Without A Trace – Permainan Takdir

permainan-takdir-_without-a-trace_Detail buku:
Judul asli: Without ATrace (The O’Hurleys #4)
Penerjemah: Linda Boentaram
Editor: Bayu Anangga
Desain sampul: Marcel A.W.
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal buku: 344 hlm
Cetakan: 2015
ISBN: 978-602-03-2108-0

Blurb:

Gillian Fitzpatrick bukan wanita ceroboh. Tapi ia ketakutan… dan putus asa. Keputusaaan itulah yang mendorongnya mencari pria asing yang disebut-sebut sebagai satu-satunya harapan Gillian. Pria itu punya koneksi dan pengalaman. Namun, Gillian tak pernah membayangkan Trace O’Hurley ternyata pria keras kepala yang tampaknya lebih memilih menikmati liburan daripada menyelamatkan dunia. Sanggupkah ia memercayakan hidup keluarganya di tangan pria yang sepertinya tak punya rasa empati itu?

Trace O’Hurley bukan pria yang akan melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukannya. Dan saat ini ia tidak berniat terlibat dalam misi apa pun, termasuk menyelamatkan saudara laki-laki Miss Fitzpatrick yang diculik. Namun, ada sesuatu dalam diri wanita cantik itu yang membuat Trace terdorong untuk membantunya… apa pun risikonya.

Resensi:
Buku romance selalu menjadi mood boaster untukku di awal tahun. Tidak terkecuali tahun 2016 ini.

Setelah tidak membaca contemporary romance beberapa bulan terakhir, buku ini cukup untuk membuatku mengingat kembali alasanku membaca buku romance; melihat akhir yang pantas untuk pasangan yang diceritakan di dalam buku ini.

Walaupun tidak membaca ketiga buku pertama dalam serial ini, namun aku masih bisa menikmati membaca kisah Trace dalam usahanya menyelamatkan kakak dan keponakan Gillian. Karakter keduanya saling melengkapi dan walaupun sering beradu mulut namun tidak ada pertengkaran yang terlampau besar dan berakibat fatal. Suka dengan karakter kuat Gillian walaupun kekeraskepalaannya terkadang membuatku dan Trace jengkel.

Rasa takut untuk meraih kebahagiaan seperti biasa menghantui tokoh utama pria kisah romance, pun demikian dengan Trace yang 12 tahun lalu meninggalkan seluruh impian ayahnya. Karakternya yang keras di awal cerita tentu saja terbentuk karena profesinya mengharuskan hal itu. Keahliannya melakukan penyamaran dan keahlian Trace berbicara berbagai bahasa merupakan salah satu poin yang membuatku menyukainya.

Untuk adegan ranjang masih dalam batas normal dan tidak berlebihan. Sementara untuk penceritaan penyelamatan kakak Gillian cenderung tidak terlalu rumit, semua karena Trace bisa diandalkan dan punya koneksi jaringan di mana-mana. Sound to easy to solve, huh?

Organisasi Hammer yang menjadi otak penculikan kakak laki-laki Gillian berasal dari negara Arab, stereotipe teroris saat ini. Walaupun setting cerita memang berada di Maroko dan buku ini ditulis tahun 1990 yang saat itu terorisme tidak semarak sekarang yang tambah identik dengan negara-negara Timur Tengah, namun kenyamananku membaca buku ini agak terganggu karenanya.

Akhir yang bahagia untuk Trace dan Gillian? Well, you name it, karena ini buku terakhir dari serial The O’Hurleys, semua orang berhak bahagia.

Sensasi rasa seusai baca: 3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s