Scene on Three #6

scene-on-threeHalo selamat siang. Apa kabar semuanya? Hujan lagi-lagi mengguyur kota Solo-ku tercinta, jadi aku memilih untuk membuat postingan ini saja di kamar, diiringi suara hujan yang jatuh di luar rumah.

FYI, tanggal 30 Januari 2015 kemarin terpaksa aku lewatkan tanpa Scene on Three karena keterbatasan akses internet dan kesibukan di kantor yang mulai padat #nangissesenggukan Nah, di hari terakhir bulan Januari 2015 ini, kusempatkan membuat sedikit post dari buku kado Santa, Burial Rutes.

Margret tidak siap menyaksikan betapa jorok dan menyedihkan penampilan perempuan itu. Penjahat itu tampaknya memakai pakaian kerja pelayan yang biasa, terbuat dari wol yang ditenun kasar, namun sangat kotor dan berlepotan tanah sehingga warna biru aslinya nyaris tidak kelihatan lagi, karena tertutup bercak-bercak cokelat yang menyebar di bagian garis leher serta kedua lengannya. Lapisan lumpur kering yang tebal memberati bahan baju itu dengan canggung di tubuh pemakainya. Stoking birunya yang telah pudar basah kuyup, melorot di sekitar mata kaki, dan salah satunya koyak, memperlihatkan sepotong kulit berwarna pucat. Sepatunya, tampaknya terbuat dari kulit anjing laut, sudah robek jahitannya, tetapi tertutup lumpur tebal sehingga tidak kelihatan seberapa parah kerusakannya. Rambutnya tidak tertutup topi, lengket dan berminyak. Rambutnya menggelantung dalam dua kepang berwarna gelap yang terjuntai di punggungnya. Beberapa helai telah lepas dan terjurai lemas di leher perempuan itu. Dia seperti habis diseret dari Stora-Borg, pikir Margret. Wajah perempuan itu tak terlihat; dia menunduk saja menatap lantai. Burial Rites. Hlm.62.

Deskripsi kesan pertama Margret terhadap Agnes Magnusdottir ini cukup detail dan membekas cukup lama dalam pikiranku selama membaca Burial Rites. Sosok Agnes yang tidak terurus dan kotor itu adalah tokoh utama sekaligus terdakwa pembunuhan pria yang dicintainya. Ketika masyarakat di sekitarnya menuntuk keadilan bagi pria yang dibunuh itu, Agnes sendiri tidak menerima keadilan dalam hidupnya di penjara. Penampilan dan kondisi tubuhnya sangat jauh dari layak untuk diajak bepergian dan bertamu ke keluarga yang nantinya akan menampungnya. Ironis.

Let’s share your favorite description with us!

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

One thought on “Scene on Three #6

  1. Hari SoT selalu hujan, atau hujan adalah hari SoT, hehe. Kalo sedetail itu kita benar2 percaya daripada cuma bilang ‘kotor’, yg artinya bisa relatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s