The Chronicles of Audy: 21

22590893Detail buku:
Penulis: Orizuka
Penyunting: Tia Widiana
Cover desainer dan ilustrator: Bambang ‘ Bambi’ Gunawan
Proofreader: NyiBlo
Penerbit: Penerbit Haru
Cetakan: Juli, 2014
Tebal: 308 hlm
ISBN: 978-602-7742-21-5

Sinopsis:

Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: “bagian dari keluarga”.

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka,
pada suatu siang,
salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan,
terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.

Resensi:

Pertanyaan penelitian: Apa arti “Bagian dari keluarga?”
Argumen utama: Audy adalah bagian dari keluarga tanpa tanda kutip.

Melanjutkan kisah Audy dari buku pertama, di buku kedua ini konflik yang terjadi lebih fokus pada kisah Rafael yang semakin lekat dengan Audy dan mengalami masalah di PAUD. Pun demikian dengan ketiga kakaknya, Regan, Romeo, dan Rex. Mereka berempat semakin menganggap Audy sebagai bagian dari keluarga mereka.

Namun tentu saja masyarakat umum masih beranggapan negatif terhadap keberadaan seorang perempuan yang tinggal di dalam rumah penuh laki-laki tanpa ikatan yang jelas. Celotehan ibu-ibu ‘kandang jangkrik’ di sekolah Rafael itu yang sempat membuat Audy gelisah. Untunglah keinginan Audy untuk menjadikan Rafael bertingkah laku sebagai anak sesuai usianya menguatkan gadis itu. Audy berusaha mengajarkan lebih banyak lagi lagu anak-anak kepada Rafael sementara bocah kecil itu berusaha mengajarinya cara mengutak-atik rubik yang ruKeterikatan keduanya semakin kuat dan menjadikan Audy semakin terikat dengan keluarga Rashad.

“Sampai aku menjadi orang yang bisa kamu andalkan, sampai kamu nggak lagi menganggap perasaanku beban, sampai kamu sepenuhnya yakin, aku nggak akan minta jawaban.” hlm. 290.

Audy pun dikejutkan oleh pernyataan cinta dari salah satu R yang tidak disangkanya. Bahkan karena pernyataan cinta tersebut, Audy menjadi cukup galau. Dia tidak merasa pantas dicintai, terutama oleh R tersebut. Missy sahabatnya pun mempermasalahkan ketidakpedean Audy. Namun seiring berjalannya waktu, dia menyadari perasaannya yang sebenarnya.

“Kenapa sih kamu suka aku? Maksudku, coba kasih satu alasan. Satu saja. Kenapa?”
“Kenapa enggak?”
hlm.292.

Ketika Regan membawa pulang tunangannya yang siuman dari koma, Audy pun sekali lagi menghadapi pergulatan emosi seperti di buku pertama. Sebuah akhir yang menyenangkan untuk semua pihak di buku kedua ini. Aku lebih menyukai buku kedua ini daripada buku pertama karena perkembangan ceritanya yang lebih menarik. Tidak sabar untuk mengetahui kelanjutan kisah Audy dan 4R di buku ketiga *siap-siap cari pinjaman :D*

Sensasi rasa seusai baca: 3,5/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s