Pride and Prejudice

24610857Detail buku:
Judul asli: Pride and Prejudice
Penulis: Jane Austen
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penerbit: Qanita
Tebal: 593 hlm
Cetakan: November 2012
ISBN: 978-602-92256-8-6

Sinopsis:

Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy sama sekali tidak cocok. Elizabeth menilai Mr. Darcy sebagai pria yang sok, angkuh, dan mengesalkan, sementara Mr. Darcy menganggap Elizabeth tidak anggun dan terlalu sering berprasangka.
Mereka saling bermusuhan, bahkan sering kali saling melontarkan sindiran pedas. Tapi kebencian mereka berangsur menjadi ketertarikan. Seiring berjalannya waktu, Elizabeth melihat sisi lain Fitzwilliam Darcy, bahwa dia bukanlah sekadar pria arogan seperti yang selama ini dia sangka.
Dalam Pride and Prejudice, Jane Austen menuangkan detail yang memikat tentang kisah kaum menengah ke atas pada abad ke-19. Kisah dan karakternya yang memukau membuat novel ini menjadi salah satu roman paling populer dan dicinta sepanjang masa.

Resensi:
Kisah cinta legendaris karya Jane Austen ini sudah pernah kubaca versi Inggrisnya yang telah dipersingkat. Namun begitu ketika terbit versi panjangnya, aku memasukkan buku ini ke dalam wishlist dan akhirnya mendapatkannya sebagai buntelan kado dari arisan Joglosemar yang sayangnya tidak berjalan lagi di tahun 2016 ini *hiks*

“Kesombongan dan keangkuhan adalah hal berbeda meskipun kedua kata itu kerap dianggap sama. Seseorang bisa menjadi angkuh tanpa menjadi sombong. Keangkuhan terkait dengan anggapan kita terhadpa diri kita sendiri, sendangka kesombongan terkait dengan bagaimana kita menginginkan ornag lain berpendapat tentnag diri kita.” Mary, hlm. 33

Harga diri dan prasangka yang menjadi inti dari cerita ini melibatkan sang tokoh utama, Elizabeth ‘Lizzy’ Bennet, puteri kedua keluarga Bennet yang tidak terlalu cantik dibanding kakak sulungnya, yang diam-diam membuat luluh hati Fitzwilliam Darcy, pria bangsawan yang semula menganggap sebelah mata kepada keluarga Bennet.

Sejak awal pertemuan, Lizzy tidak terlalu menyukai Mr. Darcy yang sangat pendiam, terkesan angkuh, dan memandang rendah kepada orang-orang di sekitarnya yang tidak satu derajat dengannya. Rasa tidak suka itu semakin nyata setelah Lizzy mendapat informasi yang dirasanya akurat dari seseorang di masa lalu pria tersebut. Mr. Darcy ternyata seseorang yang menurut Lizzy pantas untuk dibenci dan dihindari. Prasangka Lizzy semakin kuat setelah Mr. Darcy diketahuinya menghalangi hubungannya dengan kakak sulungnya, Jane, dengan sahabat karib pria tersebut, Mr. Bingley.

“Sia-sia saja aku berusaha.  Ini tidak akan berhasil. Aku tidak sanggup lahi menahan perasaanku. Izinkanlah aku mengatakan kepadamu betapa aku mengagumi dan mencintaimu.” Mr. Darcy, hlm. 288

Ketika pria itu melamarnya, Lizzy menolaknya karena menganggap pria itu telah merendahkan keluarganya. Mr. Darcy pun menghilang dari kehidupan Lizzy setelah menulis surat tentang kejadian yang sebenarnya terkait tindakannya yang membuat Mr. Bingley menjauhi Jane.

Seiring berjalannya waktu, Lizzy menemukan kenyataan mengejutkan tentang sosok sebenarnya Mr. Darcy. Pria itu membantu keluarganya menghadapi skandal yang diciptakan sang adik dengan seorang pria yang selama ini dianggap Lizzy sangat baik. Padangan Lizzy pun berubah, dan ketika lamaran Mr. Darcy datang untuk kedua kalinya, gadis itu tidak kuasa menolaknya. Demikian pula Jane yang mendapatkan jalan terang bersama Mr. Bingley terkasihnya.


Kehidupan khas abad ke-19 tergambarkan dengan baik dalam buku ini. Para mama berusaha mencarikan jodoh dari kalangan bangsawan/orang berada untuk puterinya sehingga nantinya akan mengangkat derajat mereka. Pokoknya ketika seorang gadis sudah cukup umur, dia harus segera menikah agar tidak menimbulkan aib keluarga.

Pesta dansa banyak diselenggarakan sebagai ajang bersosialisasi bagi para pria dan wanita muda. Sedikit saja terjadi tindakan tercela bagi para pasangan muda, maka terjadi skandal besar yang mengancam masa depan mereka. Tidak jarang dari skandal yang tercipta itu nantinya sepasang muda mudi akhirnya menikah. Mungkin ini sebelas dua belas dengan shotgun marriage versi sopan ya.

Dialog yang panjang dan pemilihan kata-kata baku dalam karya klasik ini tentu saja tidak begitu saja dinikmati oleh para pembaca. Namun bagi para pembaca setia historical romance dan yang sudah menonton berbagai film versi adaptasi dari buku ini, cerita ini mudah dicerna.

Karakter Mr. Darcy yang dingin dan terkesan angkuh sepertinya kelak menjadi pakem tokoh utama pria di kisah historical romance pada umumnya. Begitu juga karakter Lizzy yang berjiwa bebas, berpengetahuan luas, dan gemar berpendapat. Walaupun setelah pertemuannya dengan Mr. Darcy pendapat Lizzy tidak diikuti dengan observasi matang tentang siapa sebenarnya pria itu dimana dia hanya mengandalkan pendapat orang lain, namun itulah konflik utama buku ini. Semuanya pun berakhir manis setelah mereka semua mampu berkomunikasi dengan baik.

Para karakter lain juga tergambar dengan baik dimana Mrs. Bennet mempunyai sifat khas para mama di abad 19 seperti aku yang sebutkan sebelumnya: mengincar calon suami ideal untuk mengangkat derajat puterinya dan sekaligus martabat keluarga Bennet. Sementrara Mr. Bennet lebih berpandangan luas dan terbuka, membiarkan para puterinya berpendapat dan menentukan pilihan mereka sendiri, termasuk dalam menentukan calon suami.

Walau tidak bertebaran adegan percintaan yang panas, buku ini tetap wajib dibaca oleh para pencinta kisah romance. Mungkin saja mereka akan jatuh cinta pada sosok Mr. Darcy yang pendiam namun baik hati, atau malah membencinya seperti halnya Lizzy di awal cerita? Well, just find it by yourslef, okay?

Sensasi rasa seusai baca: 4/5

5 thoughts on “Pride and Prejudice

  1. Pingback: [Wrap Up Post] Read Big 2015 | Melihat Kembali

  2. Hi, Mbak Danee,
    Kalau baca judulnya..pikiranku langsung berasumsi ke filmnya. Aku juga pengen bisa baca bukunya.😀

    Aku juga teringat sm parodi dari seri ini: Pride and Prejudice and Zombies (2009).
    Mbak Danee pasti jg sdh tahu. Kayaknya seru buat dibaca dan ditonton filmnya yg katanya bakal release tahun ini.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s