Home in Time for Christmas – Sebelum Natal Berakhir

7140910Detail:
Judul asli: Home in Time for Christmas
Penulis: Heather Graham
Penerjemah: Zita Aprilyana
Editor: Natali Rosalin, Nana
Penata isi: Suwarto
Penerbit: Violet Books
Cetakan 2011
Tebal: 280 hlm
ISBN: 978-979-081-662-6

Sinopsis:

Melody Tarleton sedang berkendara menuju rumahnya untuk merayakan Natal ketika seorang pria—berpakaian era Revolusi Amerika—tiba-tiba muncul entah dari mana, tepat di jalur yang dilalui mobilnya. Merasa terguncang, Melody membawa pria asing itu masuk ke dalam mobilnya, mendengarkan dengan saksama ocehan fantastis Jake Mallory bahwa ia seorang pejuang Patriot, yang sedang dijatuhi hukuman mati oleh tentara Inggris.

Ketika membawa Jake ke rumah orang tuanya, Melody terpaksa mengarang cerita tentang tamu prianya yang tampan itu, yang juga berperilaku sopan dan berpakaian aneh. Mark, teman dekat Melody yang berharap hubungan mereka lebih dari sekadar teman, meragukan ceritanya, meski keluarga Melody terpikat oleh Jake. Begitu juga Melody. Jake adalah seorang pria yang penuh semangat, memesona, dan sama sekali berbeda dengan pria lain yang pernah ia temui.

Mungkinkah Jake mengatakan yang sejujurnya? Dan, mungkinkah seorang pria dari masa lalu bisa mengisi masa depannya seperti yang ia dambakan?

Resensi:
Kisah ini diawali dengan kedatangan Jack Mallory, seorang jurnalis yang hendak dieksekusi di tahun 1776 ke masa depan tepat beberapa hari menjelang Natal. Jack tanpa sengaja tertabrak oleh Melody Tarleton yang sedang galau dengan kedatangan Mark, teman yang mengharapkan hubungan lebih istimewa darinya di malam natal.

Takut terjadi apa-apa dengan pria yang dianggapnya salah kostum dan mengalami gangguan ingatan ini, Melody membawa Jack ke rumah orang tuanya. Dikenalkan sebagai teman yang harus menghabiskan Natal sendirian sehingga dia mengajaknya pulang.

Perbedaan zaman ternyata tidak terlalu membuat Jack mengalami culture shock terlalu dalam. Bahkan sepertinya dia nyaman saja menikmati segala perbedaan yang ada di zaman modern, mulai dari bermain seluncur es, marathon menonton film bersama Keith, menghabiskan waktu di klub malam bersama Keith dan Melody, dan bermain band di kastel dalam perkumpulan Witch Wiccans ibu Melody.

Di luar kedatangan Jack yang misterius dan tiba-tiba, kedua orang tua Melody sepertinya tidak menganggap keberadaan pria itu sebagai masalah besar. Walaupun keduanya diam-diam mencoba menyingkap kisah Jack dan mencoba memecahkan masalah pria tersebut, namun tidak ada ketidaksukaan mereka kepada Jack. Memang Jack sulit ditolak, berperilaku baik, sopan, ‘ahli sejarah’, dan pandai main musik.

Kedua orang tua Melody termasuk unik dimana sang ibu, Mona sangat menyukai berbagai hal berbau sihir dan bergabung di Witch Wiccans, sementara sang ayah, George sendiri adalah seorang ilmuwan yang dari royalti ciptaannya mampu membiayai kuliah Melody. Hubungan Melody dengan adiknya, Keith pun termasuk dekat. Hal yang baru disadari setelah Jack menyinggungnya kepada wanita itu.

Cerita cenderung datar tanpa konflik, kecuali tentu saja kehadiran Mark yang memaksakan perasaannya kepada Melody dan bagaimana menemukan cara untuk mengembalikan Jack ke masa lalu. Cerita terasa diulur-ulur dan berubah menjadi agak berbau komedi ketika beberapa kali proses time slip untuk kembali ke masa lalu Jack terhambat karena campur tangan pihak yang tidak berkepentingan, mulai dari Mark, hingga Melody sendiri.

Pilihan penulis untuk membuat akhir kisah Melody-Jack seperti tertuang di dalam buku ini sebenarnya bukan favoritku karena menurutku ada beberapa hal yang cinta pun tidak bisa mengalahkan, termasuk masa. Perbedaan masa antara Melody dan Jack seakan terpecahkan begitu saja ketika salah satu memutuskan untuk di hidup di masa yang lain. Padahal jika seseorang mengubah sesuatu di masa lalu, masa depan pun akan berubah. Hal ini yang sepertinya diabaikan oleh sang Penulis. Mungkin dia hanya ingin memberikan kisah bahagia untuk kedua tokoh utama, tidak masalah mereka hidup di zaman apa.

Buku dengan kover biru cantik yang didominasi suasana musim dingin bersalju ini dapat dijadikan bacaan ringan dan santai di waktu senggang. Jangan memikirkan terori time slip yang rumit karena perpindahan Jack ke masa depan itu sendiri hanya melibatkan lubang hitam yang tepat di waktu yang tepat pula. Plus sedikit mantra yang sangat dipercaya ibu Melody.

Sensasi rasa yang tertinggal: 3/5

Sekilas kata:
Aku mengikutkan resensi ini dalam Read at Your Own Risk Challenge yang diadakan oleh Mbk Yuska sesuai dengan tema di bulan Januari: membaca buku dengan judul Hujan/Rain atau buku dengan cover warna biru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s