The Eyes of The Dragon – Mata Naga

15700652Detail buku:
Judul asli: The Eyes of The Dragon
Penulis: Stephen King
Penerjemah: Rosemary Kesauly
Desain sampul: Ratu Lakhsmita Indira
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 472 hlm
Cetakan 2012
ISBN: 978-979-22-8532-1

Blurb:

Dongeng klasik tentang naga-kesatria-dan penyihir yang dikisahkan dengan sangat memikat oleh Stephen King.

Pada zaman dahulu kala, di Kerajaan Delain, Raja Roland dibunuh. Peter, sang pewaris takhta, dituduh sebagai pelakunya. Peter pun dipenjara di puncak menara, dan adiknya, Thomas, diangkat menjadi Raja. Namun Thomas berada di bawah pengaruh Flagg, si penyihir jahat yang selalu berkelana menebar bencana, dari zaman ke zaman. Maka Peter dan sahabat-sahabat setianya mesti menyusun rencana untuk merebut kembali singgasana.

Resensi:
Buku ini diawali dengan penceritaan ala dongeng, menyebutkan keberadaan Kerajaan Delain di bawah kepemimpinan Raja Roland. Roland adalah pribadinya lemah dan cenderung kurang disegani rakyatnya. Untunglah dia menikah dengan Sasha, seorang wanita yang berkarakter kuat dan dicintai rakyatnya.

Roland dan Sasha memiliki dua orang putera: si sulung Peter yang secara fisik dan tingkah laku mirip ibunya dan Thomas yang mirip Roland. Peter pun mendapat didikan keras dari Sasha, membentuk karakternya menjadi calon potensial pengganti raja. Hal ini tidak disukai Flagg, sang penyihir raja sekaligus penasehatnya yang merasa terancam dengan kepandaian Sasha dan kecerdasan Peter. Keberadaan Flagg sendiri sudah beratus-ratus tahun yang lalu, dimana dia selalu menebar teror di tempat tinggalnya. Dengan berbagai cara akhirnya Flagg berusaha merebut kekuasaan di Delain, termasuk memperalat darah daging Roland itu sendiri.

Peter menjadi putera kesayangan Roland karena kepandaiannya selalu membuat ayahnya kagus. Hal ini tentu saja membuat Thomas cemburu. Dalam berbagai kesempatan pun Thomas merasa gagal menarik minat Roland yang menurutnya terlalu menganak emaskan Peter. Sejak kelahirannya, Thomas sendiri terkesan membawa sial membawa kematian Sasha, sang Ratu yang begitu dicintai Roland.

Tipu muslihat Flagg pun dijalankan dengan menanamkan pemikiran-pemikiran buruk tentang Peter kepada Thomas. Thomas yang pada dasarnya merasa tersisihkan pun tanpa sadar terperangkap dalam cengkeraman Flagg dan akhirnya mendapat manfaat dari tertuduhnya Peter sebagai pembunuh Roland. Flagg melalukan trik licik dan kejam sedemikian rupa sehingga takdir pun terjadi: Peter dipenjara di Menara Jarum dengan tuduhan membunuh ayahnya dan Thomas pun diangkat menjadi raja dalam cengkeraman Flagg.

Berada di dalam ‘penjara’ tidak membuat Peter menyerah dengan keadaan begitu saja. Begitu masa berkabungnya usai, dia menyusun rencana untuk membalas dendam kepada orang yang telah menjebaknya. Dengan keahliannya berdiplomasi dan bertarung, Peter berhasil memanfaatkan keberadaan Benson sang Kepala Penjara dan Peyna sang Hakim Hukum untuk memuluskan segala rencananya.

Peter pun diam-diam mendapat dukungan dari sahabatnya, Ben Staad dan Dennis, pelayan pribadinya. Mereka adalah orang-orang yang tidak percaya bahwa Peter tega meracun Roland. Kebenaran yang diinginkan Peter harus diperjuangkan selama bertahun-tahun sementara kerajaan Delain semakin sengsara dengan teror yang ditebar di bawah pemerintahan Thomas. Pajak meroket, banyak keluarga yang menghilang, dan semakin seringnya algojo menjalankan tugas menyebabkan Delain dalam ancaman kehancuran.

Kesabaran Peter bertahun-tahun pun membuahkan hasil. Dukungan kepercayaan orang-orang yang menyayanginya dan statusnya sebagai pewaris sah tahta Delain pun terbayar. Dongeng dengan akhir bahagia kah buku ini? Hmm, hanya sang pendongeng cerita ini yang bisa memberikan jawabannya.


Ide cerita ini sederhana, tentang kebenaran dan keadilan melawan kejahatan yang berwujud penyihir yang tak lekang dimakan zaman. Judulnya pun sempat mengecohku karena kupikir akan melibatkan keberadaan naga dalam porsi banyak. Naga dan penyihir, kombinasi yang pas untuk sebuah dongeng fantasi bukan?

Memang Mata Naga berperan sangat krusial dalam menyingkap rahasia terdalam cerita ini. Namun, jauhkan pikiran tentang perseteruan naga dengan manusia karena hanya ada secuil kisah saja mengenai hal itu. Sementara untuk dongeng penyihir versus manusia masih bisa ditemui di dalamnya.

Penceritaan yang penuh deskripsi, detail perasaan para tokoh, dan penjelasan berbagai hal membuat alur cerita menjadi cenderung lambat. Pergelutan batin Thomas diceritakan berkali-kali, bergantian dengan pemikiran Flagg yang penuh kejahatan, sebelum akhirnya cerita berpindah ke Peter yang terkurung di Menara Jarum. Alur cerita mulai berubah menjadi agak lebih cepat setelah melewati separuh lebih buku, namun masih tetap penuh detail menarik tentang usaha Peter meraih keadilan dan menghancurkan Flagg. Beberapa bab terakhir bahkan membuat deg-deg-an pembaca karena ketegangan adegan yang tersaji di dalamnya.

Bagi yang menyukai alur cerita yang cepat, lugas, dan tidak bertele-tele, mungkin akan kurang menikmati dalam membaca buku ini. Namun bagi para pencinta dongeng, naga, dan naga tidak ada salahnya mencicipi kisah fantasi karya Stephen King yang lebih terkenal dengan cerita horornya itu. Kover buku terjemahan bahasa Indonesianya pun bisa menjadi salah satu faktor penarik minat pembaca karena cantik dengan dominasi warna cokelat gelap dan menonjolkan Mata Naga itu sendiri. Sayangnya sinopsis cerita di kover belakang kurang dapat terbaca karena warnanya yang kurang kontras dengan warna keseluruhan kover buku tersebut.

Sensasi rasa seusai baca: 3/5


Post ini dibuat dalam rangka Posbar BBI Bulan Maret 2016.22x4qx

6 thoughts on “The Eyes of The Dragon – Mata Naga

  1. Jarang-jarang om Stephen nulis fantasy yang macam kerajaan dan sihir gini, tapi tetap keren dibaca bukunya. Walau efek dark khas si penulis masih tetap terasa. Nice review KakDan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s