The Best of Me – Yang Terbaik Dariku

sumber

Judul asli: The Best of Me
Penulis: Nicholas Sparks
Penerjemah: Ambhita Dhyaningrum
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 392 hlm
Cetakan I, 2014
ISBN: 978-6021-03-1048-0

Sinopsis:
https://www.goodreads.com/book/show/23477789-yang-terbaik-dariku—the-best-of-me

Resensi:

Ada banyak keajaiban antara kalian, tak bisa diingkari. Dan keajaiban membuat sulit melupakan. Tuck, hlm.36

Dawson Cole bukanlah remaja nakal, tetapi secara turun temurun keluarganya selalu bermasalah. Ketika dia berprestasi di sekolah, ayahnya menganggapnya berbeda sehingga menganiayanya. Dia dianggap aneh karena tidak menuruni sifat dan sikap berandalan ayah dan saudara sepupunya. Amanda Collier sendiri adalah anak dari keluarga terpandang di Oriental, kota kecil tempat mereka tinggal. Keduanya menjadi sepasang kekasih yang tentu saja tidak disetujui oleh kedua orang tua Amanda sehingga akhirnya harus berpisah ketika Dawson memutuskan bahwa dia tidak bisa membahagiakan Amanda.

Seperti sudah ditakdirkan, setelah perpisahan mereka, jalan hidup keduanya seakan tidak pernah bersinggungan lagi. Dawson terlibat dalam masalah, masuk penjara, dan akhirnya bekerja di kilang minyak di laut sementara Amanda melanjutkan kuliah, menikah, mempunyai anak, dan perlahan merasa tidak bahagia dengan pernikahannya.

Dawson-Amanda terpaksa kembali bertemu untuk menghadiri pemakaman Tuck, pria yang selama masa sekolahnya menampung Dawson yang kabur dari rumah ayahnya. Amanda sendiri setelah menikah diam-diam sering mengunjungi Tuck saat membutuhkan teman untuk berbagi. Pertemuan itulah yang merubah segalanya, membangkitkan kembali cinta masa remaja mereka yang seakan tidak pernah terselesaikan.

Kepulangan Dawson kembali ke Oriental ternyata membangkitkan kembali dendam lama para sepupu Cole-nya. Beberapa kali nyawa Dawson terancam namun selalu terselamatkan seperti yang selalu terjadi padanya selama ini. Dawson awalnya tidak menyadari dampak keberuntungannya yang berulang tersebut sampai di saat krusial yang menentukan dia memahami apa arti hidupnya selama ini.

Sementara itu Amanda yang terombang-ambing dengan perasaannya terpaksa harus kembali meninggalkan Dawson dan pulang ke keluarganya karena sebuah kecelakaan menimpa anak sulungnya. Kecelakaan itulah yang nantinya menggariskan takdir untuk Amanda dan Dawson. Ketika akhirnya Dawson memberikan bagian dirinya yang terbaik untuk Amanda.

Seperti karya Nicholas Sparks lainnya dengan alur cukup lambat dan mellow, penuh deskripsi latar belakang para tokoh, dan dengan akhir yang membutuhan tissue bagi para pembaca, buku ini tidak jauh berbeda. Meskipun tidak terlalu suka dengan isu mengkhianati pernikahan karena bertemu kembali dengan kekasih di masa lalu, aku masih menemukan nilai moral dari cerita mellow ini.

Hidup Dawson yang tidak beruntung selalu dikaitkan dengan takdir bermasalah keluarga Cole, namun dengan usaha kerasnya dia cukup berhasil menjadi seorang Cole yang berbeda meskipun dia harus bertaruh nyawa karenanya. Namun rasa bersalah atas sebuah kejadian di masa lalu dan kisah cinta yang terpaksa dia akhiri selalu membayangi langkah Dawson di masa depan. Dawson hanya membutuhkan kata maaf untuk membuat bebannya lepas. Sungguh ironis memang, namun ketika ketidak beruntungan datang bertubi-tubi kepadamu dan membuatmu kehilangan segalanya, aku rasa hal itu wajar terjadi.

Sensasi rasa seusai baca: 3/5

One thought on “The Best of Me – Yang Terbaik Dariku

  1. Pingback: [Wrap Up Post] Lucky No.15 Reading Challenge 2015 | Melihat Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s