Scene on Three #4

scene-on-threeWah, sudah tanggal 13 Januari. Berarti sudah saatnya Scene on Three yang kedua di bulan pertama di tahun 2015 ini. Adegan menarik apa yang menarik perhatianku kali ini? Let’s find out here!

Hujan sudah mulai turun pada hari Rabu. Cuaca London lembap dan kelabu, dan bersamanya kota tua itu menyajikan rupanya yang hambar: wajah-wajah pucat di bawah payung-payung hitam, bau pakaian yang senantiasa tercium, titik-titik hujan yang berderak tak henti di jendela kantor Strike pada malam hari.

Hujan di Cornwall memiliki kuakitas yang berbeda: Strike ingat bagaimana hujan itu mengempas seperti cambuk pada bingkai jendela kamar cadangan di rumah kecil Bibi Joan dan Paman Ted yang rapi dan penuh aroma wangi bunga dan roti yang baru dipanggang, pada bulan-bulan dia bersekolah di sekolah desa St. Mawes. Kenangan-kenangan seperti itu selalu mengambang di bagian depan benaknya setiap kali dia hendak bertemu dengan Lucy. The Cuckoo’s Calling hlm.191.

Baru saja aku membaca deskripsi di bagian tiga buku karya pertama JK. Rowling sebagai Robert Galbraith dan langsung memutuskan untuk memasukkannnya ke dalam SoT kali ini. Selain karena pas banget ddngan jadwal posting SOT, kebetulan sekali hari ini kota Solo diguyur hujan sejak siang hari tadi. Musim hujan kembali datang di minggu ini setelah sempat absen beberapa waktu lamanya sejak hujan turun terakhir kali di akhir sebulan Desember 2014 lalu.

Aku pun sering mengalami hal sama seperti Strike. Sering terbayang masa lalu setiap rintik hujan menjatuhi bumi. Tentu saja yang diingat adalah berbagai peristiwa di masa lalu yang melibatkan guyuran hujan sebagai penandanya. Mulai dari masa kecil, masa sekolah, hingga masa kuliah di universitas. Mulai dari menikmati mandi di bawah guyuran shower dadakan yang terbentuk di sudut rumah, menyaksikan bagaimana halaman SMP menyajikan pemandangan aneh dengan hujan deras di satu sisi dan rintik saja di sisi lainnya, terpaksa melakukan aksi pakai-copot-pakai lagi mantel hujan di daerah Klaten saat pulang dari Jogja, hingga hujan deras dengan banjir sebagai efeknya yang membuatku harus mengarungi kolam dadakan yang terbentuk di kompleks perumahan seorang anggota BBI tempatku menginap di tahun 2013 lalu.

Well, sebagai pencinta hujan, musim yang basah ini selalu menentramkan hatiku yang tidak suka kegerahan. Bau tanah seusai diguyur hujan selalu terasa menyegarkan, mendinginkan bumi. Suasana kelabu yang tak jarang membuat hati pilu pun terkadang kembali menyeruak di sela-sela rintik hujan yang sendu #halah. Jadi, apakah kalian juga punya kenangan masa lalu yang selalu hadir setiap hujan turun?

Jika kalian ingin bergabung untuk mendeskripsikan adegan favorit dalam sebuah buku, silakan ikuti petunjuk berikut ya…

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

So, selamat mencari memorable things from the books you read yak ^^

One thought on “Scene on Three #4

  1. Aku juga pencinta hujan, apalagi kalau posisi sedang duduk di dekat jendela, damai.
    Ini kemarin belum sempat masuk linky ya? Taruh di kolom komen aja mbak, biar terekam. thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s