Scene on Three #3

scene-on-three

Happy New Year 2015 everyone! Insyaallah mulai tahun 2015 ini aku mau konsisten mengikuti SoT ini karena ternyata walaupun sudah memasang button meme ini di blog ini sejak tahun 2013, aku baru dua kali mengikutinya! Yup, hanya dua kali di tahun 2013 dan kosong melompong di tahun 2014 #tutupmukakarenamalusamaempunyameme

Nah, karena kebetulan masih punya cukup waktu luang dan aku baru saja menyelesaikan sebuah buku yang membuatku terkesan, kuputuskan untuk membuat posting pertama SoT di tahun 2015 ini. Salah satu deskripsi yang mengesankan dari novel J.K. Rowling, the Casual Vacancy:

Toko-toko, bisnis, dan pabrik di Yavil, serta RSU South West menyerap sebagian besar tenaga kerja dari Pagford. Generasi muda Pagford biasanya menghabiskan malam Minggu mereka di bioskop-bioskop atau klab malam di Yarvil. Kota itu punya katedral, beberapa taman, dan dua mal besar. Dan semua itu cukup menyenangkan untuk dikunjungi apabila kau sudah cukup puas dengan pesona Pagford yang lebih memukau. Meskipun demikian, para penduduk Pagford sejati menganggap Yarvil sekadar sesuatu yang tak mereka sukai, tetapi mereka butuhkan. Sikap mereka itu disimbolkan oleh sebuah bukti tinggi dengan Biara Pargetter di puncaknya, yang memblokir Yarvil dari pandangan Pagford. Sebuah ilusi menyenangkan yang membuat penduduk Pagford berpikir bahwa Yarvil terletak lebih jauh dari yang sebenarnya.

Tetapi, Bukit Pargetter juga menghalangi kota dari sebuah pemandangan lain. Sebuah tempat yang oleh Pagford selalu dianggap sebagai bagian dari mereka. Sweetlove House, sebuah estat Ratu Anne yang indah, berwarna semanis madu, dikelilingi taman luas serta tanah pertanian. Estat itu terletak di wilayah Pagford, di tengah-tengah jarak antara kota itu dan Yarvil.

Ada apa dengan Sweetlove House? Peran seperti apa yang akan dimainkannya dalam masa depan Pagford? Rowling mampu mendeskripsikannya dengan sangat baik di paragaraf-paragraf selanjutnya.

Saat Pagford bergembira menyambut berita beralihnya Sweetlove  House ke tangan yang aman, Yarvil diam-diam sibuk membangun permukiman di wilayah selatan. Penduduk Pagford gelisah saat menyadari bahwa jalan-jalan baru di permukiman itu akan mencaplok lahan yang terbentang di antara kedua kota.

Semua orang tahu bahwa permintaan akan perumahan murah meningkat sejak masa perang. Tetapi, kota kecil Pagford yang sesaat teralihkan perhatiannya oleh kedatangan Aubrey Fawley, mulai dijangkiti kecurigaan terhadap niat Yarvil. Pembatas alami berupa sungai dan bukit yang dulu menjadi jaminan kedaulatan Pagford seperti menghilang bila melihat betapa cepatnya perumahan itu berkembang. Yarvil mengisi setiap inci lahan yang bisa diisinya, berhenti tepat di batas utara Pagford.

Namun kelegaan Pagford ternyata masih terlalu dini. Tak berapa lama, perumahan Estat Catermill dianggap tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan populasi dan Yarvil kembali mencari lahan untuk dikolonisasi.

Saat itulah, Aubrey Fawley (yang masih dianggap sebagai mitos dari pria berdarah dan berdaging oleh penduduk Pagford) membuat keputusan yang memicu kegeraman selama enam puluh tahun.

Ya, lahan yang diagungkan oleh para penduduk Pagford menjadi lahan perbatasan yang dipenuhi oleh penduduk Yarvil yang mereka anggap kalah kelas.

Kemurkaan Pagford tak terbendung lagi. Ladang Sweetlove sejak dulu memainkan peran penting sebagai benteng perlindungan dari kota penjarah itu; sekarang batas kuno kota akan diinjak-injak oleh penduduk miskin Yarvil. Pertemuan warga kota yang penuh luapan emosi, surat-surat protes dikirimkan ke koran dan Dewan Distrik Yarvil, lobi-lobi langsung kepada mereka yang berwenang, tak satu pun bisa mencegah gelombang pasang yang hendak melahap ladang Sweetlove.

Rumah-rumah kembali dibangun, tapi dengan satu perbedaan. Setelah membangun perumahan pertama, Dewan Distrik Yarvil menyadari bahwa mereka bisa membangun dengan lebih murah. Maka, perumahan kedua ini dibangun bukan dengan bata merah, melainkan dengan semen dan rangka baja. Penduduk lokal menyebut perumahan baru ini sebagai Fields, yang arti harfiahnya ladang, sesuai dnegan lahan yang digunakan untuk membangunnya, dan terlihat berbeda dari Estat Cantermill karena bahan baku dam rancangan bangunannya yang murahan.

Di salah satu rumah semen dan rangka baja Fields, yang sudah retak dan bengkok, inilah Barry Fairbrother lahir, pada akhir 1960-an.

Seberapa kuat pengaruh karakter Barry Fairbrother di Pagford sehingga pasca kematiannya banyak kota penuh prasangka itu semakin ‘menggila’ dan membawa akhir yang tidak terduga bagi orang-orang yang tinggal di dalamnya.

Ingin bergabung sambil menceritakan deskripsi menarik dari sebuah buku ke teman-teman?

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

 

One thought on “Scene on Three #3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s