertemuan ataupun perpisahan di akhir cerita. Namun terlepas dari itu, buku ini tetap layak menjadi koleksi para pencinta kisah cinta remaja.

Hmm, adakah pembaca lain yang mengalami kisah cinta di bangku SMA? Sudah selayaknya kisah itu untuk dikenang, seberapa pun menyakitkannya. Karena akan tiba masanya kita akan mengingat kembali kebodohan di masa muda kita. Cinta, oh, cinta….

Sensasi rasa yang tertinggal: 3/5

Versi film:
Remember When diadaptasi menjadi sebuah film di pertengahan tahun 2014. BteA2-OCYAAX4Ko.jpg largePara pemeran tokoh-tokohnya adalah bintang film remaja Michelle Ziudith, Miqdad Addausy, Stella Cornelia, dan Maxime Bouttier. Menilik dari trailer dan posternya, film ini lebih menonjolkan kisah cinta segitiga yang datang di tengah persahabatan keempat tokoh utama. Hubungan sembunyi-sembunyi dua tokoh yang tidak semestinya terjadi pun sepertinya lebih terkesplor. Kesan ceria dunia remaja lebih tergambar walaupun secara fisik bayangan para pemerannya agak jauh dari bayanganku sih ^^.

Cek trailernya di sini ya…

REMEMBER WHEN (2014) – OFFICIAL TRAILER: http://youtu.be/j6wXCl3UzJo

Sekilas kata:

Sebenarnya aku lebih menyukai yang kover buku versi lama, namun karena buku ini aku dapat waktu book swap IRF 2014 lalu, tidak apa-apalah aku mendapatkan buku dengan kover versi film. Hanya saja aku kecewa karena kesan dari buku dengan kover film ini adalah melulu tentang cinta segitiga karena salah satu tokoh tidak dimunculkan di kovernya😥

2 thoughts on “Remember When

  1. Pingback: Lucky No.14 Reading Challenge | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s