Fortunata

26861486Detail buku:
Judul: Fortunata
Penulis: Ria N. Badaria
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal 168 hlm
Cetakan Oktober 2015
ISBN: 978-602-0321-88-2

Blurb:

Dengan berbagai kesialan yang kerap menimpanya, Layla menjuluki dirinya The Unfortunate, cewek yang tidak pernah beruntung. Arta-lah orang pertama dan satu-satunya yang berkata bahwa Layla gadis beruntung karena tidak pernah dikhianati orang yang dia cintai. Tapi apa sih artinya omongan Arta? Dia kan punya segalanya; tampan, lahir di keluarga berada, kuliah di Korea.

Namun, ketika Arta kecelakaan dan terbaring koma di rumah sakit dalam kondisi patah hati karena dikhianati kekasihnya, Layla sadar, memiliki segala kemewahan hidup tak selalu berarti beruntung.

Jika semula Layla menganggap kehadiran Arta dalam hidupnya hanya menambah kesialan, bisakah Arta meyakinkan Layla bawa perasaan sayangnya pada gadis itu akan menjadi awal keberuntungan dalam hidup Layla?

Resensi:
Cerita buku ini terpusat pada tokoh utama, Layla yang tidak pernah beruntung: lahir di keluarga yang tidak kaya, gagal kuliah karena perbuatan kakaknya, gagal mendapat pekerjaan yang layak, dan akhirnya terpaksa bekerja di restoran ayam goreng cepat. Awalnya sih kasihan sama Layla, tapi semakin lama dialognya kok isinya marah-marah mulu. Iya sih dia merasa tidak beruntung tapi cobalah berpikir postif. Err, ada sih pikiran Layla yang positif, menanti kekasihnya melamar dia di Monas setelah tidak bertemu selama setahun dan tanpa komunikasi sama sekali (?). Duh.

Capek juga membaca baca dialog Layla dengan Arta. Ya, Arta yang anak orang kaya, lulusan fakultas hukum di Korea, tapi langsung galau dan akhirnya mengalami kecelakaan saat tahu pacarnya berkhianat. Arta akhirnya koma dan rohnya bergentayangan mengikuti Layla. Keduanya terpaksa berinteraksi karena entah bagaimana roh Arta hanya bisa dilihat Layla.

Tentu saja nantinya Layla dan Arta bisa bertemu kembali setelah Arta bangun dari koma karena memang seperti itulah yang ingin diceritakan Penulis. Namun prosesnya terasa kurang chemistry-nya. Layla sangat keras kepala, mengabaikan perhatian Arta, dan bahkan malah berhubungan dengan seorang pria brengsek yang tentu saja berakhir dengan patah hati lagi.

Sikap sang mantan kekasih yang meminta Layla menunggunya selepas dia menikah dengan alasan menolong wanita yang dinikahinya membuatku tambah kaget. Ada ya yang berpikiran seperti dan wanita mana yang mau diperlakukan seperti itu oleh mantannya? #tepokjidat

Well, membaca buku ini seperti menonton FTV saja. Agak de javu membaca buku ini karena melibatkan roh tokoh pria yang membuntuti si tokoh wanita. Takutnya ceritanya sekacrut buku biru, he he he. Untungnya tidak, setidaknya belum sekacrut buku legendari tersebut/ Meski akhirnya aku tetap merasakah keganjilan ketika adegan menunggu snag kekasih di Monas dalam kondisi kehujanan tanpa sekalipun melibatkan HP untuk saling menghubungi. Setting-nya tahun berapa sih ini? #garuk2kepala.

Sensasi rasa seusai baca: 2/5

Sekilas kata:
Buku ini kudapat sebagai hadiah books games bersama Lulu di IRF 2015. Dan memang seperti perkiraanku saat melihat bahwa buku ini termasuk lini Amore, cerita romance yang … ya gitu deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s