Bridge to Terabithia – Jembatan Terabithia

10343337Detail Buku:
Judul asli: Bridge to Terabithia
Penulis: Katherine Paterson
Penerjemah: Sapardi Djoko Damono
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo
Tebal: 181 hlm
Cetakan: Tahun 2001
ISBN: 979-20-2485-9

Resensi:
“Kusaksikan negeri cerlang cemerlang
Dan waktunya sudah semakin dekat
Ketika kita hidup di tanah ini
Kau dan aku, berpegangan tangan…”
hlm.44
Menjadi anak lelaki satu-satunya dan sekaligus anak tengah dari lima bersaudara membuat Jesse Aarons Jr. merasa kurang diperhatikan oleh kedua orang tuanya. Kedua kakak perempuannya, Brenda dan Ellie yang sedang memasuki masa puber berubah menjadi menjengkelkan dan mulai bersikap sok dewasa. Sementara dua adik perempuannya, May Belle dan Joyce Ann dirasanya masih bersikap kekanakan walaupun May Belle sendiri sesungguhnya memuja kakak laki-lakinya itu.
Terlahir dari keluarga yang serba pas-pasan membuat Jess harus rajin membantu pekerjaan rumah. Tugasnya memerah susu Nona Bessie, sapi perah peliharaan keluarganya. Di sela-sela rutinitasnya memerah susu itulah Jess melakukan satu-satunya hal yang disukai Jesse selain menggambar-hobi yang diam-diam disembunyikannya karena ketidaksukaan ayahnya terhadap pengakuan Jessee untuk menjadi seorang artis-, yaitu berlari. Jesse berambisi kembali menjadi nomor satu di sekolahnya setelah di tahun sebelumnya dia berhasil sekali mengalahkan anak yang lebih tua darinya.
Namun harapan Jess kandas ketika Leslie Burke, anak perempuan yang baru saja pindah ke dekat rumahnya dan menjadi teman sekelasnya itu ternyata mampu mengungguli semua anak laki-laki. Keberadaan Leslie membuat Jess merasa terancam meskipun anak perempuan itu tetap bersikap ramah kepadanya. Sampai pada pelajaran Bu Edmunds, guru favorit Jesse, keduanya menjadi dekat begitu saja.
Leslie ternyata bukanlah anak perempuan biasa. Rambutnya dipotong pendek, berpakaian seperti anak laki-laki, kedua orangtuanya membebaskannya berbuat apa saja sementara mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing, dan mereka tidak mempunyai televisi! Sebuah hal yang dipandang sebagai aib oleh sebagian besar anak-anak di sekolah dasar Lark Creek. Meski begitu Jesse tidak merasakan hal itu sebagai hambatan persahabatan mereka. Leslie yang cerdas menceritakan banyak hal yang selama ini tidak diketahui oleh Jess. Bahkan keduanya pun bersekongkol melakukan pembalasan atas perbuatan teman sekolah mereka yang suka mem-bully anak-anak lain, termasuk May Belle.
Bersama dengan Leslie inilah Jess mendirikan sebuah kerajaan khayalan bernama Terabithia di sebuah hutan kecil yang menurut Leslie mirip dengan dunia Narnia. Di kerajaan ini mereka menjadi raja dan ratu yang harus berperang melawan musuh-musuh mereka khayalan yang di kehidupan nyata tidak lain adalah guru dan murid satu sekolah mereka yang sangat menyebalkan.
Kisah persahabatan Jesse dan Leslie seakan berjalan mulus tanpa masalah. Kehidupan Jesse yang semula monoton menjadi lebih berwarna dengan petualangan-petualangan yang mereka berdua lakukan. Namun sebuah peristiwa yang tidak terduga terjadi ketika Jesse menerima ajakan Bu Edmunds untuk mengunjungi museum yang belum pernah Jesse lihat sebelumnya. Peristiwa itulah yang akhirnya menjadikan Jesse menjadi lebih dewasa dan menghargai persahabatannya dengan Leslie dan juga kerajaan Terabithia yang mereka ciptakan.
Kau tahu ada yang aneh?
Apa? tanya Leslie
Aku takut pergi ke Terabithia pagi ini.
hlm. 151.
Buku terjemahan Sapardi Djoko Damono ini cukup nyaman dibaca walaupun ada beberapa kali kutemukan kesalahan ketik. Pilihan kata yang baku namun sederhana tetap mampu membuatku segera membalik halaman selanjutnya walaupun aku sudah pernah menonton versi filmnya dan tahu bagaimana akhir kisah mengharukan ini.
Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari buku karya Katherine Paterson ini. Betapa berharganya persahabatan yang tidak mengenal jenis kelamin antara Jesse dan Leslie, dimana tokoh Leslie dengan kepribadiannya yang unik mungkin saja ditemukan dalam kehidupan nyata. Leslie tetap percaya diri meskipun dia berbeda dari teman-teman perempuan di sekolah, berkebalikan dengan Jesse yang merasa tidak nyaman dengan kemampuan menggambarnya yang tidak disukai ayahnya.
Berbagai permasalahan sebuah keluarga kecil dengan penghasilan pas-pasan dan harus menghidupi lima orang anak pun tergambar dengan baik. Konflik sering muncul ketika salah satu saudara merasa iri dengan hadiah yang didapat saudara yang lain di hari natal dan anak yang lebih tua menganggap tingkah laku atau bahkan keberadaan adik mereka itu sendiri mengganggu mereka. Orang tua mereka sendiri tidak jarang cenderung mengabaikan konflik di antara anak-anak mereka karena sudah lelah dengan segala aktivitas rumah tangga atau pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari.
Dunia khayalan tidak pernah lepas dari kehidupan anak-anak dimana tidak jarang mereka melarikan diri ke dalam dunia khayalan tersebut karena kehidupan di dunia nyata seringkali tidak berjalan seperti yang mereka harapkan.
Jika ingin membaca buku cerita anak-anak yang sederhana namun tetap menginspirasi dan meninggalkan kesan mendalam yang mendewasakan para tokohnya, silakan membaca buku yang memenangi penghargaan Newberry Award di tahun 1977 ini.
Sensasi rasa seusai baca: 4/5
Film Adaptasi:
BridgetoterabithiaposterBuku ini dibuat versi filmnya pada tahun 2007 dengan dibintangi AnnaSophia Robb dan Josh Hutcherson sebagai Leslie dan Jess. Versi film dari buku ini terbilang sukses dan saat menontonnya aku langsung teringat film My Girl di tahun 1990-an yang dibintangi Macaulay Culkin dan Anna Clumsky. Kedua film ini sama-sama menceritakan tentang persahabatan dua anak berbeda jenis kelamin dengan akhir cerita yang walaupun agak berbeda tetapi tetap mampu membuat penonton meneteskan air mata atas pesan sederhana yang disampaikannya.
Trailer film ini mendapat kritikan karena terkesan menjadi film fantasi dan dinilai tidak mencerminkan cerita sebenarnya yang lebih realistis. Namun kekuatan akting kedua tokoh utamanya tetap membuat film ini pantas untuk ditonton selain tentu saja karena ceritanya sendiri yang memang bagus.

