Playing Around with Romance Day 4: Scenes In The Romance Books

banner fixPunya memorable scene dari buku romance yang pernah dibaca? Yang adegannya tetap kita ingat bahkan setelah kita membaca banyak buku lainnya? Nah, sesuai tema post grup romance hari ini, aku akan menuliskan beberapa adegan dari cerita romance yang masih tetap aku kenang sampai sekarang.

Married By Morning (The Hathaways #4) by Lisa Kleypas
Jujur sebenarnya aku agak lupa adegan ini ada di halaman berapa karena aku tidak punya bukunya, namun tetap saja adegan Leo dan Cat berdebat yang ditimpali permainan kata-bertanya dan menjawab ala Leo, dan banyak stolen kiss ini menjadi hal yang selalu aku ingat setiap membicarakan the Hathaways series. Keempat buku lainnya? Jujur lagi, aku bahkan tidak ingat cerita mereka sampai tadi iseng mencari cerita Leo dan Cat ini ada di buku berapa #ditabok

The Viscount Who Loved Me (Bridgertons #2) by Julia Quinn hlm 269-276

Anthony sedang berbincang dengan Kate di kebun keluarga Bridgerton dan wanita itu mengizinkannya untuk meminang adiknya ketika seekor lebah mendadak mendekat ke arah mereka. Dalam ketakutannya teringat kematian ayahnya karena tersengat lebah, Anthony berusaha menjauhkan Kate dari makhluk kecil berpeyengat tersebut. Kate yang menganggap lebah tidak terlalu berbahaya malah meronta dan tanpa sengaja menyebabkan si lebah terpental dan mendarat di bagian atas korsetnya dan menyengatnya di sana. Kate hanya mengumpat melihat sengatan itu menjadi bengkak dan memerah. Dia hendak mengambil salep ke dalam rumah ketika dilihatnya Anthony pucat pasi menatapnya.

Dengan panik Anthony langsung berusaha mengeluarkan sengat lebah dengan menekan bagian atas dada Kate dengan sapu tangan. Dia tidak mengindahkan protes Kate karena hal yang dilakukannya di luar batas kepantasan. Anthony seperti tenggelam dalam dunianya sendiri, bahkan sampai sengat lebahnya terambil pun dia masih panik.

Merasa khawatir melihat bagian atas dada Kate yang masih membengkak dan merasa yakin masih ada racun lebah yang tertinggal di bekas sengatan lebah itu, Anthony melakukan satu tindakan di luar batas yang mengejutkan Kate sekaligus para penonton mereka di kebun keluarga Bridgerton tersebut.

Gemes! Itulah hal yang pertama aku rasakan saat membaca adegan yang agak kontroversial itu. Aku bahakn sampai berteriak karena terkejut dan merasa geli melihat akhir adegan tersebut yang nantinya menjadi titik balik hubungan Anthony dan Kate yang selama ini berapi-api.

An Offer From a Gentleman (Bridgertons #3) by Julia Quinn Hlm. 401-418

Awalnya Sophie berusaha meredakan energi tak berkesudahan para anak-anak Wentworth-sepupu keluarga Brigdertons-untuk bertidak jauh melakukan kekerasan dengan memainkan permainan si buta. Senjata makan tuan karena ternyata Sophie yang ditunjuk sebagai si Buta yang harus menangkap para anak kecil itu. Perkelahian pun terhindarkan dan sekarang semua anak-anak menjerit-jerit gembira dalam usaha mereka menghindari tangkapan Sophie.

Saat itulah Benedict yang mendengar keriuahan para sepupunya memasuki ruangan. Dia tertegun melihat wanita yang selama ini dicari-carinya ada di dalam rumahnya sendiri. Ya, wanita dengan topeng wajah separuh yang memikat hatinya dua tahun lalu dalam sebuah pesta topeng itu terlihat berusaha menangkapi para sepupunya dengan mata tertutup syal. Tetapi wanita itu Sophie, pelayan yang beberapa waktu terakhir ini tinggal di rumahnya. Tetapi separuh wajah yang tidak tertutup syal itu sangat dikenalnya. Bagaimana mungkin dia tidak pernah menyadarinya? Sophie telah membohonginya selama ini dan Benedict marah besar.

Deskripsi adegan saat Benedict mengetahui kebenaran itu langsung terbayang di kepalaku seperti adegan dalam film. Mulai dari ekspresi Benedict saat yang terkejut melihat Sophie dengan syal penutup mata, Sophie yang tidak mengetahui rahasianya terbongkar dan masih bermain si buta dengan para sepupu Wentworth, hingga pergulatan emosi pria itu yang merasa dibohongi Sophie yang tidak memberitahukan siapa dia sebenarnya. Adegannya berkelebat silih berganti di kepalaku. I love the descriotion as well I love this book ♥♥♥

Yak, itulah adegan dari tiga buku historical romance favoritku. Entah kenapa ketika membaca deskripsinya aku langsung membayangkan adegan tersebut di kepalaku dan tertanam hingga hari ini. Mungkin memang kepiawaian penulisnya yang membuat pembacanya mampu berimajinasi dan menjadikannya sebagai salah satu penuli favorit bagi pencinta buku romance.

Kamu punya memorable scene yang benar-benar berkesan dan tak terlupakan? Please share with me.

Temukan juga post dengan tema yang sama dari para anggota grup romance lainnya di linky di bawah ini🙂

5 thoughts on “Playing Around with Romance Day 4: Scenes In The Romance Books

  1. Ada Mbak. Di buku To All The Boys I’ve Loved Before-nya Lara Jean. Waktu surat cintanya Lara Jean tanpa sengaja terkirim ke orang-orang yang pernah dia cintai. Salah satunya adalah mantan pacar kakaknya. Nah pas ditanya sama si mantan pacar kakaknya itu, si Lara Jean refleks bohong kalo dia udah punya pacar, namanya Peter dan langsung (kalo ga salah) nyium Peter yang kebetulan ada di tempat itu😀 padahal Peter itu salah satu yang mendapatkan surat cinta Lara Jean. Akhirnya mereka pacaran pura-pura xD

  2. aku belum pernah baca satu pun buku yang disebutkan di atas, tapi adegan An Offer From a Gentleman kayaknya ga asing. semacam adegan penyamaran yang terungkap tapi orang yang nyamarnya ga sadar kalau udah terbongkar, yang sering ada di film-film.

    • Pas ngebayangin adegan ini si Benedict ngliat Sophie trz di skitarnya penuh siraman cahaya matahari dari jendela gitu trz tone warna adegannya sephia2 gmana gitu #berasanontonMV xD

  3. ada yang berkesan. di novelnya Ilana Tan yang Sunshine Becomes You. aku lupa sih gimana kalimat persisnya, tapi scene ini lebih ke sebuah percakapan. intinya gini nih…

    Mia: kenapa kau selalu panggil aku dengan nama Clark?
    Alex: karena itu kan memang nama belakangmu. lain cerita kalau nanti kau menikah denganku, mau tak mau aku harus memanggilmu dengan nama Mia karena nama belakangmu sudah berubah jadi Hirano.

    itu percakapan yang singkat tapi dalem aja menurutku. kalau bahasa sekarang mah kode banget yes. kode super halus.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s