Guest Post: 7 books for 2016 – Tezar Ari Yulianto

Selamat pagi! Setelah mengikuti upacara Peringatan Hari Ibu ke-87 *ya, di Solo Hari Ibu dirayakan dengan memakai seragam Korpri dan diupacarakan segala*, aku menyempatkan untuk menyapa para pengunjung blog ini dengan menampilkan guest post dari salah satu BBIers yang -menurut statistik blog- paling rajin berkomentar di blog bukuku ini. Ahzek. Siapa dia? Tidak lain dan tidak bukan, the famous Mas Tezar Ari Yulianto dari blog Membaca Buku.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, di bulan Desember 2015 ini pasti sudah banyak yang melakukan kilas balik jejak baca selama satu tahu kan? Nah tema guest post ini pun tidak jauh-jauh dari resolusi baca untuk tahun 2016. Nah, resolusi seperti apa yang akan dilakukan Mas Tezar di tahun 2016? Let’s find out!

Hallo semua, Tezar disini, numpang bertamu di blog keren punyanya kak Dani pororo🙂 istilah kerennya, ikut tenar lha #digetoktuanrumah. Terima kasih ya. *getok Mastez beneran*

Saat ini saya ingin memposting 7 buku yang dijadikan resolusi untuk dibaca, di tahun 2016. Kenapa harus numpang di blog orang lain, khususnya yang lebih beken? *ish, beken? Bohong ini mah, tapi aku mau jadi beken* Yang pertama, ini hasil dari perbincangan teman-teman di grup WA BBI Joglosemar. Yang kedua semoga host yang ketumpangan postingan tamu bisa memberikan semacam dorongan supaya pembuat resolusi tidak mogok di tengah jalan.

Kali ini, saya mengambil 7 buku yang dijadikan resolusi, diambil dari timbunan belum terbaca seperti berikut di bawah. Pinginnya sih lebih, cuma mungkin saya harus tahu diri, dengan kemampuan membaca saya. Syukur-syukur tidak menjadi beban dengan banyaknya buku yang harus dibaca. Dan yang jelas, saya tidak mengambil buku 50 Shades of Grey, ha3 #digetokspankers. *pecutinMasTez*

1. Taiko/Musashi (Eiji Yoshikawa)
Dua tahun lalu, saya meniatkan diri membaca Taiko, namun belum 10% saya sudah menyerah. Ingin rasanya menamatkan satu dari dua (bukan dua-duanya, ya). Tapi kalau entar dapat ilham untuk menyelesaikan dua-duanya, tentu harus diupayakan. *lah, kok sama, Si Musashi juga manggil-manggil untuk dibaca #runrunsmall*

2. American Gods (Neil Gaiman)
Buku ini saya dapat gratis dari teman GRI sih. Entah kenapa meski sudah lama dapat, saya belum tertarik untuk buka lembar demi lembar. Tapi semoga dengan menjadikan sebagai salah satu buku resolusi, bisa menggerakan saya untuk membacanya sampai tuntas. *aku sudah berhasil menaklukkannya dong #ketawasetanmerah*

3. Bartimaeus Trilogy (Jonathan A. Stroud)
Kali ini saya benar-benar ketinggalan zaman. Buku-buku ini sudah populer dari beberapa tahun yang lalu, dan saya sendiri sudah menimbunnya sekitar 3 tahunan. #penyakitpenimbun. So, ini juga harus dibaca. *ih, ini samaan kayak aku lagi, timbunan yang belum juga dibaca sejak kapan tahun #urek-urek tanah*

4. Seratus Tahun Kesunyian (Gabriel Garcia Marquez)
Kali ini, tantangan lah yang memvuat saya ingin membaca buku ini. Katanya buku ini termasuk berat tapi bagus juga. Semoga saya kelak sependapat mengatakan buku ini bagus, tentu saja setelah membacanya. Berarti? Harus dibaca dong, hehehe. *aku juga pengen nimbun baca buku ini*

5. The Casual Vacancy (J.K. Rowling)
Sempat ingin menjadikannya buku pajangan tak terbaca, tapi buku ini kan hadiah ultah dari teman-teman Joglosemar. Bisa digetok semuanya kalau nggak dibaca nih #tutupmuka. *ngaku kembaran kok bukunya nggak dibaca-baca? #pecutin*

6. Wuthering Heights (Emily Brontë)
Pingin nyari buku yang “gelap” aja sebagai salah satu piliham buku yang diresolusikan. Dan pilihan jatuh ke buku ini. Semoga setelah membacanya hati tak ikut-ikutan menjadi suram. *Lah, ini buku juga ada di timbunanku #tutupmuka*

7. The Girl with the Dragon Tattoo (Stieg Larsson)
Udah lama juga buku ini tertimbun. Meski berstatus sebagai tsundoku, sayang kalau nggak ada satu dua yang harus dibaca, hehehe. Sebenarnya udah pingin baca dari dulu, cuma spoiler dari film yang diangkat dari buku ini, yang dikasih tau teman saya menjadikan buku ini teronggok bersama buku yang lain. Tapi mengingat masih ada buku lanjutannya yang tak ter-spoiler, membuat buku ini harus terselesaikan sebelum beranjak ke buku lanjutannya. *that’s why I really hate spoiler*

Itu dia 7 buku yang dijadikan resolusi buat saya untuk diselesaikan di tahun 2016. Mohon bantuannya ya untuk bisa mengorbarkan semangat untuk menuntaskan buku-buku tersebut. Saya akan berusaha. Ganbarimasu!

*fighting, Mastez! Timbunan kita ternyata banyak yang sama, gimana kalau kita baca bareng saja #halah xD*


Guest post sejenis ini juga dapat ditemukan di Mari Ngomongin Buku, Haremi Books Corner, dan Casual Book Reader. Aku sendiri masih menyusun daftar timbunan yang harus aku habiskan di tahun 2016. Jadi, kalau ada blogger yang mau menjadi suporter untuk resolusi bacaku di tahun 2016, just let me know, ya😀

3 thoughts on “Guest Post: 7 books for 2016 – Tezar Ari Yulianto

  1. Semangat, MazTez. Sama itu Taiko sama Musashiku juga masih segel wkwkwk CV juga hohahahahaa untunglah yg 100 Tahun Kesunyian (ini rekomended banget) dan trilogi Barty sudah kelar sebelum 2012 lalu. Semangat semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s