Tentang Penulis:

Katherine Paterson adalah penulis Amerika kelahiran Cina. Pekerjaan ayahnya sebagai misionaris membuat Paterson harus berpindah-pindah sebanyak 17 kali pada tahun 1937-1950. Karena bahasa pertamanya adalah bahasa Cina, Paterson mengalami kesulitan membaca dan menulis dalam bahasa inggris. Namun begitu dia lulus dengan predikat summa cum laude sebagai Sarjana Bahasa Inggris di Bristol, Tennessee.

Karir menulisnya diawali dari menulis novel Who Am I? pada tahun 1966. Sementara itu novel anak-anak pertama yang berhasil diterbitkan Paterson berjudul The Sign of the Chrysanthemum yang diterbitkan pada tahun 1976. Pada tahun 1977, dia menulis Bridge to Terabithia dan buku ini menjadi karyanya yang paling terkenal.
Saat ini Paterson menjabat sebagai wakil presiden dari National Children’s Book and Literacy Alliance, sebuah organisasi non-profit yang mendukung untuk gerakan melek huruf, sastra, dan perpustakaan. Paterson yang mempunyai empat orang anak dan tujuh cucu ini menetap di Barre, Vermont.

Sekilas kata:

Banner_BacaBareng2015-300x187
  • Resensi buku ini dibuat dalam rangka Posting Bareng BBI dengan tema Adaptasi. Mengapa aku memilih buku ini untuk kubuat resensinya kali ini? Tentu saja karena bukunya tipis dan aku sudah menonton versi filmnya terlebih dahulu#alasanmacamapaini

childlit_01

  • Resensi ini juga aku ikutkan dalam CLRP^^

4 thoughts on “Bridge to Terabithia – Jembatan Terabithia

  1. jadi inget film lain yang menceritakan keluarga dengan banyak anak juga. selalu ada anak yang merasa terabaikan. buku anak yang semacam ini kayaknya harus dibaca ortu supaya mengingatkan lagi cara berpikir anak-anak.

  2. Pingback: [Wrap Up Post] Lucky No.15 Reading Challenge 2015 | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s