4.50 from Paddington – Kereta 4.50 dari Paddington

450 2Detail buku:
Judul asli: 4.50 from Paddington
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Lili Wibisono
Tebal: 344 hlm
Edisi: Cetakan keenam, Agustus 2007
ISBN: 978-979-22-3130-4

Sinopsis:
https://www.goodreads.com/book/show/1839780.4_50_from_Paddington_Kereta_4_50_Dari_Paddington

Resensi:
Apa yang akan Anda lakukan ketika menjadi saksi pembunuhan di dalam sebuah kereta yang berjalan bersebelahan dengan kereta yang Anda tumpangi? Berteriak histeris? Diam terpaku karena kaget? Atau pura-pura tidak melihat kejadian tersebut dan menganggapnya salah lihat?

Yang dilakukan Ms. MacGillicuddy setelah mengalami hal yang sama adalah segera melaporkan kejadian tersebut ke kondektur kereta yang ditumpanginya. Namun tentu saja kondektur tersebut tidak serta merta percaya dengan kesaksian seorang wanita tua yang barusan tertidur dan membaca majalah dengan adegan yang mirip yang diceritakan Ms. MacGillicuddy tersebut.

Ms. MacGillicuddy segera menceritakan kisahnya kepada Miss Marple yang kemudian berusaha membantu sahabatnya itu untuk mengungkap kasus tersebut. Terlebih lagi setelah tidak ada kabar sama sekali tentang penemuan korban tersebut yang berarti pembunuhnya pintar menyembunyikan mayat si korban.

Karena kondisi tubuhnya yang sudah tidak memungkinkan untuk melakukan penyelidikan, Miss Marple meminta bantuan Lucy Eyelesbarrow. Penyelidikan Lucy tersebut membuatnya harus menyamar menjadi seorang pengurus rumah tangga di rumah keluarga Crackenthorpe. Tak disangka, Lucy menemukan apa yang dicarinya di rumah keluarga tersebut dan membuat seluruh anggota keluarga Crackenthorpe datang berkumpul di rumah yang diam-diam menjadi incaran para ahli warisnya itu.

Deretan tersangka yang muncul tentu saja tidak lain adalah para anggota keluarga Crackenthorpe dan juga orang-orang yang terkait erat dengan keluarga yang dikendalikan dengan otoriter oleh sang Ayah yang sudah sangat tua, Mr. Crackenthorpe. Namun apakah semua seperti yang terlihat di permukaan? Miss Marple-lah yang menganalisis semua penyelidikan yang dilakukan Lucy dan memberikan kita jawabannya dengan berbagai kejutan di akhir cerita.

Selain harus menemukan pembunuh di dalam kereta, Lucy juga harus menghadapi rasa tertarik dari beberapa pria anggota keluarga Crackenthorpe. Jujur ini merupakah salah satu jawaban yang ingin aku ketahui sampai akhir cerita. Seperti cerita para tokoh detektif lainnya, para pembaca diajak menebak-nebak siap sesungguhnya sang Pembunuh, memecahkan trik bagaimana pembunuhan itu bisa terjadi dan apa motif sang Pembunuh.

Agatha Christie yang memang terkenal dengan kepiawaiannya menyajikan cerita detektif berhasil membuatku bertahan hingga akhir cerita dengan segala detail khasnya. Tidak heran jika buku yang pertama kali diterbitkan pada November 1957 ini diadaptasi menjadi film dengan judul Murder, She Said pada tahun 1961.

Sensasi rasa seusai baca: 3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s