Please Look After Mom

11718587Detail buku:
Judul: Please Look After Mom
Penulis: Shin Kyung Shook
Penerbit: Vintage Book
Tebal: 274 hlm
Cetakan I, Januari 2012
ISBN13: 978-030-794-897-7

Sinopsis: https://www.goodreads.com/book/show/11718587-please-look-after-mom

Resensi:

My mother was different from today’s woman. p.69

Buku yang terbagi menjadi lima bagian ini mengambil tema utama keluarga, terutama tentang betapa seorang ibu berperan penting dalam seluruh kehidupan sebuah keluarga. Kelima bagian tersebut berjudul: Nobody Knows, I’m sorry Hyong-chol, I’m Home, Another Woman, dan Rosewood Rosary sebagai epilog. Cerita dibuka dengan situasi dimana sebuah keluarga harus menghadapi kenyataan bahwa ibu mereka hilang setelah tertinggal dari ayah mereka di sebuah stasiun subway di Seoul.

9855830Kondisi ibu mereka yang sudah tua dan tidak mengenal sama sekali ibu kota Korea Selatan itu membuat keempat anaknya khawatir dan segera mengambil berbagai tindakan untuk menemukannya kembali. Seluruh anggota keluarga tidak membayangkan sama sekali bahwa kehidupan mereka akan berubah ketika ibu mereka hilang. Pada saat itulah mereka menyadari bahwa ibu yang sederhana dan selalu mengalah untuk kebahagiaan anak-anak dan suaminya itu mempunyai peran sangat penting dan tak tergantikan seumur hidup mereka. Namun apakah selama ini mereka benar-benar mengenal ibu mereka tersebut?

Bagian pertama pada buku ini diceritakan dengan sudut pandang anak perempuan, Chi-hon, dimana sebagai anak perempuan pertama dan belum menikah ada beban tersendiri di pundaknya. Dia menyadari bahwa untuk menyekolahkan dirinya, ibu menjual benda berharga miliknya. Sebuah pengorbanan besar sang Ibu karena pendidikan yang diperolehnya itulah dia mampu meraih kesuksesan menjadi seorang penulis novel.

What’s the point of having a household when you can’t even send your kids to school? I might as well break it all! p.42

12594604Kisah anak pertama, Hyong-chol, yang sangat disayangi sang Ibu diceritakan di bagian kedua. Berbagai tindakan pengorbanan wanita itu sungguh tidak terhitung jumlahnya untuk kesuksesan anak pertamanya itu. Namun masih ingatkah dia dengan seluruh pengorbanan tersebut? Dan sudahkan sang Anak mewujudkan mimpi besar sang Ibu untuknya?

Dalam perjalanan pencarian sang Ibu, Chi-hon dan Hyong-chol menyadari bahwa ibu mereka adalah orang yang akan selalu diingat orang lain. Bahkan meskipun penampilan fisiknya sudah tidak seperti waktu muda, pandangan matanya yang ramah tidak berubah sejak dulu. Satu hal kecil yang bahkan mereka sekeluarga tidak menyadarinya.

Habit can be a frightening thing. You spoke politely with others, but your words turned sullen towards your wife. Sometimes you even cursed at her. you acted as if it had been decreed that you couldn’t speak politely to your wife. That’s what you did. p.140.

You left this house whenever you wanted to, and came back at your whim, and you never once thought that your wife would be the one to leave. p.149

It’s not a bad thing to get married. It’s something you can’t avoid. p.152.

A woman can somehow take care of herself and live, but a man become pathetic if he lives alone. p.157.

Bagian ketiga menceritakan dari sudut pandang sang suami. Flashback tentang bagaimana pertemuan pertama mereka terjadi dan bagaimana akhirnya dia bersedia menikahi perempuan yang tidak pernah dikenalnya sebelumnya. Sang Suami mulai menyadari banyak tindakannya yang sering menyakiti hati istrinya namun sang Istri masih mau memaafkannya dan masih melayaninya sepenuh hati.

8574333Bagian keempat berasal dari sudut pandang sang Ibu sendiri dimana dia punya banyak rahasia yang sama sekali tidak diketahui keluarganya. Keberadaan seorang teman yang menjadi tempatnya berbagi suka dan duka pun tidak ada seorang pun yang tahu. Di sini sang Ibu menyoroti kehidupan puteri bungsunya yang sejak kecil terlihat tidak terlalu menonjol namun menjalani kehidupan yang mirip dengan dirinya, menjadi ibu rumah tangga penuh waktu.

A house is alive only when there are people living in it, brushing agaisnt it, staying in it. p.230.

The saddest person in the world is the one who dies outside their home. Please be alert and come back home. p.239.

17415891Bagian kelima adalah penyelesaian dimana sang anak perempuan akhirnya menemukan apa yang ingin dilakukannya sekaligus sesuatu yang sangat diinginkan ibunya. Sebuah akhir yang pahit sekaligus manis untuk sebuah cerita yang menurutku mampu menginspirasi banyak orang tentang peran penting seorang ibu dalam sebuah keluarga.

You were caught off guard. You had never thought of Mom as separate from the kitchen. Mom was like the kitchen and the kitchen was Mom. You never wondered, did Mom like being in the kitchen? p.60

If you only do what you like, who’s going to do what you don’t like? p.65

There’s no beginning or end to kitchen’s work. You eat breakfast, then it’s lunch, and then it’s dinner, and when it’s bright again it’s breakfast again. p.66

Membaca buku ini membuatku menyadari bahwa peran seorang ibu apalagi seorang ibu rumah tangga tidak lepas dari pengorbanan tanpa balas. Dia harus bekerja di dapur untuk menyiapkan makanan dari pagi sampai malam dan kita tidak pernah bertanya kepadanya apakah dia menyukai apa yang dia lakukan tersebut.

A smile doesn’t cost you any money. p.224.

Saat kita sedang sedih dan membutuhkan kasih sayangnya, ibu selalu ada untuk kita. Bahkan tidak jarang beliau mengorbankan segalanya demi kepentingan kita. Lalu, sudahkah kita sekali saja mengingat jasa beliau dan membahagiakannya? Atau setidaknya berilah senyum kepadanya karena sebuah senyuman adalah hal paling sederhana yang bisa kita berikan #elapairmata

Sensasi rasa seusai baca: 4/5

Sekilas kata:

  • Buku ini aku pinjam dari seorang teman les kursus bahasa Korea di Daegu. Thx Borina🙂
  • Jika membaca buku ini di tempat favoritku-kasur-aku pasti akan berurai air mata. Untunglah sebagian besar waktuku untuk membaca buku ini adalah di subway😛
  • Sumber gambar: goodreads.com

One thought on “Please Look After Mom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s